Bisnis.com, JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mengaku
siap menerima pesanan kereta dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan
mulai membicarakan tahun ini.

GM Sekretaris Perusahaan INKA Puguh Dwi Tjahjono mengatakan, secara teknis
pihaknya memiliki kesiapan untuk menerima order tersebut. Produk kereta
Bandara Soekarno-Hatta bisa digunakan sebagai referensi awal.

"Tahap awal ini baru penjajakan dan menyepakati soal spesifikasi. Tim dari
INKA dan KCI akan menentukan standar spesifikasi yang diharapkan," kata
Puguh kepada *Bisnis*, Kamis (11/4/2019).

Dia menambahkan, proyek kereta pesanan KCI kemungkinan akan menjadi unit
pertama yang diproduksi di Workshop Banyuwangi. (Catatan : Pabriknya baru
selesai Augustus 2020) Namun, untuk target jumlah pesanan awal atau
pengiriman unit belum dibicarakan lebih lanjut.

Kendati demikian, Puguh optimistis harga yang ditawarkan oleh INKA lebih
kompetitif dibandingkan dengan produksi negara lain. Terlebih, akan ada
beberapa komponen yang menggunakan bahan baku lokal.

Di sisi lain, standar keselamatan, kenyamanan dan keandalan akan
dibicarakan bersama antara tim KCI dan INKA. Sebelumnya, Direktur Teknik
KCI John Roberto akan menginisiasi pembelian kereta produksi baru mulai
2021.

Pada tahun ini, KCI berencana memulai inisiasi tersebut dengan berbicara
dengan produsen dari Jepang maupun PT Industri Kereta Api (Persero). Di
sisi lain, INKA saat ini belum bisa memproduksi kereta sesuai kebutuhan KCI.

Apabila INKA belum bisa memproduksi kereta, lanjutnya, KCI akan melakukan
negosiasi dengan pabrikan di Jepang. Akan tetapi, sisi perawatan maupun
pemberian kandungan komponen lokal akan diserahkan kepada INKA, sebagai
bentuk transfer teknologi.

Catatan : INKA Madiun sudah mengexport gerbong kereta api ke Bangladesh.
Specifikasinya lain untuk LRT dan MRT ? INKA Banyuwangi dibangun sejak
November 2019, selesai Augustus 2020, dengan kapacitas produksi 4 gerbong
per hari di atas tanah 83.4 ha.

Kirim email ke