-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1327730/kongres-umat-islam-indonesia-desak-presiden-jokowi-bubarkan-bpip


Kongres Umat Islam Indonesia desak Presiden Jokowi bubarkan BPIP

Minggu, 1 Maret 2020 00:25 WIB

Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Muhyiddin Junaidi (kiri) menyerahkan cindramata 
kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi saat penutupan KUII 
ke-VII di Pangkalpinang, Jumat(28/2/2020) malam. ANTARA/ Aprionis
Seluruh peserta KUII VII tahun ini yang berasal berbagai komponen umat Islam di 
Indonesia, pimpinan Majelis Ulama Indonesia se-Indonesia, pimpinan Ormas-Ormas 
Islam, Pimpinan organisasi kemahasiswaan kepemudaan (OKP) Islam, pengasuh 
pondok pesantren
Pangkalpinang (ANTARA) - Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VII di Provinsi 
Kepulauan Bangka Belitung mendesak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo 
untuk membubarkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), karena keberadaan 
BPIP tersebut tidak diperlukan lagi.

"Kami mendesak presiden untuk mengembalikan penafsiran Pancasila kepada MPR, 
sebagaimana diamanatkan dalam sila ke-4 dalam Pancasila," kata Wakil Ketua Umum 
MUI Pusat, KH Muhyiddin Junaidi saat penutupan KUII ke-VII di Pangkalpinang, 
Jumat malam.

Oleh karena itu, keberadaan BPIP dalam penafsiran Pancasila tidak diperlukan 
lagi dan mendesak Presiden Republik Indonesia untuk membubarkan BPIP tersebut.
Baca juga: Kepala BPIP "puasa bicara" di depan publik setahun
Baca juga: Kepala BPIP usulkan "Assalamualaikum" diganti "Salam Pancasila"? Ini 
faktanya

"Seluruh peserta KUII VII tahun ini yang berasal berbagai komponen umat Islam 
di Indonesia, pimpinan Majelis Ulama Indonesia se-Indonesia, pimpinan 
Ormas-Ormas Islam, Pimpinan organisasi kemahasiswaan kepemudaan (OKP) Islam, 
pengasuh pondok pesantren dan sekolah Islam, pimpinan perguruan tinggi Islam, 
dunia usaha, lembaga filantropi Islam, media, pejabat Pemerintah, partai 
politik, dan para tokoh Islam lainnya sepakat minta Presiden membubarkan BPIP," 
ujarnya.

Ia mengatakan KUII ke-VII dimulai 26 - 29 Februari 2020 dan dibuka Wakil 
Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin juga mendorong pemerintah untuk 
melakukan sosialisasi keterkaitan antara Pancasila dengan agama dan membantu 
penguatan nilai-nilai agama di dalam Pancasila.

"Kami mendorong pemerintah membantu penguatan nilai-nilai agama di dalam 
Pancasila untuk menghilangkan fitnah, bahwa peraturan perundang-undangan yang 
bermuatan agama yang tidak pancasilais," katanya.
Baca juga: Pertentangkan agama dan Pancasila, MUI pertanyakan kepala BPIP
Baca juga: Wapres minta Kepala BPIP klarifikasi pernyataan Pancasila dan agama

Selain itu, KUII ini mendesak pemerintah untuk melakukan penegak hukum yang 
adil yang tanpa tebang pilih terhadap kasus-kasus mega korupsi dan penyebaran 
kebencian. Selanjutnya, pemerintah juga membuat sistem rekrutmen aparatur 
negara yang nondiskriminatif dan berbasis digital yang dapat diakses oleh 
seluruh warga negara sehingga tercipta proses transparansi yang melibatkan 
pengawasan masyarakat.

"Kami mendesak pemdesak pemerintah melakukan pencegahan dan perlindungan warga 
negara dari virus yang membahayakan seperti corona," katanya.
Baca juga: Profil Yudian Wahyudi, Kepala BPIP yang baru
Wapres Ma'ruf Amin buka Kongres Ulama Islam Indonesia
 

Pewarta: Aprionis
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke