Wong cilik, dicekik paceklik + wong licik...... Op vr 3 apr. 2020 om 18:26 schreef kh djie <[email protected]>:
> Sudah keceklik, masih paceklik lagi....... > > Op vr 3 apr. 2020 om 18:08 schreef 'j.gedearka' [email protected] > [GELORA45] <[email protected]>: > >> >> >> >> >> -- >> j.gedearka <[email protected]> >> >> >> https://news.detik.com/kolom/d-4964229/masa-paceklik-yang-tak-diperhitungkan?ta >> >> Kolom >> >> Masa Paceklik yang Tak Diperhitungkan >> >> Syekha Maulana Ilyas - detikNews >> Jumat, 03 Apr 2020 17:12 WIB >> SHARE URL telah disalin >> kekeringan di aceh >> Wabah corona ibarat paceklik alias kekeringan di musim kemarau panjang >> (Foto: Datuk Haris) >> Jakarta - >> "Kemarau" ini sepertinya masih panjang. Dalam pertanian, masa paceklik >> bisa diperhitungkan kapan datangnya dan kapan selesainya, sehingga sebelum >> datangnya paceklik petani-petani akan menyimpan sebagian hasil panennya di >> lumbung sebagai cadangan makanan ketika masa paceklik datang. Tapi, >> "kemarau" satu ini tidak diperhitungkan datangnya, sebagian besar >> (masyarakat dan negara) tidak siap akan datangnya pandemi ini dan belum >> bisa diduga sampai akan berakhir kapan. >> >> Apakah kisah Flu Spanyol yang menyebalkan dan menyengsarakan akan >> terulang oleh Covid-19? Yang jelas kasus Covid-19 ini, sama dengan halnya >> Flu Spanyol, tidak terduga dan cenderung diremehkan di awal. Seperti yang >> dijelaskan oleh John M. Barry, penulis buku The Great Influenza bahwa pada >> 1918, virus pernapasan baru menyerang populasi manusia dan membunuh antara >> 50 juta hingga 100 juta orang --disesuaikan dengan populasi, yang akan sama >> dengan 220 juta hingga 430 juta orang. >> >> Hingga 29 Maret, jumlah kasus infeksi Covid-19 yang telah dilaporkan di >> seluruh dunia sebanyak 669.312 kasus. Sebagaimana yang sering disampaikan, >> salah satu alternatif mencegah penyebarluasan virus ini adalah social >> distancing, mengurangi intensitas keluar rumah, bahkan mengisolasi diri >> lebih baik. Tentu hal ini akan memiliki dampak pada sektor ekonomi atau >> yang lainnya yang memerlukan pertemuan fisik. >> >> Ada beberapa sektor yang bisa menggunakan mekanisme work from home, tapi >> ada juga beberapa sektor yang tidak bisa jalan kalau tidak bertemu. Ini >> menyurutkan aktivitas ekonomi; ketika aktivitas ekonomi turun, konsumsi ke >> depan pun diperkirakan akan turun juga. Berbahaya jika masyarakat dan >> pemerintah tidak siap. >> >> Bukan pandangan pesimis yang ingin saya utarakan, tapi ajakan memikirkan >> solusi dan membaca peluang-peluang ke depan terkait pemenuhan >> kebutuhan-kebutuhan dasar untuk masyarakat. Kesiapan adalah kunci untuk >> mengatasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. >> >> Saat ini dan beberapa minggu ke depan mungkin kita masih aman secara >> ekonomi, tapi sebulan atau dua bulan ke depan kemungkinan akan ada >> masalah-masalah yang lebih kompleks. Jika "kemarau" ini tak kunjung usai, >> ke depan tidak hanya masker, APD, hand sanitizer yang kita butuhkan, tapi >> juga kebutuhan-kebutuhan pokok, yang disebabkan menipisnya pendapatan bagi >> sebagian besar masyarakat. >> >> Menurunnya pendapatan masyarakat ini disebabkan oleh mandeknya aktivitas >> ekonomi di beberapa sektor. Misalnya, dengan kebijakan kuliah daring, >> sebagian besar mahasiswa memilih pulang ke kampung halaman. Hal ini >> menyebabkan tutupnya beberapa pelaku bisnis seperti tutupnya gerai-gerai >> kopi, makanan (yang target pasarnya mahasiswa), dan sepinya penumpang >> transportasi online maupun konvensional. >> >> Walaupun di sisi lain terdapat lonjakan pembelian makanan secara online, >> tapi ini tidak sebanding dengan jumlah driver transportasi online yang ada. >> Dan, masih banyak lagi kasus-kasus di lapangan yang menyengsarakan >> aktivitas ekonomi. >> >> "Kemarau" ini masih panjang. Jangan bergembira terlalu dini walaupun ada >> tanda-tanda akan turunnya "hujan"; kita harus tetap waspada dan >> berhati-hati. Penelitian Warwick McKibbin dan Roshen Fernando (2020), >> ekonom Australian National University yang berjudul The Global >> Macroeconomic Impact of Covid-19 menjelaskan ada 7 skenario berdasarkan >> tingkat persebaran virus corona. >> >> Skenario 1-3 mengasumsikan peristiwa epidemiologis hanya terjadi di >> China. Dampak ekonomi pada China dan dampaknya ke negara lain adalah >> melalui perdagangan, aliran modal, dan dampak perubahan risiko di pasar >> keuangan global. Skenario 4-6 adalah skenario pandemi di mana guncangan >> epidemiologis terjadi di semua negara dengan tingkat yang berbeda. >> >> Skenario 1-6 menganggap guncangan bersifat sementara. Skenario 7 adalah >> kasus di mana pandemi ringan diperkirakan akan berulang setiap tahun untuk >> masa depan yang tidak terbatas. Tentu, masyarakat dan pemerintah harus siap >> menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Salah satu kesiapan masyarakat >> dan pemerintah adalah mampu membaca tantangan dan peluang ke depan dengan >> ancaman Covid-19 ini. >> >> Setiap permasalahan yang terjadi pasti ada solusinya, sebagaimana >> ekonomi, di satu sisi turun, di sisi lain akan mengalami kenaikan. Fakta >> menarik yang terjadi, over demand empon-empon karena anjuran minum-minuman >> sehat, beralihnya jasa-jasa jahit/konveksi ke profesi menjual masker, APD, >> dan sarung tangan, serta meningkatnya produksi hand sanitizer, dan >> lain-lain. >> >> Fakta ini mengingatkan saya dengan film Schindler's List yang >> menceritakan usaha-usaha penyelamatan kaum Yahudi yang dilakukan oleh Oskar >> Schindler dari Holocaust. Ketika itu masa penjarahan Nazi kepada kaum >> Yahudi, bidang keamananlah yang menjadi problemnya, maka industri >> persenjataan (usaha Schindler) meningkat untuk memenuhi kebutuhan >> perang/penjarahan. >> >> Tidak menutup kemungkinan dengan apa yang terjadi ini, kesehatan yang >> menjadi permasalahan, industri-industri di bidang kesehatanlah yang akan >> menjadi peluang ekonomi dan melonjak menopang perekonomian. Tidak hanya >> itu, masyarakat juga harus mulai memikirkan inovasi ekonomi tanpa gerak >> berlebih, dengan artian mengerjakan apapun di rumah yang memiliki economc >> value added. Itu bisa saja dilakukan, asal mau dan tidak gagap membaca >> kemungkinan-kemungkinan ke depan. >> >> Masa "paceklik" ini belum jelas kapan berakhirnya, yang penting kita >> harus bersiap dengan tantangan ke depan. Bagi pemain bisnis besar, PNS, dan >> pegawai-pegawai dengan gaji tetap mungkin masih punya tabungan untuk waktu >> yang lumayan panjang. Tapi bagaimana nasib dari pebisnis skala UMKM, >> rumahan, sopir-sopir angkot, tukang becak, dan sebagainya (selain pedagang >> pasar, karena masih ramai), yang tidak mempunyai saving besar sebelumnya? >> >> Ini perlu dipikirkan mulai sekarang; kemungkinan salah satu problem yang >> akan kita tangani bersama ke depan. Apakah terlalu berlebihan analisis ini? >> Mari bersama-sama bersatu mencari solusi di tengah pandemi ini. Tidak hanya >> pemerintah, masyarakat pun harus bergerak. >> >> Syekha Maulana Ilyas kader Himpunan Mahasiswa Islam Surabaya >> >> (mmu/mmu) >> >> >> >
