Di Belanda, bila diperlukan perusahaan harus punya kolam pengolahan air. Ada yang hanya perlu mengatur pH airnya saja, ada yang harus menghilangkan zat2 berracun. Air dari kolam2 pengolahan air mengalir ke kolam pengolahan air dari pemerintah kota. Disitu diolah lagi, sebelum dibuang ke sungai. Kolam pengolahan pemerintah kota mengukur volume air buangan perusahaan dan kadar zat2 buangan dan menarik pajak denda dari situ. Perusahaan sendiri harus mengambil sample air kolam yang tiap hari dikirim ke jawatan Air minum. Perusahaan sendiri menyampaikan laporan tiap bulan ke propinsi jumlah air buangannya tiap hari dan hasil analysa air oleh lab. perusahaan sendiri. Kalau dalam seminggu perusahaan tidak menerima surat celaan dari propinsi, berarti O.K.
Op wo 1 apr. 2020 om 08:21 schreef 'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > Saya jarang melihat Youtube video krn terlalu panjang dan memakan waktu. > Tetapi video ini yg di posting oleh bung Sunny sangat menarik sebab jarang > kejadiannya. Namun sangat memprihatinkan. Singkatnya pabrik2 textil > disepanjang membuang "zat2 racun" ke sungai Citarum di Jawa Barat, antara > lain timah (lead), sulfat dll. Pemeriksaan dari potongan rambut anak2 di > sekitar sungai ini mengandung zat2 racun ini (54 macam) dalam kadar tinggi > dimana > air utk masak diambil dari sumur didekat sungai ini. Kadar timah yg tinggi > bisa merusak urat syaraf dan otak manusia/anak2. Juga pemeriksaan dari > pohon padi/beras mengandung timah dari daerah sungai ini. Jadi banyak > penduduk di Indonesia yg memakan beras dari daerah ini dalam jangka panjang > bisa dirusak kesehatannya, > The world’s most polluted river | DW Documentary > > The world’s most polluted river | DW Documentary > <https://www.youtube.com/watch?v=GEHOlmcJAEk> > > The world’s most polluted river | DW Documentary > > The Citarum River in Indonesia is the world’s most polluted river.. One of > the main polluters is the fashion indu... > <https://www.youtube.com/watch?v=GEHOlmcJAEk> > > > > > >
