*Apakah akan dibentuk ”strategis helmet” untuk memisahkan air dari ikan?*

https://www.sinarharapan.co/hukum/read/14350/polri_evakuasi_lebih_dari_800_warga_pegunungan_wilayah_timika_papua
*Polri Evakuasi Lebih dari 800 Warga Pegunungan Wilayah Timika Papua*

Jumat , 06 Maret 2020 | 23:55

[image: Polri Evakuasi Lebih dari 800 Warga Pegunungan Wilayah Timika
Papua]Sumber
Foto dok/Satgas Humas Ops Nemangkawi 2020
Anggota Polri memberi makanan dan minuman bagi warga di Tembagapura yang
mengungsi akibat teror kelompok kriminal bersenjata



*JAKARTA *- Pascapenyerangan dan penembakan Polsek Tembagapura oleh
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Senin (2/3/2020) lalu menimbulkan
ketakutan bagi masyarakat setempat.

Menghadapi kondisi itu, Polri menggelar Operasi Nemangkawi 2020 untuk
mengevakuasi lebih dari 800 warga di wilayah pegunungan terutama dari Desa
Utikini, Desa Banti dan Desa Kimbely.


Kapolsek Tembagapura Ajun Komisaris Hermanto mengatakan, Polri melalui
Operasi Nemangkawi berusaha menciptakan situasi yang aman serta nyaman bagi
masyarakat Papua dari tindakan teror dan intimidasi yang sering dilakukan
oleh KKB.

"Polri dengan sigap menanggapi keluhan masyarakat-masyarakat pegunungan
Timika dengan cara mengevakuasi para penduduk d iwilayah pegunungan
terutama di Desa Utikini, Desa Banti dan Desa Kimbely," katanya di
Tembagapura, Jumat (6/3/2020) malam.

Ia menjelaskan, masyarakat Pegunungan Timika sekitar pukul 05.00 WIT
melewati jalur dari Utikini menuju ke Polsek Tembagapura. Iring-iringan
masyarakat terlihat oleh personel piket dan Siaga Polsek Tembagapura.


Salah satu masyarakat saat ditanyai petugas mengatakan, masyarakat meminta
perlindungan kepada Polri karena intimidasi pihak KKB. Mereka mengungsi dan
meminta bantuan untuk diturunkan ke Timika karena suasana di kampung sudah
tidak nyaman."Kelompok kriminal bersenjata menganggu masyarakat kampung
bahkan meminta makanan dengan paksaan. Tidak segan menodongkan senjata ke
arah warga," kata kapolsek mengutip keterangan warga.

Lalu, dia melanjutkan, pihak Polsek Tembagapura lalu mendata. Hasilnya,
terdapat lebih dari 800 warga yang mengungsi karena teror dan intimidasi
KKB. Mereka terdiri dari anak-anak, wanita dan laki-kaki.


Ia mengatakan, menggunakan 13 truk, para pengungsi kemudian diungsikan ke
Timika."Mereka kami antar hingga ke Kota Timika seperti ke wilayah
transmigrasi SP5, SP12 dan Kampung Kwamki," tuturnya.

Ditambahkannya, selama menunggu truk yang mengangkut mereka, pihak Pori
menyediakan makan dan minuman bagi pengungsi.

Tokoh pemuda dari Desa Banti Agus Beana menyampaikan terima kasih kepada
Polri karena telah membantu mengamankan dan mengevakuasi warga.(*E-2*)

Kirim email ke