*NKRI lagi sakit perut menuju diare alias mencret-mencret, maka oleh karena tak banyak hal yang akan bisa dilakukan. Untuk menutupi penyakit diare ini, dari istana akan ditrompetkan sebagai lagu argumen "gara-gara jahanam Covid-19". Dibalik lagu manis pahit ini adalah tangan-tangan gatal penguasa yang mencuri uang negara. Bayangkan saja tiap rezim neo-Mojopahit ada saja peristiwa istimewa yang merugikan negara, dari zaman Suharto (the smiling general) hingga zaman Jokowi. Yang mujur tentu saja klik neo-Mojjopahit. Jadi ini harga matinya NKRI.*
https://www.antaranews.com/berita/1367942/stafsus-beberapa-proyek-bumn-ditinjau-ulang-termasuk-kereta-cepat *NKRI lagi sakit perut menuju diare alias mencret-mencret, maka oleh karena tak banykak hal yang akan bisa dilakukan. Untuk menutupi penyakit diare ini, dariistana akan ditrompetkan sebagai argumen lagu gara-gara jahanam Coid-19. Dibalik lagu manis pahit ini adalah tangan-tangan gatal penguasa yang mencuri uang negara. Bayangkan saja tiap rezim neo-Mojopahit ada saja peristiwa istimewa yang merugikan negara, dari zaman Suharto (the smiling general) hingga zaman Jokowi. Yang mujur tentu saja klik neo-Mojjopahit.* https://www.antaranews.com/berita/1367942/stafsus-beberapa-proyek-bumn-ditinjau-ulang-termasuk-kereta-cepat *Stafsus: Beberapa proyek BUMN ditinjau ulang, termasuk kereta cepat* *Kamis, 19 Maret 2020 19:53 WI* *Kereta api cepat masih tunggu keputusan dari Kementerian PUPR* Jakarta (ANTARA) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan penyebaran Virus Corona baru atau COVID-19 di dalam negeri belum mempengaruhi aktivitas bisnis BUMN. "Berjalan masih, *delay* belum ada," ujar Staf Khusus (Stafsus) Kementerian BUMN Arya Sinulingga melalui konferensi video di Jakarta, Kamis. Pihaknya akan terus memantau perkembangan bisnis BUMN agar tidak terkendala di tengah pandemi COVID-19. Saat ini, lanjut dia, terdapat beberapa proyek yang sedang dalam peninjauan ulang, salah satunya proyek kereta cepat. "Kereta api cepat masih tunggu keputusan dari Kementerian PUPR," ucap Arya. *Baca juga: **Kementerian PUPR putuskan kelanjutan proyek KCIC pada pekan ini* <https://www.antaranews.com/berita/1346302/kementerian-pupr-putuskan-kelanjutan-proyek-kcic-pada-pekan-ini> Terkait pelemahan rupiah terhadap dolar AS, pihaknya juga menilai hal itu belum memberikan pengaruh terhadap BUMN. *Baca juga: **Rupiah terkulai dekati level Rp16.000 per dolar, pasar panik* <https://www.antaranews.com/berita/1367446/rupiah-terkulai-dekati-level-rp16000-per-dolar-pasar-panik> "Ini kan berdampak terhadap semua, tidak hanya Indonesia, semua negara mengalami penurunan (mata uang), jadi ya kita lihat situasi saja dulu, dari BUMN kan lihat situasi saja dulu," katanya. Arya juga mengatakan tidak ada utang jatuh tempo BUMN untuk waktu dekat. "Siap-siap sih bisa saja. Sekarang ini masih naik turun, kalau negosiasi juga susah. Dinegosiasi sekian, lalu tiga bulan berubah lagi, ya rugi kita. Masih lihat situasi lah kita. Jangan panik dan tetap tenang," katanya. *Baca juga: **BI: Rupiah tertekan akibat turunnya aliran modal asing ke Indonesia* <https://www.antaranews.com/berita/1367846/bi-rupiah-tertekan-akibat-turunnya-aliran-modal-asing-ke-indonesia> Pewarta: Zubi Mahrofi Editor: Risbiani Fardaniah COPYRIGHT © ANTARA 2020 *Kamis, 19 Maret 2020 19:53 WI* *Kereta api cepat masih tunggu keputusan dari Kementerian PUPR* Jakarta (ANTARA) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan penyebaran Virus Corona baru atau COVID-19 di dalam negeri belum mempengaruhi aktivitas bisnis BUMN. "Berjalan masih, *delay* belum ada," ujar Staf Khusus (Stafsus) Kementerian BUMN Arya Sinulingga melalui konferensi video di Jakarta, Kamis. Pihaknya akan terus memantau perkembangan bisnis BUMN agar tidak terkendala di tengah pandemi COVID-19. Saat ini, lanjut dia, terdapat beberapa proyek yang sedang dalam peninjauan ulang, salah satunya proyek kereta cepat. "Kereta api cepat masih tunggu keputusan dari Kementerian PUPR," ucap Arya. *Baca juga: **Kementerian PUPR putuskan kelanjutan proyek KCIC pada pekan ini* <https://www.antaranews.com/berita/1346302/kementerian-pupr-putuskan-kelanjutan-proyek-kcic-pada-pekan-ini> Terkait pelemahan rupiah terhadap dolar AS, pihaknya juga menilai hal itu belum memberikan pengaruh terhadap BUMN. *Baca juga: **Rupiah terkulai dekati level Rp16.000 per dolar, pasar panik* <https://www.antaranews.com/berita/1367446/rupiah-terkulai-dekati-level-rp16000-per-dolar-pasar-panik> "Ini kan berdampak terhadap semua, tidak hanya Indonesia, semua negara mengalami penurunan (mata uang), jadi ya kita lihat situasi saja dulu, dari BUMN kan lihat situasi saja dulu," katanya. Arya juga mengatakan tidak ada utang jatuh tempo BUMN untuk waktu dekat. "Siap-siap sih bisa saja. Sekarang ini masih naik turun, kalau negosiasi juga susah. Dinegosiasi sekian, lalu tiga bulan berubah lagi, ya rugi kita. Masih lihat situasi lah kita. Jangan panik dan tetap tenang," katanya. *Baca juga: **BI: Rupiah tertekan akibat turunnya aliran modal asing ke Indonesia* <https://www.antaranews.com/berita/1367846/bi-rupiah-tertekan-akibat-turunnya-aliran-modal-asing-ke-indonesia> Pewarta: Zubi Mahrofi Editor: Risbiani Fardaniah COPYRIGHT © ANTARA 2020
