https://www.suara.com/health/2020/03/30/223831/dokter-china-sebut-10-persen-pasien-covid-19-yang-sembuh-kembali-positif?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler



*Dokter China Sebut 10 Persen Pasien Covid-19 yang Sembuh Kembali Positif*

Risna Halidi | Frieda Isyana Putri

Senin, 30 Maret 2020 | 22:38 WIB

[image: Dokter China Sebut 10 Persen Pasien Covid-19 yang Sembuh Kembali
Positif]Tekanan emosional yang dirasakan staf medis kerap terlampau berat.
[Paolo Miranda/BBC]

*Dokter belum mengetahui dengan jelas mengapa mereka bisa kembali tertular
untuk kedua kalinya.* *Suara.com - *Dokter di China melaporkan sekitar 10
persen *pasien virus corona*
<https://www.suara.com/tag/pasien-virus-corona> Covid-19
yang telah sembuh kembali positif terinfeksi virus tersebut.

Meski demikian, dokter belum mengetahui dengan jelas mengapa mereka bisa
kembali tertular untuk kedua kalinya.

ADVERTISING


Dilaporkan Fox News dari South China Morning Post, Tongji Hospital yang
menemukan kasus Covid-19 pertama kali mengonfirmasi bahwa lima dari 145
pasien atau sekitar tiga persen pasien yang telah sembuh, diites kembali
dan dinyatakan positif dalam tes asam nukleat.

"Sejauh ini belum ada bukti yang bisa mengungkapkan mengapa mereka kembali
tertular," kata Wang Wei, presiden dari rumah sakit tersebut.

Ia menambahkan ada lima pasien lagi yang kembali positif namun tidak
menampakkan gejala apapun, serta tak ada kontak dekat dengan yang sedang
terinfeksi.

Akan tetapi menurutnya ini hanyalah 'contoh kecil' dan tidak cukup untuk
menjadi kesimpulan. "Kami membutuhkan studi epidemiologis dalam skala besar
untuk menuntun pengawasan penyakit ini," kata Wang.

Sementara itu, lokasi karantina lain di Wuhan juga melihat sekitar 5 sampai
10 persen dari pasien yang sembuh kembali positif.




Penemuan ini dilaporkan oleh redaksi kesehatan situs Life Times yang
berafiliasi dengan koran pemerintah People's Daily.

Studi dari pelbagai otoritas kesehatan di seluruh dunia sedang mengecek
konsep pengobatan lewat plasma seseorang yang telah terkena virus, lalu
menyuntikkan antibodi tersebut ke pasien yang masih sakit untuk
menstimulasi sistem imun mereka.

Kirim email ke