Bung Jo, Ja, waktu itu kami cruise sepanjang pantai New Zealand bersama Kong Peng, Sian, Tom Iljas, May Swan, dan satu suami istri teman Kong Peng. Kong Peng bung pasti pernah ketemu. Dia ketua reunie TFI(ex ITBers) di Xiamen, yang pelaksana tournya adalah Tjio Hock Tong. Tjoan Gie, bung sudah ketemu. Dia yang ketuai reunie di Heidelberg. Istri saya dengan pengalaman bantu Tjoan Gie di Heidedlberg, jadi adviseur dan wakil ketua reunie Ottawa. Saya juga suka cruise dengan Holland American Line, suka ngobrol dengan crew asal Indonesia. Bisa pesan lewat mereka juga nasi goreng, ayam goreng, lumpia goreng sehari sebelumnya untuk dimasakkan koki kapal, yang meskipun hanya lumayan enak, tetapi bisa saya makan. Banyak makanan Barat saya tidak suka, padahal orang lain bilang enak. Kadang2 saya lebih suka yang bukan diner, makan hanya chips dan Hamburger.Orang lain kalau cuise jadi gemuk, saya jadi kurus, sengsara tidak doyan. Kalau barengan dengan teman2 kuliah wanita, yang dari Indonesia, ya bisa makan enak.Mereka bawa abon, dendeng sudah digoreng, tempe chips yang dioven, sambel pecel, krupuk goreng, sambedl goreng kering dari tahu, tempe, kentang, tahu kalau saya tidak suka makanan Italia. Dengan adanya sambel pecel dan krupuk, saya bikin gado2, ambil sayurannya dari salat. Tahu kalau saya sukanya makanan Indonesia, crew bagian pelayanan makanan kalau turun kapal, tanya saya mau titip beli makanan Indonesia apa. Lha, yang begini ini tidak pernah ada crew orang Barat tawarkan diri. Di Sydney bisa makan makanan enak Indonesia, malahan lebih enak dari Indonesia kalau dari restaurant sembarangan. Soto, gado2, sate, empek2 enak sekali. Pulang dari cruise, mendarat, kami makan lagi di situ. Salam, Djie
Op ma 30 mrt. 2020 om 21:16 schreef B.H. Jo <[email protected]>: > Bung Djie, > > Saya iseng2 cari di *Google, Duckduckgo *dan di *Google Scholar*, > menemukan 2 Youtube video ttg Reunion of Hoo and Bertha Djie dan ITB > Reunion 2007 tetapi tidak mengetahui yg mana bung Djie dan Bertha. Saya > melihat ada photo dari Kong Peng (? lupa apa betul namanya) dgn istrinya di > ITB Reunion 2007 Youtube video. Saya bertemu mereka di Reunion 2 tahun yg > lalu di Xiamen/Tiongkok dimana Kong Peng sebagai chairman dari Reunion di > Xiamen. > > Saya pernah 2 kali mengikuti cruise dari Holland America di Mediterranean > (mulai dari Venice ke Barcelona) and Caribean. Saya senang sekali mengikuti > cruise ini sebab majoritas/banyak crew member nya dari Indonesia, terutama > dibagian pelayanan di restoran dan perapian cabin. Bisa ngobrol dlm bhs > Indonesia. Kami pernah mengikuti cruise dgn kapal (Allure of the Seas) yg > terbesar didunia pada waktu itu tetapi saya tidak senang sama sekali kalau > dibanding dgn Holland America. Suasanya curang "cosy" dikapal Allure of the > Seas karena terlalu banyak orang muda (dibawah 40 tahun) dan terlalu berbau > "Amerika" seperti di Dysney Land suasanya. > Kami bercencara mengikuti Mediterrenean cruise dari Holland America antara > lain ke Itali, Junani, Turki (jadi ke sebelah Timur dari Mediterrenean) > bukan September ini. Tetapi kami batalkan karena ada wabah coronavirus. > B*arangkali, > kita tidak akan berani mengikuti cruise lagi dimasa depan *karena > masalah2 di cruise belakangan ini sebagai *"inkubator"* dari wabah > penyakit menular. > > Salam, > BH > > > > On Monday, March 30, 2020, 11:28:45 AM CST, kh djie [email protected] > [GELORA45] <[email protected]> wrote: > > > > > Bung Jo, > Saya kenal mereka. Kami pernah barengan keliling Australia, janjian ketemu > di Sydney. Kemudian dari Sydney ikut cruise sepanjang pantai Australia. > Di kapal kepala bagian tekniknya insinyur Belanda lulusan Delft. Saya dan > teman dari Amerika minta apa boleh lihat bagaimana air minum dan air mandi > dibuat dari air laut. Untung dibolehkan, jadi menambah pengetahuan meskipun > basis prinsipnya saya tahu di kapal itu dengan destillatie pakai multiple > effect > evaporator. Operator di bagian itu semua orang dari Indonesia. Banyak > tambahan > yang saya dapat, melebihi buku2 dan kuliah dulu. Saya dipesan jangan > cerita2 > pada penumpang lain, nanti dia kerepotan. > Kalau di bagian dapur, semua orang Korea. Bagian pelayanan tamu di makan > malam macam2 bangsa.. Dari Indonesia juga banyak. Ada dua orang bisa jadi > kepala regu. Bahasa Inggris mereka jauh lebih maju dari grup beberapa > tahun > yang lalu. > Mereka pandai menabung. Istri mereka ada yang pelihara ayam petelur dengan > teknik modern. Ayam, kandang, vaccin dapat dari supplier. Mereka melever > telurnya dengan harga pasti. Ada juga yang punya perusahaan bikin sedotan > minuman dari plastik bekas. > Salam, > KH > > Op ma 30 mrt. 2020 om 19:09 schreef 'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45] < > [email protected]>: > > > > Bung Djie, > > Saya tidak mengenal mereka. Dan menemukan artikel ini setelah membaca > posting dari bung Djie dimana saya iseng2 "googling" dgn nama May Swan, > karena pernah membaca tulisan May Swan. Menarik juga love story nya. > > Covid-19 measures in place and days after a stroke, 78-year-old woman gets > married at Alexandra Hospital > <https://www.todayonline.com/singapore/covid-19-measures-place-and-days-after-stroke-78-year-old-woman-gets-married-alexandra> > > Covid-19 measures in place and days after a stroke, 78-year-old woman ge.... > > SINGAPORE — It was a wedding ceremony unlike most others. For richer, for > poorer, in sickness and in health, thr... > > <https://www.todayonline.com/singapore/covid-19-measures-place-and-days-after-stroke-78-year-old-woman-gets-married-alexandra> > > Salam, > BH > > > >
