Kenapa HARUS HERAAAN, ...? Lalu, dimana salahnya kalau kasus 2 orang di
Depok itu baru terungkap setelah ditelpon adanya kasus orang Jepang di
Malaysia itu?
Bung hendak menyatakan, RI belum ada kemampuan untuk menditeksi kasus
Covid-19 sendiri??? Atau bung hendak bertahan pada kesimpulan 2 orang di
Depok itu BELUM POSITIF terkena Covid-19, ...?
On 3/3/2020 下午12:24, ajeg [email protected] [GELORA45] wrote:
Itu kan kesimpulan Anda.
Apa gk heran kenapa tidak sejak awal pasien diperiksa lebih seksama.
Kenapa setelah orang Jepang itu telepon baru status pasien di Depok
ini ditingkatkan.
--- SADAR@... wrote:
Jadi, ... maksud bung pemberitaan dibawah bisa membuktikan
kesimpulan Menkes Terawan bilang 2 orang di Depok
*POSITIF**Covid-19*ini*SALAH*???
On 3/3/2020 上午11:42, ajeg wrote:
Apa jadinya kalau pasien ini tidak dihubungi kawan Jepangnya yang
dirawat di Malaysia?
-
Kasus Positif Corona di Indonesia Terungkap dari Telepon WN Jepang
Pada 26 Februari mereka meminta untuk rawat inap karena merasa
batuknya tidak kunjung reda. Setelah itu, barulah mereka
dihubungi oleh rekan mereka yang telah dirawat terlebih dahulu di
Malaysia.
Informasi ini kemudian diberitahukan kepada tenaga medis yang
merawatnya. Setelah itu, statusnya ditingkatkan dari orang yang
dirawat dengan pengawasan menjadi pasien dalam pemantauan.
https://amp.kompas.com/nasional/read/2020/03/02/19565161/kasus-positif-corona-di-indonesia-terungkap-dari-t
elepon-wn-jepang
<https://amp.kompas.com/nasional/read/2020/03/02/19565161/kasus-positif-corona-di-indonesia-terungkap-dari-telepon-wn-jepang>