-- 
j.gedearka <[email protected]>

Kita jangan hanya menyalahkan corona 19. Yang utama  ialah kebijakan 
pembangunan di Bali. Sejak ORBA pembangunan di Bali di utamakan turisme dan 
untuk itu tanah2 subur untuk pertanian telah diubah jadi hotel2 dan kantor2. 
Jika sebelum ORBA, Bali termasuk mengekspor buah2an.sapi, kopra termasuk beras. 
Sekarang setelah ORBA, Bali mengimport buah2an, beras termasuk janur.Pertanyaan 
kita ialah siapa yang diuntungkan dengan HOTEL2 Mewah di Bali itu? Adanya wabah 
Corona yang membuat masyarakat Bali sulit, hendaknya menjadi PELAJARAN 
bagaimana sepatutnya mengelola Bali agar kembali  menjadi harmonis. .

AA

  



https://travel.detik.com/travel-news/d-4967421/efek-corona-di-bali-lebih-parah-dari-bom-bali

Senin, 06 Apr 2020 19:10 WIB

TRAVEL NEWS

Efek Corona di Bali Lebih Parah dari Bom Bali

Bonauli
detikTravel
Share 0
Tweet 0
Share 0
20 komentar
Ilustrasi turis di Bali (Thinkstock)
FOKUS BERITA
Corona Pukul Pariwisata RI
Badung -

Bali yang dulu sesak oleh turis, kini senyap karena pandemi Corona. Tak ada 
wisata, warga pun tak bisa bekerja.

Indonesia mulai menutup diri dari wisatawan asing untuk sementara waktu karena 
pandemi Corona. Bali yang hidup dari wisata pun mulai tercekik.

Jalan-jalan Bali sepi. Pada 1 April lalu, hanya ada empat penerbangan 
internasional yang tiba di Bandara Ngurah Rai. Perjalanan hanya boleh dilakukan 
oleh diplomat, residen dan yang berkepentingan saja. Jelas sudah, 95 penurunan 
wisata dialami oleh Bali.

"Delapan puluh persen orang di Bali mengandalkan pariwisata baik secara 
langsung maupun tidak," ujar Kepala cabang ASITA Bali I Ketut Ardana, seperti 
dikutip dari ABC News, Senin (6/4/2020).
Baca juga: Kaca Jendela Khusus di Pesawat Biar Tampak Seperti Tempat Ibadah



Ketut juga menambahkan bahwa hampir semua turus telah meninggalkan Bali. Mereka 
yang masih terjebak berharap untuk segera pulang. Tak ada turis, artinya para 
pemandu sepi job. Ada sekitar 7.000 pemandu wisata di Bali. Mereka kini kerja 
serabutan untuk menyambung hidup.

"Secara ekonomi, ini lebih buruk dibandingkan dengan Bom Bali dan erupsi Gunung 
Agung di masa lalu," ujar Mangku Nyoman Kandia, seorang pemandu wisata sejak 
tahun 1984.
Baca juga: Jokowi: Keluar Rumah Wajib Pakai Masker!



Hotel, villa dan restoran tutup semua. Warga yang bekerja di sektor tersebut 
kini juga kerja serabutan. Mereka masih bisa menyambung hidup karena masih ada 
sumbangan yang diberikan.

Sam Huang, seorang profesor pemasaran pariwisata di Universitas Edith Cowan, 
mengatakan bahwa industri pariwisata belum pernah seperti ini. Keadaan ini 
nampak makin parah di Bali.

"Bisnis pariwisata saat ini sangat kesulitan karena adanya penutupan perbatasan 
nasional dan karantina untuk mencegah penyebaran virus Corona. Biaya finansial 
akan sangat besar," tutup Huang.

----

Traveler Punya pengalaman Traveling di berbagai tempat menarik? Kirim Artikelmu 
di Link Ini


Simak Video "China Jemput Warganya dari Bali, Awak Pesawat Tidak Turun"

(bnl/ddn)





Kirim email ke