Hehehee, ... selama ini saya selalu santai-santai saja! Dan, ... kalau bukan katak dalam tempurung, dan masih bernalar SEHAT, setiap orang tentu dengan MUDAH melihat dimana masalahnya, ...

Masalahnya bagaimana kita menyikapi berita yang berjudul "Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Amerika"? Kenapa yang ditangkap "Judul yang menyenangkan"??? BUKAN-kah begitulah SIKAP yang TEPAT terhadap negara manapun didunia ini! Jangan mau diadu maju kedepan bermusuhan dan melawan negara, lalu disuruh beli senjata yang muaahal! Elu mau berantem ya majulah sendiri didepan, ..!

Bahwa Duterte hanya saling dorong2an siapa didepan itu kan urusan lain, .... bisa saja ucapan begitu juga cuman minta "BANTUAN" AS lebih banyak, lu mau suruh gua didepan kasih gua keuntungan yg lebih besar, dong! Tapi, SIKAP TEGAS *JANGAN JADI UMPAN AMERIKA,* itulah yang juga harus menjadi sikap Indonesia, ...!


On 9/3/2020 上午1:26, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:

Jadi, siapa yg katak dalam tempurung? Katak kakek  atau katak nenek?




Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


-------- Original message --------
From: "ajeg [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 3/8/20 4:49 AM (GMT-08:00)
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Amer

Semoga Chan bisa lebih santai supaya tidak asal comot berita usang.

---;marthajan04@... wrote:

    Chan sudah senang. Diartikannya Duterte bela China.
    Padahal Duterte sama Trump cuma dorong2an sapa yg berdiri di depan
    buat tameng.


    Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

    -------- Original message --------
    From: ajeg
    Judul yang menyenangkan. Tapi tidak salah juga untuk membaca isinya.

    Kutipan:

    Duterte mengatakan Amerika Serikat harusnya membawa sendiri
    pesawat-pesawat tempurnya ke Laut Cina Selatan, menjadi pihak
    pertama yang melepaskan tembakan dan Filipina akan berada di
    belakang negara itu.

    "Silakan perang, Anda ingin masalah kan? Ok, mari kita lakukan
    itu. Cina tidak seharusnya membangun pulau-pulau buatan di laut.
    Ini jelas melanggar hukum internasional dan faktanya Cina
    membangunnya di zona ekonomi eksklusif Filipina."

    ---

    Saya kira sampai tahun 2020 sekarang dst. sikap Duterte tetap
    sama. Sebab, memang seperti itulah umumnya sikap masyarakat ASEAN
    yang sejak terbentuknya dijadikan proksi nekolim. Sekalipun
    begitu hingga datangnya krisis moneter tahun 1996 ASEAN boleh
    berbangga sebagai kawasan damai..

    --- SADAR@... wrote:


          Presiden Duterte Tak Mau Filipina Jadi Umpan Amerika Serikat

        Reporter:


                Non Koresponden

        Editor:


                Suci Sekarwati

        Rabu, 10 Juli 2019 09:23 WIB

        
https://dunia.tempo.co/read/1222974/presiden-duterte-tak-mau-filipina-jadi-umpan-amerika-serikat

        Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Sumber:
        Reuters/asiaone...comPresiden Filipina, Rodrigo Duterte.
        Sumber: Reuters/asiaone.com

        *TEMPO.CO*,*Jakarta*- Presiden FilipinaRodrigo Duterte
        <https://www.tempo.co/tag/rodrigo-duterte>menuding Amerika
        Serikat telah menjadikan sekutu-sekutunya sebagai umpan untuk
        Beijing. Sindiran itu dilontarkan terkait sengketa Laut Cina
        Selatan antara Cina - Filipina.

        "Kalau Washington ingin Filipina memerangi Cina, maka militer
        Amerika Serikat harus datang duluan dan lebih dulu melepaskan
        tembakan. Selalu ada momen Amerika Serika menekan kami,
        menyemangati kami, membuat kami menjadi umpan mereka. Menurut
        Anda masyarakat Filipina ini cacing tanah?, " kata Presiden
        Duterte, dalam sebuah pidatonya di Provinsi Leyte, Filipina,
        Jumat, 5 Juli 2019, namun baru diketahui media dua hari kemudian.

        Baca juga:Duterte Menolak Investigasi Internasional Soal
        Perang Narkoba
        
<https://dunia.tempo.co/read/1213112/duterte-menolak-investigasi-internasional-soal-perang-narkoba>

            alt <https://twitter.com/ICYMIvideo>
            ICYMI@ICYMIvideo
            <https://twitter.com/ICYMIvideo>
            <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904>

            If America shoots at #China
            <https://twitter.com/hashtag/China?src=hash> first,
            President of the #Philippines
            <https://twitter.com/hashtag/Philippines?src=hash>
            #RodrigoDuterte
            <https://twitter.com/hashtag/RodrigoDuterte?src=hash> says
            he will shoot next... so watch this space! ���� ���� ����
            ... ... ...#SouthChinaSea
            <https://twitter.com/hashtag/SouthChinaSea?src=hash>
            #Duterte <https://twitter.com/hashtag/Duterte?src=hash>
            #Trump <https://twitter.com/hashtag/Trump?src=hash> #POTUS
            <https://twitter.com/hashtag/POTUS?src=hash> #WW3
            <https://twitter.com/hashtag/WW3?src=hash> #Philippines
            <https://twitter.com/hashtag/Philippines?src=hash> #China
            <https://twitter.com/hashtag/China?src=hash> #war
            <https://twitter.com/hashtag/war?src=hash>

            Embedded video
            <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904>
            84
            <https://twitter.com/intent/like?tweet_id=1148275556686843904>
            1:00 AM - Jul 9, 2019
            <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904>
            Twitter Ads info and privacy
            <https://support.twitter.com/articles/20175256>

        86 people are talking about this
        <https://twitter.com/ICYMIvideo/status/1148275556686843904>

        Baca juga:Rodrigo Duterte Mengaku Takut Karma dan Percaya
        Tuhan
        
<https://dunia.tempo.co/read/1197004/rodrigo-duterte-mengaku-takut-karma-dan-percaya-tuhan>

        Dikutip dari rt.com, Rabu, 10 Juli, Duterte mengatakan Amerika
        Serikat harusnya membawa sendiri pesawat-pesawat tempurnya ke
        Laut Cina Selatan, menjadi pihak pertama yang melepaskan
        tembakan dan Filipina akan berada di belakang negara itu.
        Manila saat ini merasa seperti sandwich setelah Amerika
        Serikat menuntut negara itu agar bersikap lebih tegas pada
        Beijing yang memperluas wilayah lautnya di Laut Cina Selatan,
        khususnya di pulau-pulau yang diklaim milik Filipina.

        "Silakan perang, Anda ingin masalah kan? Ok, mari kita lakukan
        itu. Cina tidak seharusnya membangun pulau-pulau buatan di
        laut. Ini jelas melanggar hukum internasional dan faktanya
        Cina membangunnya di zona ekonomi eksklusif Filipina. Mereka
        (Amerika Serikat) membiarkan Cina melakukan pembangunan di
        sana. Semua persenjataan sudah ada disana, rudal pun sudah
        diisi," kata Duterte.

        ADVERTISEMENT

        Sebelumnya pada Juni lalu, sebuah perahu nelayan Filipina
        ditabrak oleh sebuah kapal asal Cina hingga tenggelam.
        Sebanyak 22 awak kapal dibiarkan berjuang sendiri
        menyelamatkan diri. Kejadian ini disebut militer Filipina
        sebagai tabrak lari di wilayah laut. Para awak kapal itu
        semuanya diselamatkan oleh sebuah kapal dari Vietnam.

        PresidenDuterte<https://www.tempo.co/tag/rodrigo-duterte>menganggap
        insiden itu sebagai kecelakaan kecil di laut dan menyerukan
        agar militer Filipina menahan diri dari Beijing. Duterte
        menolak untuk memperburuk situasi karena dia menyadari pihakya
        tak akan pernah menang dalam pertempuran melawan Cina.




Kirim email ke