-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://mediaindonesia.com/read/detail/297782-kpk-minta-aktor-intelektual-penyerang-novel-diungkap


Kamis 19 Maret 2020, 22:20 WIB

KPK Minta Aktor Intelektual Penyerang Novel Diungkap

Dhika Kusuma Winata  | Politik dan Hukum
 
KPK Minta Aktor Intelektual Penyerang Novel Diungkap

Antara
Dua tersangka (baju orange) penyerang Novel Bawesdan
 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai dakwaan jaksa dalam kasus 
penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan masih belum mengungkap 
aktor intelektual di baliknya. KPK meminta jaksa untuk mengorek lebih dalam 
fakta-fakta dan mengembangkannya kepada dalang penyerang Novel.

"Jaksa penuntut umum kami harap akan berupaya maksimal mengungkap fakta-fakta 
hukum. Tidak hanya berhenti pada para terdakwa saat ini saja tapi juga dapat 
dikembangkan ke motif dan aktor intelektual di belakangnya," kata Ali kepada 
wartawan, Kamis (19/3).

Dalam sidang dakwaan dua terdakwa kasus tersebut yakni Rahmat Kadir dan Ronny 
Bugis, jaksa mendakwa keduanya melakukan penganiayaan berat terencana terhadap 
Novel. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara.

Keduanya dikenakan Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP 
Subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsider 
Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam dakwaannya, jaksa tidak menyebut adanya aktor intelektual dalam kasus 
penyiraman air keras kepada Novel yang terjadi pada 2017 silam itu. Jaksa 
menyatakan motif dua polisi aktif tersebut menyerang Novel lantaran urusan 
pribadi.

Tim advokasi Novel, Saor Siagian, mempersoalkan tidak munculnya pihak yang 
kemungkinan menyuruh Rahmat dan Ronny melakukan penyiraman. Ia pun khawatir 
kasus tersebut hanya akan berhenti pada pelaku lapangan tanpa menyentuh dalang 
di baliknya.

"Dalam dakwaan jaksa tidak terdapat fakta atau informasi siapa yang menyuruh 
melakukan," ucapnya.

Menurut Saor, alasan pribadi pelaku sebagai motif untuk melakukan penyerangan 
terasa janggal lantaran Novel tidak mengenal keduanya. Saor menduga ada motif 
lain lantaran Novel merupakan penyidik yang mengusut sejumlah kasus besar. 
(OL-2)
 







Kirim email ke