-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1363258/eu-berupaya-cegah-as-ambil-alih-perusahaan-riset-vaksin-corona



EU berupaya cegah AS ambil alih perusahaan riset vaksin corona

Selasa, 17 Maret 2020 22:31 WIB

Vaksin corona dikembangkan (Ant)
Para pemimpin akan membahas apa yang dapat dilakukan untuk mencegah 
pengambilalihan jahat oleh perusahaan-perusahaan AS di bidang penelitian
Brussels (ANTARA) - Para pemimpin Uni Eropa (EU) pada Selasa akan membahas 
upaya untuk mencegah AS mengambil alih perusahaan-perusahaan riset yang 
berbasis di EU yang berada di garis depan dalam mengembangkan obat-obatan dan 
vaksin terhadap virus corona, kata para pejabat.

Pembicaraan itu, yang akan dilakukan melalui konferensi video luar biasa 
mengenai tanggapan EU terhadap krisis virus, terjadi sehari setelah Komisi 
Eropa menjanjikan bantuan keuangan kepada sebuah perusahaan Jerman 
pascamunculnya laporan bahwa Washington berusaha membujuk perusahaan tersebut 
untuk memindahkan penelitiannya ke Amerika. Serikat.

"Para pemimpin akan membahas apa yang dapat dilakukan untuk mencegah 
pengambilalihan jahat oleh perusahaan-perusahaan AS di bidang penelitian," kata 
seorang diplomat, menambahkan bahwa dalam konferensi video jam 5 sore waktu 
setempat, para pemimpin EU juga akan mempertimbangkan pendanaan baru untuk 
sektor ini dalam perang melawan virus corona.

Komisi itu pada Senin menjanjikan 80 juta euro ($ 88 juta) kepada CureVac yang 
berbasis di Jerman, sebuah perusahaan bioteknologi yang menurut eksekutif EU 
telah mengembangkan teknologi baru yang dapat memangkas biaya vaksin dan 
memberikan respons cepat terhadap COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus 
corona baru.

Baca juga: Sumber daya langka, Uni Eropa diminta bersatu melawan virus corona
Baca juga: EU belum rencanakan pembatasan perjalanan Schengen terkait corona

Sumber pemerintah Jerman mengatakan pada Minggu bahwa pemerintah AS sedang 
mencari cara untuk mendapatkan akses ke vaksin potensial yang sedang 
dikembangkan oleh CureVac.

CureVac mengatakan pada Senin malam bahwa pihaknya belum menerima tawaran 
pengambilalihan dari Amerika Serikat.

"Ini bukan hanya tentang CureVac. Banyak perusahaan lain juga menjadi 
perhatian," kata seorang pejabat EU kepada Reuters, merujuk pada agenda 
konferensi video para pemimpin EU itu.

"Ada kontak yang sangat kuat antara perusahaan dan negara-negara anggota. Kami 
sedang mencari jalan untuk melangkah bersama," kata pejabat itu.

Sebelumnya pada Maret, Komisi itu berkomitmen hingga 45 juta euro untuk 
penelitian vaksin dan perawatan virus corona.

"Saya bangga bahwa kami memiliki perusahaan-perusahaan terkemuka seperti 
CureVac di EU. Rumah mereka ada di sini," kata ketua Komisi EU, Ursula von der 
Leyen, ketika ia mengumumkan pendanaan EU untuk perusahaan itu.

Pada konferensi video tersebut, para pemimpin EU juga akan membahas 
langkah-langkah untuk membatasi penyebaran penyakit ini melintasi perbatasan 
internal dan eksternal blok itu, dan dampak ekonomi yang ditimbulkan wabah pada 
Eropa.

Sumber: Reuters

Baca juga: Uni Eropa siap dukung penanganan COVID-19 di ASEAN
Baca juga: Akibat virus corona, Arab Saudi tunda penerbangan ke Uni Eropa

Penerjemah: Gusti Nur Cahya Aryani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke