Ini orang sudah tidak bisa berpikir logis, seperti sudah sering terjadi dalam
menginterpretasi hal ihwal. Tidak mampu mengerti apa arti pencabutan bebas visa
dan larangan masuk pesawat dari dan ke Tiongkok!! Adanya orang-orang Tkk yang
masih masuk justru merupakan pelanggaran!! Bukan bukti bahwa orang Tkk BOLEH
masuk Indonesia!!!Dan pelanggaran itu terjadi karena ada kongkalikong dengan
pihak Indonesia!!! Karena di tiongkok juga biasa terjadi
pelanggaran-pelanggaran, korupsi, penyuapan dll, makanya centengnya juga tidak
sensitif terhjadap pelanggaran larangan masuk ke Indonesia!!!!
On Thursday, March 26, 2020, 12:49:20 AM GMT+1, ChanCT
<[email protected]> wrote:
Jelas ini pemberitaan yang TIDAK SESUAI dengan kenyataan! Lha, jelas yang
dinyatakan Retno itu hanya mencabut sementara BEBAS VISA bagi warga Tiongkok,
termasuk HK, Macao! Jadi, sejak tgl. 2 Februari itu, mereka yang hendak masuk
Indonesia HARUS lebih dahulu minta visa dengan bukti keterangan sehat dan dalam
14 hari tidak berada di Wuhan, ...
Bukti masih ada orang Tiongkok yang Indonesia, ... bukankah Zhang XX, yang
dipersoalkan Ajeg itu baru kembali dari Indonesia?
On 25/3/2020 下午10:44, Tatiana Lukman wrote:
Warga China Dilarang ke Indonesia, Bebas Visa Dicabut untuk Sementara
Minggu, 02 Februari 2020
---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Warga China Dilarang
ke Indonesia, Bebas Visa Dicabut untuk Sementara, pada
URLhttps://www.ayobandung.com/read/2020/02/02/78247/warga-china-dilarang-ke-indonesia-bebas-visa-dicabut-untuk-sementara
Penulis: Suara.com
Editor : Dadi Haryadi
Warga China Dilarang ke Indonesia, Bebas Visa Dicabut untuk Sementara
Minggu, 02 Februari 2020 Ilustrasi kedatangan warga China. (Reuters) JAKARTA,
AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Indonesia melarang seluruh pendatang asal China
daratan untuk memasuki Indonesia. Larangan itu diberlakukan seiring merebaknya
wabah virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan di negeri tirai bambu tersebut.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pelarangan itu bersifat
sementara. Semua pendatang yang iba dari mainland China dan sudah berada di
sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan
transit di Indonesia, ujar Retno usai rapat terbatas dengan Presiden Joko
Widodo di Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu (2/2/2020). Selain memberlakukan
larangan masuk, pemerintah Indonesia juga mengehentikan sementara bebas visa di
negara China. AYO BACA : 3 WNI di Wuhan China Tak Boleh Pulang ke Indonesia
Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk
warga negara RRT yang bertempat tinggal di mainland China untuk sementara
dihentikan, ujar Retno. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Menkes Terawan Agus
Putranto mengatakan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari
Wuhan, China. Menkes menambahkan dirinya akan memeriksa kembali kepastian
jumlah tersebut karena WNI yang semestinya dievakuasi menurut rencana awal
adalah sebanyak 245 orang. Jadi 238 yang datang, menurut data, kata Menkes
melalui pantauan video yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu. Dari 245 orang
tersebut, ia menyebutakan empat orang di antaranya menyatakan tidak bersedia
dievakuasi atas kehendak sendiri. AYO BACA : Kerusuhan Pecah di Natuna, Tolak
Kedatangan WNI Evakuasi dari Wuhan Empat orang menyatakan untuk tidak mau
berangkat karena lebih nyaman di sana. Meski kita sudah tawarkan semua,
tambahnya. Mereka, kata Menkes telah membuat surat pernyataan yang menyebutkan
alasan mereka tidak bersedia dievakuasi. Kemudian, Menkes juga mengemukakan
selain empat orang itu, tiga orang dari 245 WNI tersebut tidak berhasil melalui
uji pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah China. Yang tiga tidak lolos
screening, screening yang dilakukan pemerintah China yang meliputi bertahap,
tiga tahap mereka harus jalani, ujarnya. Pemeriksaan yang dilakukan pemerintah
China, lanjut Terawan memberi sedikit kelegaan bagi pemerintah karena memberi
kepastian bahwa WNI yang berhasil dievakuasi adalah mereka yang dalam keadaan
sehat. Itu membuat kita merasa nyaman bahwa yang berangkat ke kita ini sudah
dipastikan oleh pemerintah China bahwa itu (mereka) adalah orang-orang yang
sehat, katanya. AYO BACA : Risiko di Balik Evakuasi WNI dari Wuhan
---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Warga China Dilarang
ke Indonesia, Bebas Visa Dicabut untuk Sementara, pada
URLhttps://www.ayobandung.com/read/2020/02/02/78247/warga-china-dilarang-ke-indonesia-bebas-visa-dicabut-untuk-sementara
Penulis: Suara.com
Editor : Dadi Haryadi
On Wednesday, March 25, 2020, 12:12:16 AM GMT+1, ChanCT
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
TIDAK!, Indonesia Tidak melarang WNTiongkok masuk Indonesia, ... tapi mencabut
sementara ketentuan BEBAS VISA bagi WN Tiongkok masuk Indonesia, semula sampai
29 Feb. lalu diperpanjang sebulan lagi, ...! Jadi, WNTiongkok harus lebih
dahulu minta VISA! Ini karena si nenek dalam tempurung dengar beritanya sambil
merem-merem melek masih dalam mimpi, ...! Hehehee, ...
Mengenai 49 WNTiongkok yang dipermasalahnya, biarlah HUKUM di Indonesia
menentukan apa dan dimana kesalahannya, dan menjatuhkan sanksi sesuai
pelanggaran yang dilakukan mereka! Tak perlu terkecoh oleh pendapat Luhut
maupun Menteri Tenaga Kerja yang berbeda itu. Lalu, ... nenek dalam tempurung
yang satu ini begitu bernafsu buru-buru menentukan itu jadi ANTEK siapa???
Jelas terjeblos menjadi ANTEK Imperialisme AS hanya karena begitu benci dan
dendamnya pada RRTiongkok, ...!!! Hahahaaa, ....
On 25/3/2020 上午3:21, Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] wrote:
Tidak tahu bahwa Indonesia sudah melarang masuknya warga tiongkok sejak 5
Februari 2020???? Tidak pernah lihat sang menlu berpidato dalam hubungannya
dengan travel ban itu??? Aneh ya, kok malah si nenek yang katanya dalam
tempurung ini , tahu betul bahwa ada keputusan pemerintah itu. Saya tidak
bicara soal larangan orang Indonesia masuk ke Tiongkok!!! Tkk tidak
berkepentingan melarang orang Indonesia masuk Tkk karena virus corona tidak
datang dari Indonesia!!! Ada atau tidaknya larangan Tiongkok kepada masuknya
WNI sama sekali tidak saya persoalkan!! Masa bodo amat!! begitulah kasarnya.
Lagi pula, sebelum adanya soal virus corona, yang banyak disoroti adalah fakta
datangnya ribuan tenaga kerja tiongkok ke Indonesia!!!
Jangan terus ketularan virus remo pro Tkk kapitalis-imperialis!!! Kok menuduh
orang salah kaprah!! Saya membelejeti fakta masuknya 49 buruh tiongkok ke
Indonesia, yang sebetulnya ILEGAL, KARENA masih terus berlaku larangan terhadap
warga Tiongkok!! Saya ikut menuntut 49 orang itu dikembalikan ke Tiongkok!!
Siapa yang "membandingkan", siapa yang "mengkontraskan".... Rupanya anda
semakin mendekati sifat-sifat antek remo itu, tidak mampu membaca dengan
baik!!!
On Tuesday, March 24, 2020, 11:57:15 AM GMT+1, 'nesare'
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Tatiana: Kalau memang betul Zhang itu kena virusnya di Indonesia, lantas kenapa
harus dihebohkan dan dipersoalkan???
Nesare: benar kenapa harus dipersoalkan wong hanya 1 kasus? Itulah makanya saya
tulis sebelum2nya bahwa itu hanya data. Yg mempermasalahkan itu adalah AJEG.
Dia dgn rasisnya memfitnah dgn bilang RRT menuding Indonesia sebagai
asal-muasal penyakitnya. Gak ada baik dari artikel yg dia bawa ke thread ini
maupun dimanapun diseluruh dunia yg bilang RRT menuding Indonesia sbg asal
muasal coronavirus. GAK ADA! Persis dng komentar bung, koq hanya 1 data Zhang
ini kenapa dihebohkan?
Ini tulisan awal AJEG yg saya komentari:
Ada banyak tempat yang dikunjungi anak ini setelah dia terbang dari Indonesia.
Lantas kenapa RRC menuding Indonesia sebagai asal-muasal penyakitnya?
Hehe, sedikit demi sedikit digeser, lama-lama akan tertulis sejarah: "Wuhan
adalah kota paling sehat sealam-semesta, dan wabah Corona bermula dari
Indonesia!"
Pantaslah orang Itali marah. Hanya karena pasien Corona yang meninggal di Itali
lebih banyak dari Cina tiba-tiba berembus istilah "Flu Itali" ...
Tatiana: Pernah saya baca pemerintah secara resmi melarang orang Tiongkok masuk
Indonesia, lantas bagaimana dengan kedatangan 49 buruh tiongkok baru-baru ini??
Kenapa larangan itu tidak berlaku pada mereka??? Para pemodal asing/investor
sudah lama mendatangkan banyak penyakit kepada penduduk Indonesia melalui
perkebunan dan pertambangannya yang tidak menghiraukan soal lingkungan. Virus
Covid-19 mendatangkan kematian.
Nesare: dari mana bung bacanya? Gak ada itu. Masih banyak penerbangan dari
Indonesia ke RRT sekarang ini? Mau beli tiketnya, bisa dicari sekarang juga
pakai on line.
Jadi selanjutnya bung sudah salah kaprah membandingkan 49 buruh RRT ke
Indonesia itu yg mengkontraskan orang Indonesia dilarang RRT utk masuk ke
negaranya!
Nesare
From: [email protected] <[email protected]>
Sent: Sunday, March 22, 2020 5:48 AM
To: [email protected]; Sunny ambon <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Chinareports imported COVID-19 case from Indonesia
Kalau memang betul Zhang itu kena virusnya di Indonesia, lantas kenapa harus
dihebohkan dandipersoalkan??? Pernah saya baca pemerintah secara resmi melarang
orang Tiongkok masuk Indonesia, lantas bagaimana dengan kedatangan 49 buruh
tiongkok baru-baru ini?? Kenapa larangan itu tidak berlaku pada mereka??? Para
pemodal asing/investor sudah lama mendatangkan banyak penyakit kepada penduduk
Indonesia melalui perkebunan danpertambangannya yang tidak menghiraukan soal
lingkungan. Virus Covid-19 mendatangkan kematian. Begitu juga kemiskinan dan
kemelaratan yang diderita rakyat Indonesia yang disebabkan oleh politik rezim
Jokowi yang menjual kekayaan sumber daya alam... dan itu mendatangkan
kematian!!! Jangan lupa itu!!
On Sunday, March 22, 2020, 06:12:50 AM GMT+1, Sunny ambon
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
https://www.thejakartapost.com/news/2020/03/19/china-reports-imported-covid-19-case-from-indonesia.html
China reports imported COVID-19 case from Indonesia
China reports imported COVID-19 case from Indonesia
- Budi Sutrisno
The Jakarta Post
Jakarta / Thu, March 19, 2020 / 11:41 am
China has announced an imported COVID-19 case from Indonesia, a 35-year-old
Chinese national identified asZhang, who had developed symptoms in the
archipelago last week before being diagnosed upon his return to Shaanxi
province.
The Shaanxi Health Commission announced on its website on Tuesday that Zhang
was the province’s first imported case. He reportedly developed a cough and
fever on March 10 during his stay in Indonesia.
However, which city in Indonesia he visited and how he became infected remain
unclear.
The report said Zhang took Dragon Air flight KA896 from Indonesia to Shanghai
via Hong Kong on March 13 and stayed at the Vienna International Hotel in
Shanghai that night.
The next day, Zhang traveled by car to Shanghai Pudong International Airport at
2 p.m. local time, departed on China Eastern flight MU2162 at around 5 p.m. and
arrived at the Xi’an Xianyang International Airport in Shaanxi at 7:45 p.m..
Upon arriving in Xi'an, Zhang informed airport staff of his physical
discomfort. As he showed a high temperature, he was sent to the Xi'an Central
Hospital at midnight.
Read also: COVID-19: Indonesia records highest death toll in Southeast Asia at
19
Early Sunday morning, the Xi’an Center for Disease Control (CDC) conducted a
nucleic acid and serological tests on him. The nucleic acid test was
inconclusive, while the serological test came out negative.
A second nucleic acid test done the next day came out positive. Zhang also went
through an examination of clinical symptoms, blood tests, imaging tests and
expert consultation before being diagnosed as a confirmed case.
He was immediately transferred to the Xi'an Eighth Hospital for isolation and
treatment.
Authorities have isolated Zhang’s close contacts in China for medical
observation. The Shaanxi Health Department said there were 80 new close
contacts in the province, of which 79 were linked to Zhang.
A patient (L) infected by the COVID-19 coronavirus receives acupuncture
treatment at Red Cross Hospital in Wuhan in China's central Hubei province on
March 11, 2020. (AFP/STR )
The Health Ministry’s disease control and prevention director general, Achmad
Yurianto, said he had not received any information on the matter but would
trace Zhang’s close contacts in Indonesia.
“Tracing is a certain thing, but it will be difficult. Where do we want to
start if we don’t know which city he went to?" Yurianto told The Jakarta Post
on Wednesday, adding that the Indonesian Embassy in China would take the
initial steps.
Indonesian Ambassador to China Djauhari Oratmangun said he would contact the
Chinese government and ask details on Zhang before passing them to Jakarta for
further investigation.
“Indeed, the number of cases from internal transmissions in China has now
declined. They are mostly flown in from outside [of China]. Out of 13 confirmed
cases [on Wednesday], 12 were imported,” he told the Post.
Read also: COVID-19: Indonesia suspends visa-free policy, expands ban for
people from worst-hit countries
As of Tuesday, China has reported 80,894 COVID-19 cases, of which 69,614 have
recovered and 3,237 died. At least 155 imported cases were recorded in China,
Djauhari said.
Meanwhile, Shaanxi has reported a total of 246 confirmed cases, with 233
discharged cases and three deaths.
After the first imported case with Zhang, theShaanxi administration followed
the strict measures applied by most regions in China by ordering a 14-day
quarantine for people entering the province starting Tuesday to strengthen its
prevention and control measures.
Under the order, Chinese or foreign nationals entering Shaanxi directly or
transferred from other cities in the country must immediately report their
basic information and health status to quarantine personnel and community
workers.
“[They must] actively cooperate with relevant units to carry out prevention and
control measures, such as nucleic acid testing and centralized isolation for 14
days. Related costs would be borne by each individual,” the administration said
as reported by People’s Daily Xi’an.
A medical staff member gestures inside an isolation ward at Red Cross Hospital
in Wuhan in China's central Hubei province on March 10, 2020. (AFP/STR)
It also required officials in government agencies and institutions at all
levels in the province to make a report as soon as they learn that relatives
and friends are about to return to Shaanxi from abroad.
“Those who conceal contact or residence history, misrepresented their illness
or refused to implement prevention and control measures that can spread or
cause the risk of spreading the new coronavirus will be investigated for
[negligence],” it added.
-
#yiv6739218349 -- #yiv6739218349ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-mkp #yiv6739218349hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-mkp #yiv6739218349ads
{margin-bottom:10px;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-mkp .yiv6739218349ad
{padding:0 0;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-mkp .yiv6739218349ad p
{margin:0;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-mkp .yiv6739218349ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-sponsor
#yiv6739218349ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-sponsor #yiv6739218349ygrp-lc #yiv6739218349hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-sponsor #yiv6739218349ygrp-lc .yiv6739218349ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6739218349 #yiv6739218349actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6739218349
#yiv6739218349activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6739218349
#yiv6739218349activity span {font-weight:700;}#yiv6739218349
#yiv6739218349activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv6739218349 #yiv6739218349activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6739218349 #yiv6739218349activity span
span {color:#ff7900;}#yiv6739218349 #yiv6739218349activity span
.yiv6739218349underline {text-decoration:underline;}#yiv6739218349
.yiv6739218349attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv6739218349 .yiv6739218349attach div a
{text-decoration:none;}#yiv6739218349 .yiv6739218349attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6739218349 .yiv6739218349attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6739218349 .yiv6739218349attach label a
{text-decoration:none;}#yiv6739218349 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv6739218349 .yiv6739218349bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6739218349
.yiv6739218349bold a {text-decoration:none;}#yiv6739218349 dd.yiv6739218349last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6739218349 dd.yiv6739218349last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6739218349
dd.yiv6739218349last p span.yiv6739218349yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv6739218349 div.yiv6739218349attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv6739218349 div.yiv6739218349attach-table
{width:400px;}#yiv6739218349 div.yiv6739218349file-title a, #yiv6739218349
div.yiv6739218349file-title a:active, #yiv6739218349
div.yiv6739218349file-title a:hover, #yiv6739218349 div.yiv6739218349file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6739218349 div.yiv6739218349photo-title a,
#yiv6739218349 div.yiv6739218349photo-title a:active, #yiv6739218349
div.yiv6739218349photo-title a:hover, #yiv6739218349
div.yiv6739218349photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6739218349
div#yiv6739218349ygrp-mlmsg #yiv6739218349ygrp-msg p a
span.yiv6739218349yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6739218349
.yiv6739218349green {color:#628c2a;}#yiv6739218349 .yiv6739218349MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv6739218349 o {font-size:0;}#yiv6739218349
#yiv6739218349photos div {float:left;width:72px;}#yiv6739218349
#yiv6739218349photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6739218349
#yiv6739218349photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6739218349
#yiv6739218349reco-category {font-size:77%;}#yiv6739218349
#yiv6739218349reco-desc {font-size:77%;}#yiv6739218349 .yiv6739218349replbq
{margin:4px;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-mlmsg select, #yiv6739218349 input, #yiv6739218349 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-mlmsg pre, #yiv6739218349 code {font:115%
monospace;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-mlmsg #yiv6739218349logo
{padding-bottom:10px;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-msg
p#yiv6739218349attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-reco #yiv6739218349reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-sponsor
#yiv6739218349ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-sponsor #yiv6739218349ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-sponsor #yiv6739218349ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv6739218349 #yiv6739218349ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6739218349
#yiv6739218349ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv6739218349