https://nasional.tempo.co/read/1320535/bnpb-perpanjang-masa-darurat-corona-sampai-29-mei-2020


*Koalisi Desak Jokowi Copot Terawan Karena Anggap Enteng Corona*

Reporter:
*Ahmad Faiz Ibnu Sani*

Editor:
*Syailendra Persada*

Selasa, 17 Maret 2020 12:15 WIB

[image: Koalisi Desak Jokowi Copot Terawan Karena Anggap Enteng Corona]
<https://nasional.tempo.co/read/1320535/bnpb-perpanjang-masa-darurat-corona-sampai-29-mei-2020>*Presiden
Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto
menyampaikan konferensi pers terkait virus corona di Istana Merdeka,
Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. Dua WNI yang positif virus corona tersebut
saat ini dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso,
Jakarta Utara. ANTARA*

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Koalisi Masyarakat Sipil mendesak
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memecat Menteri Kesehatan Terawan Agus
Putranto. Salah satu anggota koalisi, aktivis Migrant Care, Anis Hidayah,
mengatakan sejak awal wabah virus corona (Covid-19) muncul, Terawan
<https://www.tempo.co/tag/terawan> menunjukkan sikap pongah, menganggap
enteng, anti-sains, serta memandang rendah persoalan. Hal ini berakibat
pada hilangnya kewaspadaan.

"Kami mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengganti Menkes
Terawan dengan figur yang lebih paham kesehatan publik, punya kepekaan
krisis, yang akan memandu kita melewati krisis kesehatan terburuk ini,"
kata Anis dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Maret 2020.

Anis dan kalangan aktivis lain mencatat beberapa kesalahan mendasar yang
Terawan lakukan. Pertama, ia menyatakan pasien yang sembih dari Covid-19
akan imun. Padahal, menurut Anis pengalaman di negara lain menunjukkan hal
sebaliknya.

Kedua, kata Anis, Terawan gagal mengkoordinasikan rumah sakit agar sigap
dalam pemeriksaan dan penanganan Covid-19. "Termasuk memastikan
ketersediaan dana/anggaran dan alat, menjaga mutu/kualitas kerja tenaga
kesehatan, tenaga administrasi, pusat data dan informasi di RS, terutama di
waktu krisis sekarang" tuturnya.

Ketiga, adanya monopoli pemeriksaan sampel hasil tes swab di Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jakarta yang memperlambat respons
tanggap darurat corona
<https://metro.tempo.co/read/1320479/cegah-virus-corona-anies-teken-surat-edaran-asn-kerja-dari-rumah>
..

Koalisi ini terdiri dari sejumlah LSM seperti Migrant Care, KontraS,
Lokataru, YLBHI, LBH Masyarakat, Walhi, PKBI, YLKI, PSHK, Amnesty
International Indonesia, AJAR, P2D. Menurut Anis, risiko yang Indonesia
hadapi saat ini tidak dapat ditangani tanpa sosok Menteri Kesehatan yang
paham kebijakan publik. Ia mencontohkan bagaimana rumah sakit bisa bekerja
secara serius jika menteri kesehatan menganggap Covid-19 sama dengan flu
biasa dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Kirim email ke