Saya kira Indonesia akan mengalami malapetaka dari wabah coranavirus yg akan melebihi Italia karena kekurangan alat tes, alat pelindung diri (terutama utk perawat medis) dan yg lebih penting alat pembantu pernafasan (ventilator). Kecuali kalau virus ini kurang ganas di negara yg bersuhu panas seperti di Indonesia. Yg kita ketahui adalah influensa (juga adalah coronavirus macam lain), akan berkurang waktu musim panas di negara2 yg mempunyai 4 musim. Namun, kita masih belum tahu ttg sifat ini utk covid 19. Sebagian pasien yg mengalami infeksi paru2 (pneumonia) akan memerlukan ventilator sebab kekurangan oxygen. Kalau kekurangan oxygen, denyutan jantung akan berhenti atau otak tidak mendapat cukup oxygen. Dan kedua keadaan ini akan menyebabkan kematian. Banyak kematian bisa dihindari kalau pasien yg menderita pneumonia dibantu pernafasannya dgn ventilator. Penggunaan ventilator bisa memakan waktu 21 hari. Sedangkan utk influensa biasa kalau menderita pneumonia, penggunaan ventilator cuma memakan waktu 3-4 hari. Jadi covid 19 akan memakai penggunaan ventilator jauh lebih utk mencegah kematian. Dan ini yg telah dan akan menjadi masalah utk negara2 miskin sebab akan kekurangan ventilator.. Satu ventilator di AS kira2 harganya $25.000 sampai $45.000. Entah berapa harganya di Asia. Setahu saya di Italia, pasien yg berumur lebih tua dari 60 tahun (karena chance of surviving lebih kecil) dikorbankan karena kekurangan ventilator. Indonesia pasti tidak mempunyai ventilator jauh dari cukup. Masalah di Indonesia lain yaitu cuma orang yg berduit (tidak tergantung pada umurnya) dan bisa mendapat perawatan dgn ventilator yg akan bisa hidup. Yg tidak berduit ya akan menerima nasib seperti Aceh telah menyediakan tanah utk kuburan massal seperti yg di posting oleh Sunny Ambon. BH Jo
[GELORA45] Re: Mengapa Petugas Kesehatan di Singapura Sedikit yang Terinfeksi Virus Corona?
'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45] Sat, 28 Mar 2020 19:14:00 -0700
