https://www.suara.com/bisnis/2020/04/01/121416/babak-belur-karena-corona-ekonomi-indonesia-diperkirakan-minus-04-persen


*Babak Belur karena Corona, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Minus 0,4 Persen*

Bangun Santoso | Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 01 April 2020 | 12:14 WIB

[image: Babak Belur karena Corona, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Minus 0,4
Persen]Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Suara.com/Umay Saleh)

*Seperti halnya target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini
diperkirakan bakal minus 0,4 persen* *Suara.com - *Menteri Keuangan *Sri
Mulyani* <https://www.suara.com/tag/sri-mulyani> Indrawati mengatakan
dampak pandemi penyebaran virus corona atau Covid-19 di tanah air membuat
target ekonomi nasional pada tahun ini jadi babak belur.

Seperti halnya target pertumbuhan *ekonomi Indonesia*
<https://www.suara.com/tag/ekonomi-indonesia> pada tahun ini diperkirakan
bakal minus 0,4 persen.

Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani saat konfrensi pers Komite Stabilitas
Sektor Keuangan (KSSK) dalam video teleconference di Jakarta, Rabu
(1/4/2020).

"Pertumbuhan ekonomi kita perkirakan berdasarkan perkiraan BI, OJK dan LPS,
kita perkirakan akan turun ke 2,3 persen bahkan yang terburuk bisa negatif
0,4 persen," kata Sri Mulyani.

Prediksi pertumbuhan ekonomi 2,3 persen hingga minus 0,4 persen itu
berdasarkan proyeksi beberapa komponen Produk Domestik Bruto (PDB) yang
serba turun akibat pendemi virus corona.

Konsumsi rumah tangga misalnya diproyeksikan dalam kondisi berat bakal
turun 3,22 persen dan yang sangat berat 1,6 persen.

Lalu konsumsi LNPRT (lembaga non-profit yang melayani rumah tangga)
diproyeksikan pertumbuhannya juga diprediksi 1,78 persen dalam kondisi
berat dan kondisi sangat beratnya 1,91 persen.

Pertumbuhan konsumsi pemerintah diperkirakan meningkat, yakni dalam kondisi
berat 6,83 persen dan sangat berat 3,73 persen. Hal itu lantaran besarnya
stimulus yang disiapkan pemerintah untuk menangani COVID-19.

Kirim email ke