Lock Opo Tumon
Oleh Dahlan Iskan
Senin, 23 Maret 2020 – 11:11 WIB
https://www.jpnn.com/news/lock-opo-tumon?page=5
Lock Opo Tumon - JPNN.com
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com
jpnn.com- Milan dan Wuhan ternyata beda. Sama-sama di-/lockdown/tetapi
tidak sama praktiknya.
Itu baru diketahui setelah 300 dokter dari Tiongkok tiba di Milan, Kamis
petang lalu. Mereka diperbantukan di Italia yang kian kewalahan.
Di Wuhan sendiri sudah tidak ada pasien baru, Rabu lalu. Demikian juga
Kamis keesokan harinya.
Baca Juga:
* Opo Tumon <https://www.jpnn.com/news/opo-tumon>
"/Lockdown/di Milan ini ternyata longgar sekali," ujar dokter dari
Tiongkok itu. "Kendaraan umum masih ada yang jalan. Masih ada orang yang
terlihat di lalu-lalang," tambah dokter itu seperti dikutip di media di
Tiongkok.
Bagi orang Italia mungkin itu sudah dianggap/lockdown/yang mengejutkan.
Yang sangat mengerikan. Kota sudah dinilai sebagai kota mati.
Jalan-jalan sepi. Toko-toko tutup.
Namun bukan seperti itu yang dimaksud/lockdown/di Wuhan. Kendaraan umum
sama sekali tidak diperbolehkan beroperasi. Bukan hanya dikurangi. Orang
harus benar-benar berada di dalam rumah masing-masing.
Baca Juga:
* Lukas Lock <https://www.jpnn.com/news/lukas-lock>
Karena/lockdown/di Italia sangat longgar tidak mengherankan setelah
seminggu pun jumlah penderita baru Covid-19 masih ribuan. Bahkan masih
terus di atas 3.000 setiap hari.
Demikian juga jumlah yang meninggal dunia. Sampai melebihi yang
meninggal di Tiongkok (sudah termasuk Hong Kong, Taiwan, dan Macau).
/Lockdown/di Wuhan tidak seperti itu. Benar-benar/lockdown/keras.
Baca Juga:
* Anti Lockdown <https://www.jpnn.com/news/anti-lockdown>
Saya pun minta gambaran konkret dari jaringan saya di Tiongkok. Seperti
apa sih/lockdown/di Tiongkok itu.
Ternyata seperti ini:
Sejak 27 Februari lalu semua orang harus men-/download/satu apps di
ponsel mereka. Nama apps itu: ??? baca: jian kang bao. Artinya: Sehat
Itu Harta Karun. Atau: harta karun berbentuk sehat.
Dengan men-/download /apps tersebut semua orang terhubung dengan pusat
kesehatan nasional. Sejak itu di layar ponsel penduduk muncul status
kesehatan mereka masing-masing: Hijau, Kuning, atau Merah. Ponsel telah
berfungsi pula sebagai kartu kesehatan.
Di masa/lockdown/itu semua orang tidak boleh keluar rumah. Kecuali yang
diizinkan oleh petugas. Petugas itu berdiri di mulut-mulut gang atau di
jalan-jalan.
Bagi yang benar-benar punya urusan penting mereka harus menunjukkan
ponsel ke petugas. Mereka harus menunjukkan status kesehatan
masing-masing yang ada di layar ponsel.
Kalau layar ponsel mereka warna hijau berarti diizinkan, tetapi
terbatas. Misalnya ke/supermarket/atau ke toko obat.
Namun kalau layar di ponselnya warna kuning mereka tidak boleh ke
mana-mana. Apalagi warna merah.
Dari mana asal status kesehatan itu? Siapa yang memberi status hijau,
kuning, atau merah itu?
Semua itu berasal dari/big data./
Ketika dulu Anda men-/download/ apps 'Harta Karun' itu Anda harus
menjawab banyak pertanyaan yang muncul di layar. Pilihan jawabannya
sudah ada di bawah pertanyaan. Tinggal pilih.
Sebelum masuk ke bagian pertanyaan, Anda harus membaca deklarasi di
situ: bahwa Anda sendiri yang menjawab, bukan orang lain.
Bahwa Anda mengisinya dengan jujur. Bahwa kalau tidak jujur bersedia
menanggung konsekuensi hukumnya.
Lalu masuk ke pertanyaan-pertanyaan. Pertanyaannya banyak: ada 16 soal.
Misalnya ke mana saja selama 14 hari terakhir. Apakah sedang
batuk/demam/panas. Apakah pernah ke kantor selama 14 hati terakhir. Di
kecamatan mana kantornya.
Dan banyak lagi.
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak hanya muncul sekali waktu/download./
Itu muncul setiap hari. Sekali lagi: setiap hari. Setiap jam 10.00. Dan
setiap hari pula Anda harus menjawabnya --lalu/send/.
Semua jawaban itu masuk ke sentral data. Terpusat. Jadilah/big data/.
Semua itu terkumpul dalam sebuah/big data/.
/Big data/-lah yang menjadi sumber. Untuk diproses. Lalu muncullah
status hijau, kuning, atau merah di layar ponsel.
Di bagian atas layar ponsel itu juga terlihat hari, tanggal, bulan,
tahun dan jam. Lalu ada foto wajah Anda.
Di bawah foto Anda itulah warna hijau, kuning, atau merah ditampilkan.
Dengan demikian ketika Anda menunjukkan layar ponsel ke petugas akan
terlihat foto Anda, tanggal-hari-bulan-tahun-jam, dan status kesehatan
Anda: hijau, kuning, atau merah.
"Apakah Anda sendiri yang memasang foto itu di layar apps tersebut?“
tanya saya.
"Bukan," jawabnya. "Waktu download Apps, saya diminta menghadapkan wajah
ke kamera. Wajah saya terfoto. Langsung muncul di apps itu," tambahnya.
Berarti/big data/berperan sangat besar dalam sistem/lockdown/di
Tiongkok. Tanpa/big data/tidak mungkin bisa terkontrol seketat itu.
Begitu modern sistem/lockdown/di Tiongkok.
Pantas kalau dokter yang diperbantukan ke Milan menganggap yang terjadi
di Italia itu adalah/opo tumon/. "Opo Tumon/lockdown/kok begitu".*(***)*