Nah apa yang akan terjadi? Waktu akan menjawab.
Salam hariminggu. Lusi.-

1.:

https://www.youtube.com/watch?v=HGLkUejBlHg&feature=youtu.be

Nasional, Friday, 3 April 2020 | 19:37 WIB

KESABARAN LUHUT HABIS, NGOTOT PENJARAKAN SAID DIDU


POJOKSATU.id, JAKARTA – Sikap kritis mantan Sekretaris BUMN, Muhammad
Said Didu, membuat emosi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan
Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut tak terima dengan pernyataan Said Didu yang menyebut Luhut lebih
mementingkan keuntungan pribadi ketimbang memikirkan penanganan virus
corona atau Covid-19.

Luhut mengancam akan menempuh jalur hukum dan memenjarakan Said Didu
jika tak segera minta maaf.

“Bila dalam dua kali 24 jam tidak minta maaf maka kami akan menempuh
jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujar Juru Bicara
Luhut, Jodi Mahardi, melalui keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020).

Luhut merasa nama baiknya dicemarkan oleh Said Didu. Karena itu, Luhut
akan melaporkan Said Didu dengan pasal pencemaran nama baik dan hate
spech atau ujaran kebencian.

“Secara keseluruhan, seseorang dapat dikenakan pasal hate speech, Pasal
317 KUHP dan 318 KUHP dan juga dapat dikenakan Pasal 45A ayat 2 UU
Nomor 19 Tahun 2016 terkait ITE jika menyebarkan ujaran kebencian,
yaitu bisa memprovokasi, menghasut, serta penyebaran kabar atau berita
bohong melalui media sosial,” kata Jodi.

Luhut mempersoalkan pernyataan Said Didu dalam video yang diposting di
kanal YouTube, Muhammad Said Didu.POJOKSATU.id, JAKARTA – Sikap kritis
mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, membuat emosi Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut tak terima dengan pernyataan Said Didu yang menyebut Luhut lebih
mementingkan keuntungan pribadi ketimbang memikirkan penanganan virus
corona atau Covid-19.

Luhut mengancam akan menemuh jalur hukum dan memenjarakan Said Didu
jika tak segera minta maaf.

“Bila dalam dua kali 24 jam tidak minta maaf maka kami akan menempuh
jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujar Juru Bicara
Luhut, Jodi Mahardi, melalui keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020).

Luhut merasa nama baiknya dicemarkan oleh Said Didu. Karena itu, Luhut
akan melaporkan Said Didu dengan pasal pencemaran nama baik dan hate
spech atau ujaran kebencian.

“Secara keseluruhan, seseorang dapat dikenakan pasal hate speech, Pasal
317 KUHP dan 318 KUHP dan juga dapat dikenakan Pasal 45A ayat 2 UU
Nomor 19 Tahun 2016 terkait ITE jika menyebarkan ujaran kebencian,
yaitu bisa memprovokasi, menghasut, serta penyebaran kabar atau berita
bohong melalui media sosial,” kata Jodi.

Luhut mempersoalkan pernyataan Said Didu dalam video yang diposting di
kanal YouTube, Muhammad Said Didu.


2.:

https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/04/04/tokoh-publik-ramai-ramai-kritik-luhut-anda-tidak-dewasa-dalam-demokrasi/

TOKOH PUBLIK RAMAI-RAMAI KRITIK LUHUT: ANDA TIDAK DEWASA DALAM
DEMOKRASI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sejumlah tokoh publik mengkritik Menko
Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan yang berencana melaporkan
Said Didu ke polisi.

Salah satu tokoh yang mengkritik Luhut yakni imam Islamic Center of New
York yang juga Direktur Jamaica Muslim Center, Muhammad Shamsi Ali.

“Jika anda alergi bahkan phobia kritikan, jangan duduk di posisi
publik. Apalagi dalam sebuah tatanan demokrasi. Marah atau tersinggung
ketika dikritik rakyat, menandakan anda tidak dewasa dalam demokrasi.
Demokrasi membuka pintu luas mengoreksi kekuasaan,” kata Shamsi Ali
melalui akun Twitternya.

“Banyak kemunafikan yg merajalela. Demokrasi dan toleransi dijunjung
kalau berpihak kepadanya. Keadilan itu nilai yang dijunjung jika
berpihak. Tapi ketika demokrasi, toleransi dan keadilan hadir membela
kebenaran, dan tidak lagi berpihak, jadinya ancaman,” tambah pendiri
pondok pesantren pertama di Amerika Serikat itu.

Kritikan serupa disampaikan ahli hukum tata negara yang juga pengamat
politik, Refly Harun.

“Seorang pejabat negara harusnya tidak marah kalau dikritik, kritik
yang paling pedas sekalipun, karena dia memang diberi kemewahan dan
segala fasilitas oleh negara, baik uang maupun kekuasaan,” kata Refly
Harun melalui akun Twitternya, @ReflyHZ, Sabtu (4/4).

BACA: Luhut Panjaitan: Suruh Datang ke Saya, Nanti Saya Cium Tangannya

Sementara Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik menilai, Luhut
akan gagal memperbaiki persepsi politik padanya jika memenjarakan Said
Didu.

“Pak Luhut akan gagal memperbaiki persepsi politik padanya bila ia
memenjarakan pengeritik seperti @msaid_didu. Mustahil memenjarakan
semua orang agar tak ada lagi kritik yang memerahkan kuping. Kenapa
tidak ajak saja Pak Didu berdebat untuk mencari tahu pikiran siapa yang
benar?,” katanya.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman, juga menyayangkan
rencana Luhut yang akan melaporkan Said Didu ke polisi.

sikap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut
Binsar Pandjaitan yang mengancam akan mempolisikan Muhammad Said Didu.

“6 bulan jadi pejabat publik jadi paham kita kerja bagus blm tentu
diapresiasi, kita kerja buruk pasti dicaci. Belum lagi fitnah sering
kali diumbar tanpa tabayun. Tapi saya marah kalau ada pejabat pidanakan
pengkritiknya. Kalau ada fitnah cukup diklarifikasi @MSaiddidu,” tegas
Habiburokhman, Jumat (3/4).

Pendiri Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu menambahkan, bagian penting
dari pelayanan publik adalah kesediaan untuk menerima kritikan.

“Selama orang masih mau kritik berarti masih menaruh harapan pada
kita,” tandas anak buah Prabowo itu.



3.:

https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/04/03/faisal-basri-sebut-luhut-lebih-berbahaya-dari-covid-19/

Nasional, Friday, 3 April 2020 | 21:36 WIB

FAISAL BASRI SEBUT LUHUT LEBIH BERBAHAYA DARI COVID-19


POJOKSATU.id, JAKARTA – Bukan cuma mantan Sekretaris BUMN Said Didu
yang mengkritik Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.
Ekonom Faisal Basri melontarkan kritikan yang tak kalah pedas.

Faisal Basri menyebut Luhut lebih berbahaya dari virus Corona atau
Covid-19.

Hal itu dikatakan Faisal Basri melalui akun Twitternya, @FaisalBasri
pada Jumat, 3 April 2020.

“Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19,” kata
Faisal Basri.

Mantan calon Gubernur DKI Jakarta itu menyarankan agar Presiden Jokowi
segera menyingkirkan Luhut Panjaitan.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut mengkritik Luhut
yang menganggap virus Corona tak kuat dengan Cuaca Indonesia.

“Ini sudah keterlaluan!!! Luhut Sebut Virus Corona Tak Kuat dengan
Cuaca Indonesia,” kata Faisal.

Sebelumnya, Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa Virus Corona alias
Covid-19 diperkirakan tidak kuat dengan kondisi cuaca Indonesia.

“Dari hasil modelling, cuaca Indonesia di ekuator yang panas dan
humidity tinggi maka untuk COVID-19 itu enggak kuat,” ujar Luhut dalam
konferensi video, Kamis (2/4/2020).

Kendati demikian, Luhut meminta masyarakat Indonesia untuk melakukan
pencegahan dengan menerapkan jaga jarak alias physical distancing.

“Kalau jaga jarak tidak dilakukan ya kondisi itu tidak berarti,” tandas
Luhut.



4.:

https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/04/03/anak-buah-prabowo-marah-luhut-polisikan-said-didu/


Nasional, Friday, 3 April 2020 | 21:04 WIB

ANAK BUAH PRABOWO MARAH LUHUT POLISIKAN SAID DIDU

POJOKSATU.id, JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra,
Habiburokhman, menyayangkan sikap Menteri Koordinator Bidang
Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang mengancam akan
mempolisikan Muhammad Said Didu.

Melalui akun Twitternya, pendiri Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) itu
menyebut tidak seharusnya Luhut mempolisikan Said Didu.

Kritikan Said Didu, kata Habiburokhman, tidak seharusnya dibawa ke
jalur hukum. Luhut cukup memberikan klarifikasi.

Sebab, menurtnya, Luhut adalah seorang pejabat negara. Dan sebagai
pejabat, Luhut seharusnya tidak anti kritik.

Habiburokhman lantas menceritakan pengalamannya sebagai pejabat publik
selama enam bulan terakhir.

“6 bulan jadi pejabat publik jadi paham kita kerja bagus blm tentu
diapresiasi, kita kerja buruk pasti dicaci. Belum lagi fitnah sering
kali diumbar tanpa tabayun. Tapi saya marah kalau ada pejabat pidanakan
pengkritiknya. Kalau ada fitnah cukup diklarifikasi @MSaiddidu,” tegas
Habiburokhman, Jumat (3/4).

Ia menambahkan, bagian penting dari pelayanan publik adalah kesediaan
untuk menerima kritikan.

“Selama orang masih mau kritik berarti masih menaruh harapan pada
kita,” tandas anak buah Prabowo itu.

Sebelumnya, mengancam akan mempolisikan Said Didu karena merasa
difitnah dan nama baiknya dicemarkan.

Ia tak terima dengan pernyataan Said Didu yang menyebut Luhut lebih
mementingkan keuntungan pribadi ketimbang memikirkan penanganan virus
corona atau Covid-19.

Luhut akan menemuh jalur hukum dan memenjarakan Said Didu jika tak
seger minta maaf.

“Bila dalam dua kali 24 jam tidak minta maaf maka kami akan menempuh
jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” ujar Juru Bicara
Luhut, Jodi Mahardi, melalui keterangan tertulis.







Kirim email ke