Cina Lockdown Kota Jia Hadapi Gelombang Kedua Serangan Corona


Para petugas medis membubuhkan tanda tangan saat upacara keberangkatan di Rumah 
Sakit Leishenshan Wuhan di Wuhan, Hubei, Cina, 29 Maret 2020. Rumah Sakit 
Leishenshan Wuhan dibangun dalam waktu kurang dari dua pekan. (Xinhua/Cai Yang)


TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina memutuskan lockdown Jia, kota di provinsi 
Henan untuk menghadapi gelombang kedua serangan virus Corona.

Kota Jia berpenduduk sekitar 600 ribu diharuskan tinggal di dalam rumah. Siapa 
saja yang keluar rumah diwajibkan meminta izin, suhu tubuh diukur, dan wajib 
mengenakan masker selama di luar rumah.

Seluruh kegiatan bisnis juga telah ditutup, kecuali pemasok medis, perusahaan 
logistik, dan perusahaan pengolahan makanan.

Semua toko kecuali supermarket, rumah sakit, pasar makanan, SPBU, apotik, dan 
hotel telah ditutup.

Mereka yang ingin bekerja mendapat izin khusus. Mobil hanya dapat digunakan 
untuk hari-hari tertentu tergantung nomor polisinya. 

Kota Jia menjadi kota kedua setelah Wuhan yang mengalami lockdown total akibat 
pandemi virus Corona.

"Lebih baik tidak datang ke kota Jia sekarang. Tak seorang pun bisa masuk atau 
keluar," kata seorang staf transportasi kota Jia mengkonfirmasi kota itu telah 
diisolasi sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, 1 April 2020.

Menurut Wang, aparat berwenang meminta warga Jia menyiapkan sayuran dan 
kebutuhan sehari-hari untuk persiapan isolasi.

Setiap keluarga juga diminta untuk menugaskan satu orang untuk ke luar rumah ke 
toko kebutuhan sehari-hari setiap dua hari.

Wang kemudian merujuk berita media massa bahwa di kota Jia ditemukan 3 kasus 
infeksi virus Corona.

Seorang dokter yang bekerja di rumah sakit di Jia dilaporkan positif terjangkit 
virus Corona Sabtu lalu. Dokter dengan nama keluarga Liu kembali dari Wuhan 
pada Januari lalu dan melanjutkan tugasnya di rumah sakit itu setelah menjalani 
isolasi mandiri selama 2 minggu.

Namun virus Corona yang bercokol di tubuh Liu telah berpindah ke dua rekan 
kerjanya di rumah sakit itu dan seorang teman sekelasnya. Hasil tes menyebutkan 
semua mereka positif terjangkit virus Corona.

Lockdown kota Jia terjadi justru setelah Cina mengalami penurunan total pandemi 
virus Corona. Provinsi Hubei, di mana Wuhan menjadi ibukotanya telah kembali 
berdenyut dengan aktivitas warganya termasuk aktivitas ekonomi serta 
transportasi.Sementara status Wuhan lockdown akan berakhir pada 8 April ini.

Kemarin, Komisi Kesehatan Nasional melaporkan 37 kasus infeksi virus Corona 
yang baru, satu di antaranya berasal dari luar Cina. 

Seorang warga Jia, Wang Xiao, 23 tahun mengatakan dirinya diberitahu warga 
desanya tentang Jia lockdown pada Selasa sore.

Menurut Wang, aparat berwenang meminta warga Jia menyiapkan sayuran dan 
kebutuhan sehari-hari untuk persiapan isolasi.

Setiap keluarga juga diminta untuk menugaskan satu orang untuk ke luar rumah ke 
toko kebutuhan sehari-hari setiap dua hari.

Wang kemudian merujuk berita media massa bahwa di kota Jia ditemukan 3 kasus 
infeksi virus Corona.

Seorang dokter yang bekerja di rumah sakit di Jia dilaporkan positif terjangkit 
virus Corona Sabtu lalu. Dokter dengan nama keluarga Liu kembali dari Wuhan 
pada Januari lalu dan melanjutkan tugasnya di rumah sakit itu setelah menjalani 
isolasi mandiri selama 2 minggu.

Namun virus Corona yang bercokol di tubuh Liu telah berpindah ke dua rekan 
kerjanya di rumah sakit itu dan seorang teman sekelasnya. Hasil tes menyebutkan 
semua mereka positif terjangkit virus Corona.

Lockdown kota Jia terjadi justru setelah Cina mengalami penurunan total pandemi 
virus Corona. Provinsi Hubei, di mana Wuhan menjadi ibukotanya telah kembali 
berdenyut dengan aktivitas warganya termasuk aktivitas ekonomi serta 
transportasi.Sementara status Wuhan lockdown akan berakhir pada 8 April ini.

Kemarin, Komisi Kesehatan Nasional melaporkan 37 kasus infeksi virus Corona 
yang baru, satu di antaranya berasal dari luar Cina

Kirim email ke