*Utang US$ 410 miliar masih belum apa-apa, jangan dikhawatirkan, karena
masih bisa pinjam. hehehehehehe*


https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/14738/utang_luar_negeri_ri_tembus_us__410_8_miliar
*Utang Luar Negeri RI Tembus US$ 410,8 Miliar*

Senin , 16 Maret 2020 | 12:47


JAKARTA - Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Januari 2020
tercatat 410,8 miliar dolar AS, tumbuh 7,5 persen (dibanding tahun
lalu/yoy) namun melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 7,7
persen.

"Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan ULN swasta,"
kata Departemen Komunikasi (Dekom) Bank Indonesia (BI) dalam info
terbarunya di Jakarta, Senin (16/3/2020).


ULN Januari tersebut terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank
sentral) sebesar 207,8 miliar dolar AS dan ULN sektor swasta (termasuk
BUMN) sebesar 203,0 miliar dolar AS.

Dijelaskan, pada Januari 2020, ULN swasta tumbuh 5,8 persen (yoy), menurun
dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,5 persen
(yoy), yang dipengaruhi oleh perlambatan ULN lembaga keuangan.

Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan
asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA),
sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.


Pangsa ULN pada keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai
77,3 persen, kata Dekom BI.

Sementara itu, ULN pemerintah tumbuh sedikit meningkat dibandingkan bulan
sebelumnya. Posisi ULN pemerintah pada akhir Januari 2020 tercatat sebesar
204,9 miliar dolar AS atau tumbuh 9,5 persen (yoy).

Perkembangan ULN pemerintah didominasi oleh arus dana investor nonresiden
di pasar Surat Berharga Nasional (SBN), termasuk dari penerbitan obligasi
global dalam mata uang dolar AS dan euro.


Penerbitan obligasi global merupakan bagian dari strategi pembiayaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan memanfaatkan kondisi
pasar keuangan yang relatif stabil dan persepsi positif yang kuat dari
investor pada awal tahun.

Diungkapkan, posisi obligasi global pada Januari 2020 meningkat sebesar 2,7
miliar dolar AS atau tumbuh 8,1 persen (yoy).Sementara itu, posisi SBN
domestik meningkat sebesar 2,4 miliar dolar AS atau tumbuh 21,9 persen
(yoy).

Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan pada
beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan
kegiatan sosial (23,5 persen dari total ULN pemerintah), sektor jasa
pendidikan (16,3 persen), sektor konstruksi (16,2 persen), sektor jasa
keuangan dan asuransi (12,9 persen), serta sektor administrasi pemerintah,
pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6 peren).


Menurut Dekom BI, struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung dengan
penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap
Produk Domestik Bruto (PDB) pada Januari 2020 sebesar 36,0 persen, menurun
dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka
panjang dengan pangsa 89,3 persen dari total ULN.

"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan
Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN,
didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,"
katanya.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan
pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas
perekonomian, kata Dekom BI. *(E-3)*

Kirim email ke