----- Vidarebefordrat meddelande ----- Från: S Manap [email protected] 
[rukun_keluarga] <[email protected]>Till: Warsito Darmosukarto 
[email protected] [rukun_keluarga] 
<[email protected]>Skickat: tisdag 24 mars 2020 08:28:06 CETÄmne: 
Re: [rukun_keluarga] GEOPOLITIK internasional berubah
     

 
   Penulis artikel ini mengemukakan pandangannya yang sangat mencerahkan.
   Syarkawi.
    Den måndag 23 mars 2020 21:16:35 CET, Warsito Darmosukarto 
[email protected] [rukun_keluarga] <[email protected]> skrev: 
 
 
     

VA Safi'i, 22 Maret 2020
GEOPOLITIK INTERNASIONAL BERUBAH ---Amerika Serikat tidak lagi mendominasi 
kekuatan ekonomi dan politik dunia. Inggris dan Perancis sudah kehilangan 
taringnya, begitu juga dengan Jerman. Kekuatan lama seperti Belanda, Portugal 
dan Spanyol sudah lama tenggelam. 
Suka tidak suka, terima tidak terima, Cina telah tampil sebagai kekuatan baru 
yang mampu mengimbangi Amerika Serikat, juga Inggris dan Perancis. Sementara 
itu, Rusia sebagai penerus Uni Soviet sudah mulai menemukan bentuknya, yang 
sebelumnya tertatih-tatih. 
Terlepas dari faktor yang melatarbelakangi mengenai munculnya virus corona, 
maka pertunjukan kekuatan politik negara-negara tersebut justru sangat terlihat 
dalam kasus wabah corona ini. Bahwasanya ada PERBEDAAN paradigma dan pendekatan 
antara negara-negara tersebut dalam merespon wabah corona. 
Bisa dibilang bahwa hampir semua negara di dunia ini mengalami kegagapan atau 
kebingungan tingkat tinggi dalam merespon serangan virus corona di 
masing-masing negaranya. Rata-rata, lambat merespon. 
Di sisi lain, ada gerak cepat yang dilakukan oleh Cina dan Cuba. Di Cina, virus 
corona mulai muncul sekitar bulan Desember 2019. Saat itu juga, Cuba datang 
membantu. Sedangkan negara-negara lain memilih bersikap cuek terhadap wabah 
penyakit di Cina tersebut. Sikap cuek tersebut juga ditunjukkan oleh lembaga 
kesehatan dunia seperti WHO. 
Dengan sigap dan cepat, Cina dengan bantuan Cuba menyiapkan segala sarana dan 
prasarana penunjang peperangan melawan corona. Rumah sakit didirikan, sedangkan 
Cuba menyiapkan obat-obatannya. Dan memasuki bulan Maret ini, bisa dibilang 
Cina telah "terbebas" dari virus corona. 
Berhasil menang di negaranya, Cina bersama-sama Cuba dan Venezuela melakukan 
gerilya ke Italia untuk membantu negara tersebut berjuang melawan virus corona. 
Hal yang mengejutkan (bagi saya) adalah peristiwa yang terjadi hari ini, dimana 
Rusia juga mengirimkan dokter militer dan bantuan medisnya ke Italia. Cuba dan 
Venezuela dengan kemampuan medisnya, Cina dengan logistiknya, sedangkan Rusia 
dengan dokter militernya. Keempat negara tersebut bergerak di bawah bendera 
KEMANUSIAAN!
Ya, kemanusiaan. Inilah cara aliansi 4 negara tersebut dalam mengubah 
GEOPOLITIK internasional. Bagi saya, ini cara yang efektif dan ampuh untuk 
menarik simpatik negara-negara di dunia, khususnya masyarakat di negara yang 
terserang wabah corona. Sebuah aksi kemanusiaan di tengah-tengah ketiadaan 
solidaritas internasional; di tengah-tengah matinya rasa kemanusiaan!
Bagaimana dengan Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Israel, Jepang dan 
lainnya?
Sekali lagi, mereka bingung dan gagap. Jangankan memberikan rasa solidaritas 
dan bantuan kemanusiaan pada negara lain, menghadapi kondisi internalnya saja 
sudah kelabakan. Sesungguhnya, Amerika Serikat dan sekutunya, sebenarnya 
memiliki kesempatan besar untuk mempengaruhi dan mendapatkan simpatik dunia, 
lebih-lebih semenjak runtuhnya Uni Soviet tahun 1991. Namun, Amerika Serikat cs 
lebih senang menggunakan pendekatan BULDOZER (militer dan perang) daripada 
pendekatan KEMANUSIAAN. 
Ma'af, saya tidak bisa melanjutkan tulisan ini. Jari tangan saya terasa sudah 
keriting mengetik di layar hp. 
Oh ya, bagaimana dengan posisi Indonesia dalam perubahan GEOPOLITIK 
internasional ini? Ma'af, saya tidak bisa menjelaskannya karena takut dikenai 
Pasal MAKAR bin SUBVERSIF!---Boa noite Selamat malam 
#KaumMerahx1f337;x1f337;x1f337;x1f337;x1f337;x1f337;

Sent from my Huawei phone        

Kirim email ke