Setelah terbentur-bentur akhirnya sadar?
Mudah-mudahan.
Lusi.-
1.:
Rizal Ramli Sebut Kebijakan Pemerintah 'Ngawur' Hadapi Corona
Rabu, 18 Maret 2020 | 00:08 WIB
VIVAnews – Ekonom senior Rizal Ramli mengkritik keras respons
pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus corona Covid 19. Rizal
menilai respons pemerintah sangat terlambat menghadapi wabah ini.
"Saya mohon maaf, awal-awalnya respons pemerintah itu relatif lambat
dan terlambat. Mungkin karena sungkan dengan Tiongkok. Karena
kejadiannya di Wuhan, Tiongkok, pejabat sungkan bicara soal Tiongkok,"
kata Rizal di Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa 17 Maret 2020.
Rizal Ramli juga mencibir reaksi kebijakan pemerintah yang dianggapnya
ngawur. Rizal tidak habis pikir dengan pemerintah yang ingin membayar
influencer Rp72 miliar.
"Reaksi kebijakan yang pertama juga super ngawur. Rapat kabinet kapan
itu, memutuskan membayar influencer. Padahal kita alat testing
(Covid19) saja enggak punya, kurang," ucap Rizal.
Kemudian, kebijakan yang dianggap ngawur lagi yaitu pemerintah ingin
meningkatkan pariwisata dari negara lain. Sementara negara-negara lain
justru menutup penerbangan dari negara terkena epidemi Covid-19.
"Padahal negara-negara lain menutup turis internasional, terutama dari
negara-negara yang terkena kasus. Tetapi kita malah mau meningkatkan,"
ucapnya.
Rizal juga mengkritisi masih adanya penggunaan tenaga kerja dari
Tiongkok di Indonesia. Menurut dia itu lebih karena adanya kepentingan
pejabat yang merangkap sebagai pengusaha.
"Saya rasa dia harus diingatkan. Sudah kaya lah, berhenti sebentar kek
buat kepentingan nasional," kata Rizal.
Dusep Malik
Reza Fajri
2.
Diam-diam, Jokowi Dinilai Ikuti Arahan Rizal Ramli
Oleh : Syahrul Ansyari
Selasa, 24 Maret 2020 | 10:52 WIB
VIVAnews - Analis politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry
Massie mengapresiasi sikap Presiden Jokowi yang pada akhirnya mau
mengikuti sebagian saran ekonom senior, Rizal Ramli, dalam mengatasi
dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia. Dalam acara
“Indonesia Lawyers Club” yang tayang pada Selasa, 17 Maret 2020, Rizal
Ramli menyarakan pemerintah untuk melakukan realokasi APBN 2020 agar
dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia bisa diminimalisir.
“Stop proyek-proyek infrastruktur besar 2020. Harus berani, jangan
gengsi. Alokasikan anggaran hanya untuk sektor kesehatan, makanan dan
daya beli rakyat miskin,” ujar Rizal Ramli.
Baca juga: Rizal Ramli Sebut Kebijakan Pemerintah 'Ngawur' Hadapi Corona
Jerry berpendapat kini Jokowi sudah mulai bergerak persis sesuai saran
Rizal Ramli yang juga mantan Menko Maritim-nya ini. Terutama dalam hal
realokasi anggaran pemerintahan untuk ketiga sektor kesehatan, pangan,
dan daya beli.
"Pertama, untuk mengalokasikan (realokasi) anggaran di sektor
kesehatan. Tiga hari setelah Rizal Ramli bicara di TV, Presiden Jokowi
akhirnya pada 20 Maret 2020 menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No
20 tahun 2020. Inpres tersebut adalah tentang "Refocussing Kegiatan,
Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka
Percepatan Penanganan Corona" yang ditujukan untuk seluruh
kementerian-lembaga dan Pemda," kata Jerry Massie.
Kedua, sambung Jerry, untuk sektor pangan. Sehari setelah acara ILC
yang hadirkan Rizal Ramli, Jokowi pada 18 Maret 2020 langsung blusukan
ke Gudang Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan pangan utamanya
beras dan meminta Dirut Bulog segera lakukan operasi pasar.
"Ketiga, untuk daya beli masyarakat miskin. Pada 22 Maret 2020, empat
hari setelah Rizal Ramli bicara, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman
akhirnya menyatakan, pemerintah akan menjamin perekonomian masyarakat
yang terdampak wabah Covid-19," tutur Jerry.
Melihat dari fakta bahwa kebijakan Jokowi dalam menangani dampak dari
virus corona terhadap perekonomian Indonesia yang ternyata selaras
dengan usulan Rizal Ramli, Jerry lantas mempertanyakan kinerja para
menteri di bidang ekonomi dalam memberi kontribusi mengatasi persoalan
ekonomi yang sangat serius.
"Bila benar ternyata Jokowi diam-diam (tanpa kasih kredit) nurut arahan
Rizal Ramli yang notabene bukan bagian pemerintah, lalu selama ini para
menteri ekonomi itu sebenarnya gunanya apa?" kata Jerry.
Jerry justru berpendapat di tengah perekonomian yang sedang dirundung
masalah, Jokowi sebenarnya sangat merindukan sosok Rizal Ramli yang
memiliki banyak terobosan dalam melewati badai perekonomian yang sedang
mengguncang negeri ini.
"Bukan saja dampak ekonomi dari virus corona, economic crisis, rupiah
terpuruk-pun RR bisa membantu lewat point of view sudut pandang
pemikirannya. Saya percaya Jokowi merindukan sosok pemikir seperti RR.
Sebab, RR ekonom nomor satu Indonesia yang all around mulai dari
financial, operational managment, macroeconomics and microeconomics,"
kata Jerry Massie.