-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://bali.antaranews.com/berita/184814/akademisi-singaraja-bali-obat-herbal-mampu-lawan-covid-19


Akademisi Singaraja-Bali: obat herbal mampu lawan COVID-19

Minggu, 15 Maret 2020 21:04 WIB

Jahe merah tembus Rp100 ribu di Pasar Senen (ANTARA)
Singaraja (ANTARA) - Obat herbal meningkatkan kekebalan tubuh secara signifikan 
sehingga mampu melawan serangan virus corona atau COVID-19, kata akademisi 
Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Bali, I Gede 
Sutana, S.Kes.H., M.Si.

"Tanaman herbal 'taru pramana' atau herbal Bali contohnya mampu memperkuat 
kekebalan tubuh. Tanaman-tanaman tersebut seperti meniran, temulawak dan segala 
buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk dan sejenisnya," kata Sutana di 
Singaraja, Kabupaten Buleleng, Minggu.

Menurut dia konsumsi minuman herbal sudah menjadi budaya orang Bali dan 
Nusantara sejak dulu. Namun, sudah mulai ditinggalkan karena diganti dengan 
minuman modern yang lebih praktis dan mudah didapat maupun diolah (siap saji)..

Padahal, kata dia, minuman-minuman tersebut (instan), bukan malah menyehatkan, 
tapi bisa saja merugikan bagi tubuh, karena sudah bercampur dengan senyawa 
kimia dan pengawet.

Baca juga: Obsesi jadikan Bali sebagai pusat pengembangan herbal

Sutana mencontohkan minuman temulawak yang banyak ditemukan di pasaran yang 
lebih praktis tinggal minum, namun dicampur dengan pengawet dan perasa. "Orang 
kadang lebih memilih yang praktis. Tanpa melihat efek samping dan bahayanya," 
katanya.

Pihaknya memaparkan jenis umbi-umbian seperti temulawak, kunyit, kencur, jahe 
(merah/putih), lengkuas, temu putih, temu mangga sangat baik digunakan 
meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga tubuh mampu melawan berbagai jenis virus 
maupun penyakit.

Kesemuanya jenis umbi tersebut mengandung kurkumin, zat anti inflamasi dan anti 
bakteri, serta mengandung anti oksidan yg dapat meningkatkan sistem imunitas 
tubuh sehingga membantu tubuh mengatasi serangan bakteri/virus yg masuk ke 
dalam tubuh.

Selain jenis umbi, jenis buah juga sangat baik. Buah seperti jeruk, lemon, 
pepaya, anggur, berry, mengkudu, segala jenis buah yg mengandung antioksidan 
dan vitamin C juga sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan 
sistem metabolisme.

"Bahkan, jenis daun juga sangat baik. Saya ambil contoh daun kelor, sirih dan 
meniran. Jenis daun ini kaya akan zat anti oksidan dan anti inflamasi dan 
antiseptik mampu mengatasi serangan bakteri/virus yang menyerang tubuh," kata 
akademisi muda itu.

Baca juga: Bali lindungi pengobatan leluhur "back to nature"

Ia menambahkan bahwa jenis daun pegagang (piduh) juga baik untuk meregenerasi 
sel-sel tubuh yg rusak akibat serangan virus/bakteri. Bahan herbal itu dapat 
diolah dengan sangat sederhana. "Bisa dijadikan bumbu seperti jenis umbi-umbian 
semisal jahe, kencur, kunyit, lengkuas, serta rempah-rempah seperti pala, 
cengkih yang biasa digunakan oleh orang Indonesia sejak dulu," katanya.

Menurut dia, bumbu-bumbu ini biasa dikonsumsi setiap hari. "Secara tidak sadar 
kita telah memelihara kesehatan kita dengan cara mengonsumsi bumbu yg berasal 
dari rempah dan umbi," katanya.

Pengolahan kedua bisa dengan cara dibuat jamu, yakni jenis umbi dan daun ini 
dijadikan jamu dengan cara sederhana yakni bahan-bahan diolah tunggal (satu 
jenis umbi saja) atau bisa dengan beberapa jenis dicampur dan diracik menjadi 
satu. "Contohnya temulawak, jahe, kencur, kunyit direbus dengan tiga gelas air. 
Direbus hingga mendidih, kemudian airnya disaring dan diminum," katanya.

Selain itu, temulawak, kunyit, jahe, kencur bisa diparut, diperas, disaring 
diambil saripatinya, kemudian ditambah sedikit air hangat dan perasan jeruk 
nipis, kemudian diminum. "Bisa juga dengan cara dikonsumsi langsung seperti 
aneka buah dan daun," katanya.

 
Pewarta : Naufal Fikri Yusuf/BA Purnomo
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA






Kirim email ke