-------- Forwarded Message --------
Subject: Kemenlu Tiongkok Desak AS Tanggapi Serangan Cyber CIA Kepada Tiongkok
Date:   Thu, 5 Mar 2020 09:50:38 +0800
From:   ChanCT <[email protected]>
To:     GELORA_In <[email protected]>



 Kemenlu Tiongkok Desak AS Tanggapi Serangan Cyber CIA Kepada Tiongkok

http://indonesian.cri.cn/20200304/aaedd831-dd65-5cbd-7b55-b8ab52f8cdd5.html
2020-03-04 23:16:41

Menanggapi penyelidikan perusahaan 360 yang membuktikan bahwa CIA melakukan serangan cyber kepada Tiongkok dalam jangka panjang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian hari ini (4/3) di depan jumpa pers menyatakan, Tiongkok dengan keras mendesak AS memberikan penjelasan terkait hal tersebut, dan segera menghentikan kegiatan serupa.

Ada wartawan bertanya, dikabarkan, perusahaan 360 baru-baru ini menemukan, organisasi penyerang cyber (APT-C-39) di bawah CIA Amerika Serikat sudah melakukan serangan dan penembusan cyber kepada badan-badan kunci Tiongkok selama 11 tahun, sejumlah besar perusahaan dan lembaga pemerintah Tiongkok termasuk badan penerbangan dan antariksa, lembaga penelitian ilmu pengetahuan, sektor minyak bumi dan usaha internet sama-sama dilanda serangan yang berbeda. Bagaimana tanggapan pihak Tiongkok atas hal tersebut.

Zhao Lijian menyatakan, selama ini, pemerintah dan lembaga terkait AS melanggar hukum internasional dan patokan mendasar hubungan internasional, melakukan pencurian, pemonitoran dan serangan yang berskala besar, terorganisasir dan tanpa pilihan melalui cyber terhadap pemerintah, perusahaan dan perorangan luar negeri. Mulai dari Wikileaks, insiden Snowden hingga insiden Crypto AG Swiss yang terungkap tak lama sebelumnya, tingkah laku yang tidak moral AS tersebut sekali lagi dengan jelas dibuktikan oleh laporan perusahaan 360. Kenyataan menunjukkan bahwa AS sesungguhnya adalah pelaku serangan cyber terbesar di dunia, adalah hacker sejati. Namun AS selalu berdandan sebagai korban serangan cyber, hal tersebut sepenuhnya mengungkapkan kemunafikan dan standar ganda pihak AS pada masalah keamanan internet.

Zhao Lijian menekankan bahwa Tiongkok selalu dianggap sebagai korban serius yang ditargetkan pihak AS ketika melakukan pencurian dan serangan cyber. Tiongkok sudah berulang kali mengajukan kontroversi serius kepada AS. Kami sekali lagi dengan keras mendesak AS memberikan penjelasan yang teliti, segera menghentikan kegiatan serupa, dan mengembalikan suatu ruangan cyber yang damai, aman, terbuka dan kerja sama kepada Tiongkok maupun seluruh dunia.

Kirim email ke