Produsen otomotif Inggris putar otak cari pasokan dari luar China
* 4 Maret 2020 08:13
Produsen otomotif Inggris putar otak cari pasokan dari luar China
UMUM
The McLaren 765LT (Antara News/Reuters)
Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal Inggris, yakni Bentley dan
McLaren sedang memutar otak berusaha mencari jalur alternatif lain untuk
pasokan suku cadang yang berasal dari China guna mengurangi dampak virus
corona yang telah menghentikan produksi di beberapa lokasi pabrik
pembuat mobil di seluruh dunia.
Saat ini Bentley dan McLaren masih tetap memproduksi mobil-mobil mereka
di Inggris dan belum terpengaruh adanya virus corona, Bentley sendiri
telah mengamankan pasokan setidaknya 21 komponen dasar
seperti/chip/silikon yang ia peroleh dari China hingga akhir bulan.
Hal itu disampaikan oleh Chief Executive Bentley Motor, Adrian Hallmark
pada saat Bentley memamerkan mobil baru Mulliner Bacalar. Kendati
demikian, mereka tidak mengatakan dari mana datangnya pasokan alternatif
tersebut.
"Kami sudah punya sumber daya," kata Chief Executive Bentley Motor,
Adrian Hallmark yang dikutip dari Reuters, Rabu. "Belum ada rencana
penghentian produksi."
Pada kesempatan yang lain, Bos Otomotif McLaren Mike Flewitt mengatakan
perusahaannya sedang mencari sumber alternatif dan langkah yang
dilakukan oleh Bentley.
"Kami sedang mengembangkan beberapa peluang pengadaan secara bergantian
yang mana kami bisa, tetapi kami tidak memiliki banyak sumber untuk
perusahaan sebesar ini," kata Flewitt ketika perusahaan itu meluncurkan
model 765LT pada sebuah acara di kantor pusat Woking di Inggris selatan.
Flewitt menambahkan bahwa, saat ini McLaren juga telah mengambil
langkah-langkah untuk mengurangi risiko pasokan yang berasal dari Italia
utara. Seperti diketahui, Italia saat ini menjadi negara yang telah
menderita wabah virus corona terburuk di Eropa.
"Kami telah membatasi perjalanan ke pemasok tersebut dan kami harus
membuat pengaturan logistik alternatif sehingga kami bisa mengeluarkan
materi," tambah dia.
Virus ini telah menginfeksi puluhan ribu dan menewaskan sekitar 3.000
orang yang mayoritas berasal dari China, dan harus mengurung jutaan
orang di rumah mereka. Tidak hanya itu, corona juga mengganggu bisnis
dan menunda pembukaan kembali pabrik setelah liburan panjang Tahun Baru
Imlek yang diperpanjang.
Pasar otomotif China pada tahun lalu memberikan sumbangan penjualan
untuk McLaren sekitar 6 persen, yang mencapai sekitar 4.700 kendaraan.
Sedangkan untuk Bentley sendiri mencapai 18 persen dengan menjual lebih
dari 11.000 kendaraan.
Namun, dengan adanya virus corona penjualan di China menjadi sangat
merosot dan hampir sama sekali tidak ada transaksi jual beli untuk
kendaraan McLaren.
Halmark menjelaskan, Bentley akan memiliki resiko yang kemungkinan akan
kehilangan sebagian besar pelanggannya yang mencapai 200 hingga 250 pada
tiga bulan pertama di tahun 2020.
*Baca juga:Demi pencegahan virus corona, McLaren batasi akses di tes
Barcelona
<https://www.antaranews.com/berita/1307822/demi-pencegahan-virus-corona-mclaren-batasi-akses-di-tes-barcelona>
Baca juga:Mobil balap McLaren 570S GT4 dapat penyegaran tahun ini
<https://www.antaranews.com/berita/1300174/mobil-balap-mclaren-570s-gt4-dapat-penyegaran-tahun-ini>
Baca juga:Duet Norris dan Sainz turut andil dalam mendesain McLaren
MCL35
<https://www.antaranews.com/berita/1296406/duet-norris-dan-sainz-turut-andil-dalam-mendesain-mclaren-mcl35>*
Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani