Atasi Dampak Corona, Sri Mulyani Dinilai Jalankan Saran Rizal Ramli
Kamis, 2 April 2020 | 06:25 WIB
Oleh : Syahrul Ansyari
VIVAnews - Analis ekonomi dan politik Pergerakan Kedaulatan Rakyat
(PKR) Gede Sandra menilai Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati,
sudah menjalankan solusi dari ekonom senior, Rizal Ramli, dalam
mengatasi dampak pandemik virus corona terhadap perekonomian rakyat.
Menurutnya, langkah Sri Mulyani tersebut tepat.
"Sudah bagus pemerintah masih mau menerima masukan dari luar, untuk isu
penggunaan dana SAL dalam penanganan wabah Covid-19. Ini menandakan
masih ada niatan untuk belajar agar bangsa ini dapat selamat, keluar
dari resesi ekonomi," ujar Gede Sandra, Kamis, 2 April 2020.
Baca juga: Rizal Ramli Ingatkan Jokowi: Nyawa Lebih Penting dari Proyek
Selain penggunaan dana SAL tersebut, Gede Sandra menyarankan pemerintah
untuk menerapkan langkah-langkah ekonomi yang lebih drastis. Misalnya,
menunda dan merestrukturisasi cicilan pokok dan bunga utang SBN yang
untuk tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp641 triliun, yang terdiri dari
pokok SBN jatuh tempo sebebar Rp346,5 triliun dan bunga SBN sebesar
Rp295 triliun.
"Saya kira para investor di pasar keuangan mengerti kondisi yang
dialami oleh pemerintah Indonesia, mereka semua pasti mengalami
kepanikan yang sama di tengah pandemi. Akan sangat berarti bagi
Indonesia, bila dana penanganan Covid-19 dapat bertambah Rp 641 triliun
karena Menkeu-nya berhasil nego ke kalangan investor agar cicilan pokok
dan bunga kita ditunda pembayarannya tahun ini," kata dia.
Ekonom senior Rizal Ramli meminta Presiden Jokowi mengalihkan anggaran
proyek infrastruktur untuk penanganan pandemi virus corona (Covid-19).
Adapun anggaran tersebut senilai Rp430 triliun.
"Jangan gengsi. Gunakan uang proyek infrastruktur Rp430 triliun, dana
Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA)
yang kurang lebih Rp270 triliun untuk membantu kebutuhan pokok pekerja
harian dan rakyat miskin. Ajak tentara, polisi, sopir ojol, RT/RW untuk
distribusi makanan," ujar Rizal Ramli.
Usul Rizal Ramli tersebut lantas digunakan Menteri Keuangan Sri Mulyani
dalam rangka menyelamatkan perekonomian dari dampak pandemik virus
corona. Dalam keterangan pers, Sri Mulyani mengungkap sumber pendanaan
anggaran penanganan virus corona dan dampak sosial dan ekonomi dalam
APBN 2020, salah satunya melalui Sisa Anggaran Lebih (SAL).
SAL merupakan akumulasi dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
(SiLPA)/Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) tahun anggaran lalu dan
tahun anggaran berjalan usai ditutup, ditambah atau dikurangi dengan
koreksi pembukuan.
"Kami banyak alternatif. Bisa menggunakan sisa anggaran lebih kalau
tidak salah jumlahnya ada Rp160 triliun," kata Ani, panggilan akrabnya.