-------- Forwarded Message --------
Subject: [nasional-list] Tanggapi WHO, Pemerintah Nyatakan Wabah Corona
sebagai Bencana Nasional
Date: Sun, 15 Mar 2020 00:39:12 +0100
From: Sunny ambon [email protected] [nasional-list]
<[email protected]>
https://nasional.kompas.com/read/2020/03/14/21353071/tanggapi-who-pemerintah-nyatakan-wabah-corona-sebagai-bencana-nasional?utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=coronabencananasional_05.00&webPushId=NDQzNDA=
Tanggapi WHO, Pemerintah Nyatakan Wabah Corona sebagai Bencana Nasional
Kompas.com - 14/03/2020, 21:35 WIB
AKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Penanganan Corona Achmad
Yurianto mengatakan, Pemerintah Indonesia menyatakan penyebaran virus
corona sebagai bencana nasional.
Hal ini disampaikan Yuri, menanggapi surat dari Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO) yang meminta Presiden Jokowi mendeklarasikan darurat
nasional virus corona.
"Bukan darurat nasional. Ini sudah bencana nasional. Darurat nasional
gimana? Kalau dipegang BNPB kan sudah bencana nasional ini," kata Yuri
di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).
Baca juga: _Pemkot Depok Liburkan Sekolah Dua Pekan Cegah Penyebaran
Covid-19_
Namun demikian, Yuri menegaskan, sampai saat ini, pemerintah tidak akan
melakukan lockdown atau mengisolasi suatu daerah yang diwaspadai sebagai
penyebaran virus corona.
"Lockdown bukan pilihan. Untuk saat ini bukan pilihan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, WHO menyurati Presiden Joko Widodo terkait
penanganan virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 di Indonesia.
Dalam surat itu, WHO meminta Presiden Jokowi melakukan sejumlah langkah,
termasuk mendeklarasikan darurat nasional virus corona.
Surat tersebut ditandatangani Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom dan
dikirimkan ke Jokowi pada 10 Maret lalu.
Surat itu juga diteruskan kepada Kementerian Kesehatan dan Kementerian
Luar Negeri. Pelaksana Tugas Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah
membenarkan surat tersebut.
"Betul," kata dia saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat.
Dalam surat itu, Tedros awalnya mengapresiasi upaya pemerintah RI dalam
menangani corona. Ia menyebutkan, setiap negara harus melakukan langkah
terukur untuk mencegah penyebaran virus yang pertama kali muncul di
China ini.
Baca juga: _Ketua Sebut Gugus Penanganan Covid-19 Masih Sempurnakan Tupoksi
_
__
Sayangnya, di beberapa negara WHO menemukan adanya sejumlah kasus tak
terdeteksi yang membuat penyebaran virus ini meluas dan akhirnya
menyebabkan banyak korban jiwa.
Oleh karena itu, kata Tedros, WHO terus mendorong setiap negara untuk
terus melakukan uji laboratorium terhadap orang yang dicurigai telah
terinfeksi virus corona.
"Khususnya di negara yang memiliki populasi besar dan fasilitas
kesehatan yang tak merata di setiap wilayah," kata Tedros.