-------- Forwarded Message --------
Subject: Dengan Solidaritas dan Kerja Sama Kuasai “Jendela Kesempatan” ke-2 ; Kemlu Tiongkok: Jangan Politisasi Masalah Kualitas Bahan Penanggulangan Wabah Yang Disumbangkan Tiongkok
Date:   Tue, 31 Mar 2020 11:44:30 +0800
From:   ChanCT <[email protected]>
To:     GELORA_In <[email protected]>



 Dengan Solidaritas dan Kerja Sama Kuasai “Jendela Kesempatan” ke-2

2020-03-31 11:37:10 http://indonesian.cri.cn/20200331/1053d13c-4a70-8dab-243d-2b5ce2a93329.html

Wabah Covid-19 tengah merebak di seluruh dunia. Wabah begitu gawat dan negara manapun sulit mengontrolnya sendiri. Masyarakat internasional lebih membutuhkan solidaritas dan kerja sama daripada waktu kapannya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus baru-baru ini dengan penyesalan mengatakan, selama dua bulan ini, banyak negara dalam waktu begitu lama belum mengadakan persiapan dan mengambil tindakan yang relevan sehingga telah menyia-nyiakan jendela kesempatan pertama untuk mengekarang wabah Covid-19. Ia menghimbau agar berbagai negara mengambil tindakan yang lebih proaktif dan tidak menyia-nyiakan jendela kesempatan ke-2.

Kesepahaman yang dicapai KTT Luar Biasa G20 mengenai penanganan Wabah Covid-19 baru-baru ini tak pelak akan membantu masyarakat internasional menguasai jendela kesempatan kedua untuk menanggulangi wabah.

Di depan KTT tersebut, pemimpin Tiongkok menyerukan peningkatan kerja sama internasional secara menyeluruh dengan mengemukakan 4 butir inisiatif yaitu dengan tegas melancarkan perang seluruh dunia untuk mengatasi wabah Covid-19, dengan efektif melakukan pengontrolan bersama internasional, aktif mendukung organisasi internasional memainkan peranannya dan meningkatkan penyelarasan kebijakan ekonomi makro internasional sehingga telah menginjeksikan keyakinan dan tenaga penggerak yang perkasa kepada kerja sama penanggulangan wabah seluruh dunia ke depan.

Pernyataan yang dikemukakan KTT menarik sepenuhnya inisiatif Tiongkok. Setiap langkah yang ditetpkan dalam pernyataan KTT sangat akurat dan dapat dioperasionalkan, dan menguntungkan dikumpulkannya kekuatan kerja sama seluruh dunia untuk mengatasi wabah.

Kini, telah ditetapkan arah kerja sama global untuk mengatasi wabah. Yang penting ialah berbagai pihak hendaknya melaksanakan hasil KTT dan secara tuntas membuang sejumlah perbuatan yang merintangi penanggulangan wabah internasional.

Sebagai dua ekonomi terbesar di dunia, kerja sama Tiongkok dan AS dalam penanggulangan wabah tak saja menguntungkan pengontrolan sedini mungkin momentum menjalarnya wabah di AS dan juga menguntungkan keamanan kesehatan publik global.

 Kerja sama internasional yang disponsori dalam pernyataan KTT LB G20 itu justru selalu dipromosi dan dipraktekkan pihak Tiongkok. Terhitung sampai tanggal 26 Maret, Tiongkok telah memberikan bantuan empat gelombang kepada 89 negara dan empat organisasi internasional.

Tiongkok kini berada pada tahap kritis untuk mencegah masuknya wabah dari luar negeri dan munculnya kembali wabah di dalam negeri. Pemerintah Tiongkok bersamaan mengadakan pengontrolan sepenuhnya di dalam negeri akan terus ikut serta dalam kerja sama internasional dan berupaya bersama mengatasi wabah.


 Kemlu Tiongkok: Jangan Politisasi Masalah Kualitas Bahan
 Penanggulangan Wabah Yang Disumbangkan Tiongkok

2020-03-31 11:35:32 http://indonesian.cri.cn/20200331/2def93aa-4b29-d32d-822b-a748a5354e0b.html

Berkenaan dengan pelaporn sejumlah negara mengenai kualitas bahan penanggulangan wabah dari Tiongkok baru-baru ini, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying hari Senin kemarin (30/3) dalam jumpa pers di Beijing menyatakan, masalah-masalah terkait hendaknya diselesaikan dengan bertolak dari sikap dan semangat yang realistis dan tidak boleh dipolitisasi.

Hua Chunying menyatakan hal tersebut ketika ditanya wartawan mengenai pernyataan Slovakia, Filipina, Belanda dan negara-negara lain bahwa bahan medis yang dibelanja dari pasar Tiongkok ada masalah kualitas.

Ia mengatakan, pejabat pemerintah Slovakia beberapa hari yang lalu meragukan keandalan kit reagen deteksi cepat yang dibeli dari Tiongkok, Kedutaan Besar Tiongkok untuk Slovakia dengan cegera mengadakan penyelidikan terhadap perusahaan terkait Tiongkok dan hasil tahap pertamanya ialah tenaga media terkait dengan keliru menggunakan cara deteksi Reagan asam nukleak dalam Reagan kit yang baru dibeli sehingga mengakibatkan ketidak-pastian hasil deteksi. Kedubes Tiongkok telah memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Selain itu, Kementerian Kesehatan Filipina baru-baru ini juga telah mengadakan penjelasan bahwa hasil Reagan kit sumbangan pemerintah Tiongkok sama dengan hasil Reagan deteksi yang disediakan WHO dan pihaknya menyatakan minta maaf atas kesalah-pahaman dalam opininya sebelumnya. Pejabat terkait Belanda baru-baru ini menyatakan bahwa masker impor dari Tiongkok tidak sesuai dengan standar keamanan dan Kedubes Tiongkok dengan segera mengadakan pengecekan dan pejabat Kementerian Kesehatan Belanda pada tanggal 29 Maret memberikan tanggapannya bahwa sejumlah masker yang dibeli sendiri agen Belanda tidak cocok bagi tenaga medis yang bekerja di ward pasien kritis dan tengah meminta pendapat profesional mengenai apakah masker itu dapat disediakan kepada tenaga medis yang lebih rendah tuntutan perlindungannya.

Kirim email ke