*Apakah hanya penduduk Jakarta yang berkesusahaan dan oleh sebab itu
diberikan bantuan Rp 1 juta per bulan? Bagaimana penduduk di luar Jakarta,
teristimewa mereka yang berdiam di luar pulau Jawa. Apakah mereka tidak
membutuhkan bantuan dalam menghadapi COVID-19?*


*https://bisnis.tempo.co/read/1327140/corona-anies-penduduk-miskin-dapat-bantuan-rp-1-juta-per-bulan
<https://bisnis.tempo.co/read/1327140/corona-anies-penduduk-miskin-dapat-bantuan-rp-1-juta-per-bulan>
*


*Corona, Anies: Penduduk Miskin Dapat Bantuan Rp 1 Juta per Bulan*

Reporter:
*Bisnis.com*

Editor:
*Dewi Rina Cahyani*

Kamis, 2 April 2020 17:35 WIB


*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>**, **Jakarta** - Gubernur DKI Jakarta, **Anies
<https://www.tempo.co/tag/anies>**Baswedan, mengungkap bantuan senilai Rp 1
juta rupiah per keluarga akan dikucurkan ke warga miskin dan rawan miskin
di Jakarta yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi virus Corona
(Covid-19).*

Hal ini terungkap dalam rapat virtual Anies bersama Wakil Presiden Ma'ruf
Amin, Kamis, 2 April 2020. Anies berharap eksekusi bantuan sosial sebagai
salah satu langkah penanganan pandemi corona
<https://www.tempo.co/tag/corona>atau Covid-19 di Jakarta bisa segera
terlaksana.

"Kita mengharapkan agar program bantuan yang tadi dibahas bersama dalam
rapat terbatas, itu bisa segera dieksekusi. Dalam catatan kita pak wapres,
ada 3,7 juta orang yang dalam posisi miskin dan rentan miskin. Mereka
terdampak cukup serius dan perlu ada dukungan untuk bisa membiayai
kehidupan di Jakarta," ujarnya.

Anies menjelaskan lebih lanjut bahwa pihak Pemprov DKI Jakarta telah
mendiskusikan hal ini bersama pemerintah pusat terutama Kementerian Sosial.
Bahwa 3,7 juta keluarga ini akan diberikan bantuan sejumlah Rp 1 juta
rupiah per bulan, selama dua bulan ke depan.


*Namun demikian, Anies menyebut progres terkini ada pada pendataan keluarga
rawan miskin yang anggaran bantuannya sebagian ikut ditanggung pemerintah
pusat.*

"Kita perlu waktu untuk mengidentifikasi kelompok rentan miskin. Kalau
masyarakat miskin di Jakarta itu jumlahnya ada 1,1 juta, mereka sudah
teridentifikasi by name, by adress di Jakarta ini karena mereka selama ini
dapat bantuan dari kita," jelas Anies.

Dalam proses pendataan, Anies mengerahkan unsur masyarakat seperti PKK dan
Dasa Wisma, terutama kawasan RT/RW padat penduduk lewat program Jakarta
Satu. Anies pun menjanjikan target kepada Ma'ruf, bahwa pendataan ini
rampung sekitar 10 hari ke depan.

"Mereka ini misalnya pengemudi ojek atau pedagang bakso, pedagang pedagang
kaki lima. Mereka selama ini memiliki pendapatan. Tapi begitu ekonomi
mengalami kontraksi, mereka langsung kehilangan pendapatan. Nah, inilah
yang saat ini sedang dikumpulkan datanya," tambah Anies.


Anies mengungkapkan bahwa pembicaraan terakhirnya bersama kementerian
terkait, menyepakati bahwa pemerintah pusat akan ikut menangani anggaran
bantuan sebesar Rp 880.000 per warga rawan miskin yang belum masuk ke data
Pemprov DKI Jakarta, atau sekitar 2,6 juta keluarga.

Artinya, pemerintah pusat akan ikut menggelontorkan dana sebesar Rp 4,567
triliun selama dua bulan dari total jumlah beban pemerintah pusat dan
Pemprov DKI Jakarta, yakni mencapai Rp 7,4 triliun untuk 3,7 juta keluarga.

"Secara jumlah terselesaikan. Ini juga bersama dengan Menko Kemaritiman.
Tetapi yang belum selesai adalah data tentang siapanya [yang mendapat
bantuan]. Jadi angkanya sudah disepakati, kemudian besarannya juga sudah,
tapi datanya itu yang kita masih dalam proses," ujar Anies
<https://nasional.tempo.co/read/1327081/rapat-soal-corona-dengan-wapres-anies-sangat-mengkhawatirkan>
..

Kirim email ke