*Kalau dokter dan profesor yang tahu mencegah diri bisa menjadi korban,
lantas bagaimana dengan rakyat biasa yang tidak tahu menahu syarat-syarat
mencegah diri dari serangan COVID-19? Jadi bisa diperkirakan angka kematian
di Indonesia, karena serangan Coronavirus akan jauh lebih besar dari apa
yang diberitakan oleh rezim neo-Mojopahit dan BPSnya.*

https://megapolitan.kompas.com/read/2020/03/23/18505291/4-pasien-terkait-covid-19-di-rsup-persahabatan-yang-meninggal-adalah?utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=dokterprofesormeninggal_20.12&webPushId=NDU4NjA=


4 Pasien Terkait Covid-19 di RSUP Persahabatan yang Meninggal adalah Dokter
dan Profesor

Kompas.com - 23/03/2020, 18:50 WIB

Penulis Dean Pahrevi | Editor Sandro Gatra JAKARTA, KOMPAS.com - Empat
pasien terkait covid-19 yang terdiri tenaga profesional kesehatan dan
akademisi meninggal dunia di RSUP Persahabatan, Jakarta.

Direktur Utama RSUP Persahabatan Rita Rogayah mengatakan, keempat pasien
itu, yakni tiga pasien merupakan dokter dan satu pasien lainnya seorang
profesor.

"Pasien yang meninggal dari tanggal 21 hingga 23 Maret berjumlah empat
pasien, tiga pasien dokter, satu pasien profesor," kata Rita di RSUP
Persahabatan,

Senin (23/3/2020). Kendati demikian, Rita tidak menjelaskan secara detail
status keempat pasien tersebut apakah positif covid-19 atau Pasien Dalam
Pengawasan (PDP).

"(Keempat pasien) Usia 34 tahun, 67 tahun, 79 tahun, dan 70 tahun," ujar
Rita.

*Baca juga*: *42 Orang Tenaga Kesehatan di Jakarta Terinfeksi Covid-19*

Dia menambahkan, tiga orang dari empat pasien itu juga menderita penyakit
komorbid. Adapun hingga Senin ini, terdapat 579 pasien positif covid-19 di
Indonesia.

Sebanyak 30 orang dinyatakan sembuh dan 49 orang meninggal dunia. Pengurus
Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) sebelumnya mengumumkan, enam dokter
yang bertugas menangani wabah virus corona ( Covid-19) di Indonesia
meninggal dunia.

Lima orang dokter di antaranya diduga meninggal dunia akibat terjangkit
virus corona. Baca juga: IDI Umumkan 6 Dokter yang Menangani Wabah Corona
Meninggal Dunia

Adapun seorang dokter lainnya meninggal dunia akibat serangan jantung
setelah mempersiapkan fasilitas kesehatan demi menghadapi virus corona.

"Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia berduka cita amat dalam atas
wafatnya sejawat-sejawat anggota IDI sebagai korban pandemi Covid-19,"
demikian dilansir Kompas.com dari akun resmi Instagram PB IDI
@ikatandokterindonesia, Senin.

Lima dokter yang diduga meninggal akibat terjangkit Covid-19, yakni dokter
Hadio Ali SpS, dokter Djoko Judodjoko SpB, dokter Laurentius P SpKj, dokter
Adi Mirsa Putra Sp THT, dan dokter Ucok Martin SpP.

Adapun dokter Toni D Silitonga bukan meninggal akibat terpapar Covid-19.
Dokter yang menjabat sebagai Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular
Dinas Kesehatan Bandung Barat itu meninggal akibat kelelahan serta serangan
jantung setelah mempersiapkan fasilitas kesehatan agar sigap dari ancaman
virus corona dan edukasi masyarakat agar terhindar dari Covid-19.

"Semoga apa-apa yang menjadi perjuangan para sejawat kita diterima oleh
Allah SWT dengan limpahan pahala yang mulia. Amin," imbuh keterangan itu.
Baca juga: Risiko Tertular Tinggi, Tenaga Medis Tangani PDP Covid-19 dengan
Jas Hujan hingga Baju Operasi Sementara itu, Ketua II Gugus Tugas
Penanganan Covid-19 DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan, hingga saat ini
ada 42 tenaga kesehatan yang terinfeksi covid-19 di Jakarta.

Mereka terinfeksi karena menangani pasien covid-19. "Tenaga kesehatan yang
terinfeksi mencapai 42 orang," ujar Catur dalam konferensi pers di Balai
Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun Facebook Pemprov DKI, Senin.

Catur berujar, kasus covid-19 di Jakarta terus meningkat. Hingga kini, ada
356 pasien positif covid-19 di Ibu Kota. Karena itu, Catur lagi-lagi
mengingatkan seluruh warga untuk selalu berdiam diri di rumah dan
menerapkan social distancing demi mencegah meluasnya penyebaran virus
corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab covid-19.

"Kita semua bisa memerangi virus ini mana kala masyarakat betul-betul
mengikuti seruan pemerintah untuk tetap di rumah, jaga jarak, dan jangan
keluar kalau tidak untuk urusan yang penting," kata Catur.

Kirim email ke