Data dari orang yg terkena coronavirus (numerator) dari Indonesia tidak bisa 
dipercaya dibanding dgn negara2 yg telah melakukan puluhan ribu atau ratusan 
ribu virus test (denominator). 
Data (numerator) dari Amerika saja minggu yg lalu jauh berbeda dgn minggu ini 
karena lebih banyak penduduk yg mendapat tes (AS masih kekurangan alat tes). 
Tetapi masih jauh dari mendekati kebenaran. Seperti kita ketahui, lebih banyak 
orang/penduduk yg di tes tentunya data nya akan lebih akurat. Namun, tidak ada 
negara yg bisa melalukan tes utk seluruh penduduknya, barangkali kecuali 
Singapura yg pendudunya cuma beberapa juta.

Kirim email ke