Sebuah analisa ttg Vaksin Corona (Covid-19) dan Donald Trump.


17/03/2020 Lohmenz Neinjelen 0 Comments amerika serikat, asabri,
coronavirus, covid-19, CureVac, donald trump, jerman, jiwasraya,
jokowi, korupsi, menteri luar negeri jerman, perusahaan bioteknologi,
vaksin corona

Gonjreng.com – Vaksin Corona (Covid-19) menjadi perdebatan antar dua
negara, yaitu Jerman dan Amerikat Serikat serta melibatkan Donald Trump.

Donald Trump selama ini dikenal sebagai sosok yang cukup kontroversial,
dan tidak disukai oleh sebagian rakyat Amerika Serikat sendiri. Tapi di
sisi lain sebagai pimpinan tertinggi sebuah negara besar, sepak
terjangnya akan sering dijadikan berita dan menjadi perhatian dunia. 

Sebuah perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, spesialis dalam
pengembangan obat kanker, terapi berbasis antibodi, dan penyakit
langka, termasuk vaksin profilaksis berpusat di Thuringia, Jerman.

Perusahaan yang baru didirikan pada 2020 ini memiliki dua pusat riset,
yaitu di Frankfurt dan Boston. 

Vaksin Corona (Covid-19) diperkirakan sebentar lagi akan ditemukan oleh
perusahaan bioteknologi CureVac tadi mengingat ada kabar Presiden
Amerika Serikat Donald Trump berniat untuk membeli hak patennya serta
mengajukan penawaran sebesar US$ 1 miliar. 

Virus corona saat ini tengah mengguncang dunia, dan negara maju
termasuk Amerika Serikat kewalahan menghadapi serangan virus maut itu.

Tak heran jika Indonesia pun kewalahan, dan Jokowi telah mengimbau agar
masyarakat beraktivitas di rumah saja (social distancing), tapi menurut
pendapat seorang Anggota Dewan dari Partai Demokrat, kebijakan
pragmatis pemerintahan Jokowi tidak fokus. 

Di satu sisi ingin menangani epidemi virus corona sebaiknya, tapi di
sisi lain tetap ingin menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. 

Sila baca juga: Kebijakan Anies Amburadul, Benarkah Seperti Itu?

CEO CureVac Daniel Menichella diberitakan telah melakukan pertemuan
dengan Donald Trump, Wakil Presiden AS Mike Pence, dan perwakilan
perusahaan farmasi di Washington, tapi pekan lalu mendadak CureVac
mengumumkan adanya pergantian CEO, dan Daniel Menichella pun tersingkir.

Cukup menarik hal yang berkait dengan vaksin Corona (Covid-19) yang
sedang diteliti perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac serta adanya
penawaran sebesar US$ 1 miliar dari pemerintah Amerika Serikat untuk
membeli hak patennya.

Pemerintah Jerman sendiri melalui pernyataan Menteri Luar Negeri Jerman
Heiko Maas menegaskan hak cipta dan proses pengembangan vaksin Corona
(Covid-19) tidak dijual hanya demi kepentingan satu negara.

“Peneliti Jerman memiliki peran penting dalam pengembangan obat dan
vaksin. Kami tidak akan membiarkan orang lain mencari hasil dari
pengembangan ini secara eksklusif,” kata Menteri Luar Negeri Jerman
Heiko Maas seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat membantah tudingan negaranya
berencana ingin memonopoli paten pengembangan vaksin Corona tadi, juga
mengklaim pemerintahnya telah berbicara dengan lebih dari 25 perusahaan
yang mengaku dapat mengembangkan vaksin virus maut itu, dan sebagian
besar dari mereka telah menerima dana dari investor Amerika Serikat.

Setidaknya ada tiga hal yang cukup menarik terkait vaksin Corona
(Covid-19) ini.

Pertama, perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, baru didirikan pada
2020, artinya belum lama keberadaannya, tapi diperkirakan sebentar lagi
akan menemukan vaksin Corona.

Kedua, Donald Trump menawarkan US$ 1 miliar untuk memiliki hak paten
vaksin Corona tersebut, artinya reputasi perusahaan tersebut dihargai,
meski belum lama didirikan. Kesimpulan sederhananya, bukan lama atau
baru didirikan sebuah perusahaan agar bisa dihargai, tapi produk yang
dikeluarkan dari perusahaan tersebut.

Ketiga, Donald Trump selama ini dikenal sebagai sosok yang
kontroversial, tapi setidaknya peduli dengan nasib rakyatnya. Maka dari
itu, ada usahanya untuk mendapatkan hak paten virus corona (Covid-19)
dari perusahaan biokteknologi Jerman, CureVac tadi. 

Donald Trump pasti tahu, uang US$ 1 miliar yang ditawarkan untuk
mendapat hak paten virus corona itu berasal dari uang rakyat yang
diperoleh antara lain lewat pajak, tapi digunakan untuk kepentingan
rakyat juga, bukan untuk memperkaya diri sendiri atau korupsi.

Kalau bicara korupsi, teringat kasus dugaan korupsi gila-gilaan atau
mega skandal yang disebut kasus Jiwasraya dan Asabri. 

Bagaimana kabarnya kasus tersebut di tengah hiruk pikuk epidemi virus
corona? 

Tenggelam, atau kurang mendapat perhatian masyarakat? Padahal potensi
uang negara yang hilang puluhan triliun rupiah, lebih dari penawaran
Donald Trump untuk memiliki paten vaksin Corona.

Pemerintah Amerika Serikat dan Jerman sedang berseteru terkait vaksin
Corona (Covid-19) yang diperkirakan tak lama lagi ditemukan oleh
perusahaan bioteknologi CureVac.

Jerman menolak jika vaksin Corona CureVac digunakan untuk kepentingan
satu negara saja, dan Amerika Serikat sudah membantah ingin melakukan
monopoli atas penemuan vaksin tersebut.

Damailah di bumi, dan pikiran yang ada di otak para pemimpin tidak
menempatkan kepentingan bisnis atau ekonomi di atas keselamatan dan
kesehatan manusia, amin.

***

Kirim email ke