-- 
j.gedearka <[email protected]>




https://mediaindonesia.com/read/detail/297021-jokowi-alihkan-anggaran-dinas-rp40-t-demi-topang-daya-beli-rakyat



Senin 16 Maret 2020, 19:00 WIB

Jokowi Alihkan Anggaran Dinas Rp40 T Demi Topang Daya Beli Rakyat

Dhika kusuma winata | Ekonomi
 
Jokowi Alihkan Anggaran Dinas Rp40 T Demi Topang Daya Beli Rakyat

Antara Foto/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo
 

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan agar penggunaan anggaran kerja 
kementerian dapat turut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah 
pandemi global virus korona. Salah satunya dilakukan dengan menahan alokasi 
anggaran perjalanan dinas maupun pertemuan-pertemuan yang harus dikurangi di 
saat adanya wabah.

"Anggaran-anggaran yang berkaitan dengan paket-paket perjalanan dinas dan 
pertemuan-pertemuan yang tidak perlu ini agar ditahan terlebih dahulu sehingga 
anggaran yang ada itu diarahkan sebesar-besarnya untuk menolong masyarakat, 
buruh, petani, nelayan, pekerja, dan usaha mikro dan kecil," kata Presiden 
dalam rapat terbatas dengan para menteri melalui video konferensi, Senin (16/3).

Jokowi membeberkan terdapat anggaran sebesar sekitar Rp40 triliun dari 
paket-paket perjalanan dinas yang nantinya dapat diarahkan untuk kebutuhan 
masyarakat yang lebih mendasar.

"Ini ada kurang lebih Rp40-an triliun yang segera nantinya bisa dialirkan untuk 
program-program yang berkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat, yang 
berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat, baik itu petani, nelayan, 
pekerja, buruh, usaha mikro dan kecil," tutur Presiden.

Baca juga: Presiden Jamin Stok Sembako Aman Hadapi Puncak Covid-19

Selain itu, Jokowi juga meminta program dana desa agar menjadi salah satu 
instrumen pendukung dalam menjaga daya beli masyarakat menghadapi masa wabah 
korona. Anggaran dana desa sebesar Rp72 triliun diminta diprioritaskan untuk 
program-program padat karya atau produktif di desa-desa.

"Kemudian yang berkaitan dengan PKH (Program Keluarga Harapan) tahap kedua, 
tolong ini juga menyangkut uang yang besar agar bisa segera dimulai dan kalau 
bisa tolong juga dilihat apakah ada kemungkinan Menteri Keuangan menambah 
besaran dari PKH ini sehingga akan memperkuat daya beli masyarakat," 
tukasnya.(OL-4)






Kirim email ke