17 Mar 2020 06:36:13
Kronologi penangkapan 9 warga yang memperjuangkan haknya



Salah satu Pimpinan Pembaru Lotim yg sempat dipukul kemudian ditangkap_dokpri

TAJUKLOMBOK. COM - Selasa tanggal 17 Maret pagi hari sekitar pukul 09.00 wita 
truk material perusahaan datang untuk membuat pal batas namun di hadang 
masyarakat karena masih dalam kejelasan hak, sopir truk pun menyatakan tidak 
akan melanjutkan pekerjaannya jika masyarakat masih menolak.

Sekitar 15 menit kemudian pihak perusahaan datang untuk tetap mendorong 
aktifitas tersebut berjalan dengan bersandar surat izin namun masyarakat 
menolak, selanjutnya disaat yang bersamaan pihak perusahaan mulai 
mengintiimidasi masyarakat dengan menggunakan kata kata yang kasar dan mulai 
menggerakkan alat berat untuk meenggusur lahan masyarakat.

Bersamaan dengan itu, pihak apparat mulai berdatangan dari polsek sembalun dan 
polres Lombok Timur beserta pihak BPN juga mulai terlibat perdebatan, ditengah 
alat berat tersebut tetap menggusur kebun mente masyarakat. Salah seorang warga 
amaq apri yang sedang berdebat dengan pihak kepolisian dan BPN karena telah 
menelantarkan lahan dan izin yang belum jelas di masyarakat, di tengah 
perdebatan itu pihak perusahaan juga mmulai menghidar dari perdebatan.

Perdebatan tersebut di akhiri oleh tindakan kekerasan apparat kepolisian dan 
pihak kepolisian juga menyatakan untuk membela perusahaan sepenuhnyaserta 
mengabaikan masyarakat dengan ancman pihak kepollisian tidak akan bertanggung 
jawab jika masih mempertahankan lahan.

Sekitar pukul 11.45 pihak kepolisian langsung memotong penjelasan dari 
masyarakat bahkan tidak diberikan kesempatan untuk berbicra lagi, lalu tanpa 
pikir panjang pihak kepolisian mulai memukul mundur masyarakat, akibatnya salah 
seorang pimpinan Pembaru yaitu Sahrama Wijaya yang juga terlibat dalam 
perdebatan terkena pukulan menggunkan pentungan hingga hidung nya berdarah. 
Tidak hanya itu para pemuda desa juga di tendang oleh pihak kepollisian karena 
ingin melindungi kawannya.

Di tengah kericuhan tersebut, secara sembarangan menarik warga satu persatu ke 
mobil polisi, baru diketahui hanya 9 warga yang di tangkap termasuk pimpinan 
organisasi. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya


Kirim email ke