Huang Xiqiu: Dari RS Xiaotangshan sampai RS Huoshenshan


 Keinginan Saya Adalah Membangun Lebih Banyak Rumah Sakit Modern di
 Tiongkok

2020-02-28 11:29:29


3 Februari 2020, pembangunan RS Huoshenshan di kota Wuhan sudah dirampungkan hanya dalam waktu 10 hari dan mulai menerima pasien terinfeksi virus Covid-19. Terwujudnya “Kecepatan Tiongkok” yang dikagumi seluruh dunia tak terlepas dari upaya 7.000 lebih pekerja dan mekanisme “mobilisasi seluruh masyarakat”, dan ketersediaan dukungan teknik dari tim perancang yang dipimpin oleh Dr. Huang Xiqiu yang ada di Beijing.

图片默认标题_fororder_huangxiqiu1

April 2003, RS Xiaotangshan Beijing yang dapat menampung 1.000 pasien dirampungkan pembangunannya dalam 7 hari. Selama operasionalnya pada saat memerangi wabah SARS, RS Xiaotangshan menerima sepertujuh pasien positif virus SARS di seluruh Tiongkok, sementara tidak tercatat seorang tenaga medis yang terjangkit, hal tersebut sempat menciptakan keajaiban dalam sejarah kesehatan umat manusia, dan Dr. Huang Xiqiu juga dihargai sebagai pahlawan di balik layar.

图片默认标题_fororder_huangxiqiu2

Setelah menerima permintaan darurat dari pihak Wuhan, PT China IPPR International Engineering di bawah Sinomach Group segera mendirikan tim penasihat teknik yang dikepalai oleh Dr. Huang Xiqiu, arsitek senior di bidang pembangunan fasilitas medis. Dr. Huang yang sudah berusia 79 tahun sehari pun tidak istirahat selama satu bulan dalam rangka memberi dukungan teknik kepada pembangunan RS Huoshenshan. Dr. Huang malah menyerahkan surat permohonan di mana dia menulis: Saya adalah seorang anggota PKT dan saya tidak mempunyai banyak beban menguruskan rumah tangga kalau dibandingkan rekan-rekan muda, dan saya berpengalaman pada pembangunan RS Xiaotangshan, saya siap mematuhi perintah negara untuk mengikuti upaya penanggulangan wabah. Di pojok kantor Dr. Huang, disediakan satu koper agar dia bisa berangkat kapan saja jika diperlukan, sama seperti 17 tahun yang lalu saat memerangi SARS.

/Satu hari menjelang tahun baru Imlek, perusahaan kami sempat membentuk tim pimpinan dan tim penasihat teknik, saya ditunjuk sebagai kepala tim teknik. Atas permintaan pihak Wuhan, kami segera mengumpulkan cetak perancangan RS Xiaotangshan pada tahun 2003. Kami juga membangun sebuah platform internet guna tepat pada waktunya mengadakan komunikasi dengan pihak Wuhan. Kami juga membagikan kekurangan pembangunan RS Xiaotangshan kepada dengan mereka supaya mereka dapat membangun RS Huoshenshan lebih sempurna dan baik./

Dengan dukungan teknik tim perancang RS Xiaotangshan, tim perancang RS Huoshenshan secepatnya menyelesaikan perancangan dalam waktu kurang dari 24 jam. Sebagai RS khusus penyakit menular, mulai dari ruangan isolasi dan pengolahan polusi, hingga penyaluran kabel dan pipa air, semuanya harus menaati tuntutan pencegahan dan pengendalian penyakit. Pembangunan RS Huoshenshan mencontohi RS Xiaotangshan, sempat menyempurnakan perancangan pada setiap detailnya

图片默认标题_fororder_huangxiqiu3

Berbicara tugas darurat pada saat mewabahnya SARS pada tahun 2003, Dr. Huang mengatakan, menghadapi insiden kesehatan publik yang berskala besar dan urgen seperti SARS di Beijing sungguh-sungguh memberi tekanan besar kepada dia. Namun Dr. Huang bersama tim perancangnya mempunyai cadangan teknik yang terandalkan dengan berpengalaman banyak di bidang pembangunan rumah penyakit menular di seluruh Tiongkok.

/tu cepat karena 100% dibangun dengan menggunakan sistem prefaksi, mode pembangunan perakitan secara modular dan standar. Sejumlah tuntutan mendasar seperti layanan medis, kebutuhan keamanan biologi, termasuk keamanan tahan api, keamanan struktural dipenuhi 100% di RS Xiaotangshan./

Keajaiban pembangunan RS Huoshenshan sempat menarik perhatian warganet di seluruh dunia, Huang Xiqiu juga semakin terkenal oleh masyarakat. Setelah jubir kemenlu Tiongkok Hua Chunying memperkenalkan Dr. Huang adalah bekas perantau Tionghoa yang kembali ke tanah air dari Indonesia, hal itu segera mengundang perhatian media Indonesia. Teman alumni, kawan-kawan dan kerabatnya kerap kali diwawancarai sejak nama Dr. Huang disinggung oleh Hua Chunying. Dr. Huang mengatakan menjadi ternama di Indonesia sungguh-sungguh di di luar dugaannya.
Sejumlah warganet Indonesia turut ikut memberi komentar atas liputan mengenai Dr. Huang di mana mereka sempat menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang dicapai Dr. Huang, bahkan ada warganet mengkagumi Dr. Huang pantas dianugerahi bintang maha putera Indonesia. Banyak pemuda-pemudi Indonesia turut ingin mencontohi Dr. Huang yang bertumbuh sebagai seorang berbakti kepada masyarakat.

Pada tahun 2012, Dr. Huang Xiqiu dianugerahi Penghargaan Arsitektur Liang Sicheng Ke-6, ini merupakan penghargaan tertinggi di kalangan arsitektur Tiongkok, juga dipandang sebagai penghargaan prestasi seumur hidup arsitek Tiongkok. Dr. Huang berpendapat, keahlian arsitektur medis seharusnya berfokus pada layanan pada pasien dan tenaga medis. Dia selalu berpegang pada prinsip berorientasi pada kebutuhan umat manusia, mencantumkan kepedulian humaniora ke dalam perancangan, dengan penjagaan keamanan dan kepentingan para pasien dan tenaga medis sebagai inti sarinya.

Selain itu, keamanan juga merupakan salah satu faktor penting yang semestinya memenuhi perancangan dan pembangunan fasilitas medis modern.

Bangunan rumah sakit relatif spesial, karena saat menghadapi insiden kesehatan publik yang besar, rumah sakit semestinya memberikan tanggapan tepat pada waktunya. Misalnya kali ini kami menghadapi wabah Covid-19, tapi jangan lupa gempa bumi, saat gempa bumi sekolah akan ditutup, operasi pabrik akan dihentikan, namun rumah sakit sama sekali tak mungkin ditutup, malah akan segera mengemban tugas melakukan pertolongan sesegera mungkin. Oleh karena itu, keamanan struktur di dalam rumah sakit sangat penting. Selain itu, fasilitas rumah sakit juga sering menghadapi sejumlah kebutuhan keamanan yang istimewa, seperti pada saat terjadinya bencana alam, peledakan pabrik kimia dan kebakaran. Sementara itu pasien yang diterima rumah sakit juga berbeda gejalanya, ada korban dari kecelakaan lalu lintas dan korban dalam jumlah masif dari kecelakaan atau insiden lainnya.

Berbicara mengenai keahliannya di bidang arsitektur medis yang dia cintai seumur hidup, Dr. Huang mengatakan keinginan terbesar bagi dirinya adalah membangun lebih banyak rumah sakit modern kepada masyarakat.

Saya orang yang biasa dan sederhana. Saya tekun mengerjakan apa yang saya sukai. Saat memikirkan pengalaman tahun-tahun yang lalu, saya bersyukur menerima pendidikan yang baik setelah pulang ke Tiongkok, setelah lulus dari universitas saya juga berpeluang melanjutkan pelajaran ke luar negeri di Belgia setelah reformasi dan keterbukaan. Saya syukur mengikuti era perkembangan pesat Tiongkok, di mana sejumlah rumah sakit modern siap dibangun, dan ini telah menyediakan sebuah platform besar bagi saya. Saya merasa cukup syukur, dan saya merasa seharusnya terus rajin bekerja, memberi kontribusi kepada masyarakat kami, ini keinginan saya sejati.

Kirim email ke