-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4956965/2-peneliti-ini-temukan-suplemen-untuk-bantu-tubuh-lawan-corona?tag_from=wp_nhl_24


2 Peneliti Ini Temukan Suplemen untuk Bantu Tubuh Lawan Corona

Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 22:31 WIB
59 komentar
SHARE URL telah disalin
Dua peneliti senior dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Surabaya, 
Abdul Rahim Tualeka dan M Mufti Mubarok mengaku telah menemukan suplemen 
antivirus corona. Suplemen yang diberi nama Nitrico tersebut diyakini mampu 
meningkatkan kekebalan tubuh saat virus masuk.
Dua peneliti yang menemukan suplemen untuk melawan corona/Foto: Istimewa
Surabaya -

Dua peneliti senior dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Surabaya, 
Abdul Rahim Tualeka dan M Mufti Mubarok mengaku telah menemukan suplemen 
antivirus corona. Suplemen yang diberi nama Nitrico tersebut diyakini mampu 
meningkatkan kekebalan tubuh saat virus masuk.

"Kalau obatnya masih dalam proses farmaconya. Tapi suplemen dan obatnya ini 
sama. Kami belum berani ngeklaim ini obat, karena izin farmaconya belum keluar. 
Tapi izin dari Kemenkes sudah keluar, tapi kan bentuk kita masih berupa 
suplemen sama minuman," kata M Mufti Mubarok kepada detikcom, Sabtu (28/3/2020).

Mufti menjelaskan, dalam suplemen temuannya ini, kadar nitric oksida yang 
dihasilkan bisa mencapai ribuan. Nitric oksida sendiri merupakan senyawa aktif 
yang mampu bekerja melawan virus corona yang hanya mempunyai kadar NO sekitar 
400. Sehingga dibutuhkan asupan NO yang tinggi dari luar tubuh untuk melawan 
virus.
Baca juga:
Gubernur Serahkan 2.600 Reagen PCR Alat Pendeteksi Virus Corona ke Unair


"Intinya begini, corona sebenarnya nitrico-nya kan rendah. Sekitar 400, 
kemampuan tertingginya virus segitu. Nah, produk kami ini di atas 500. Bahkan 
kalau diulang-ulang (minumnya) bisa sampai 1000 ke atas," jelasnya.

"Dia (virus corona) kan sebenarnya hanya virus-virus flu biasa. Dia punya 
komposisi baru yang lebih tinggi dari flu," tambah Mufti.

"Tubuh manusia sebenarnya secara alamiah dapat menghasilkan sebuah zat radikal 
bebas yang dikenal dengan Nitrogen Oksida. Nitrogen Oksida yang dihasilkan oleh 
macrophage inilah yang bertugas melawan virus maupun parasite lainnya di dalam 
tubuh. Akan tetapi jumlahnya kurang untuk mampu melawan virus covid-19," 
jelasnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2


                          -------



 
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4956965/2-peneliti-ini-temukan-suplemen-untuk-bantu-tubuh-lawan-corona/2
    



2 Peneliti Ini Temukan Suplemen untuk Bantu Tubuh Lawan Corona

Amir Baihaqi - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 22:31 WIB
60 komentar
SHARE URL telah disalin
Dua peneliti senior dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Surabaya, 
Abdul Rahim Tualeka dan M Mufti Mubarok mengaku telah menemukan suplemen 
antivirus corona. Suplemen yang diberi nama Nitrico tersebut diyakini mampu 
meningkatkan kekebalan tubuh saat virus masuk.
Dua peneliti yang menemukan suplemen untuk melawan corona/Foto: Istimewa

Mufti Mubarok menambahkan, makanan dan minuman tertentu dapat dikemas dan 
diproduksi dengan kandungan-kandungan zat yang tinggi akan Nitrogen Oksida. Dan 
bentuk olahan makanan dan minuman ini akan lebih dapat diterima dan mudah untuk 
dikonsumsi. Sebab, kualitas daya kekebalan seseorang juga ditentukan oleh 
makanannya.

"Sebab kita ketahui bahwa kualitas makanan dan minuman akan menentukan kualitas 
seseorang. Obat terbaik adalah makanan terbaik," terang pria yang juga dosen 
tamu Pascasarjana Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) FKM Unair itu.

Menurut Mufti, semua jenis makanan yang memiliki gizi tinggi hampir seluruhnya 
ada di Indonesia. Untuk itu, hal itu merupakan kesempatan untuk memanfaatkan 
sumber kekayaan alam Indonesia.

Baca juga:
Ada 77 Pasien Positif Corona di Jatim, Surabaya yang Terbanyak


"Sehingga ini juga merupakan kesempatan kita sebagai anak bangsa untuk berbuat 
nyata memanfaatkan sumber kekayaan alam Indonesia untuk kesehatan rakyat 
Indonesia," ujar Mufti.

Atas penemuan suplemen ini, Mufti mengaku akan memproduksi secara masal dan 
akan dipasarkan. Baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan saat ini ia akan 
meminta testimoni dari orang-orang yang telah mengkonsumsinya.

"Kami juga lagi testimoni sama orang-orang yang mencobanya. Cuma kan masih 
belum, harus nunggu sekitar seminggu lah baru terasa semua dampak-dampaknya 
itu. Saya sendiri kan konsumsi, terus dokter dan para medis juga," pungkasnya.

Halaman
1 2 






Kirim email ke