-------- Forwarded Message --------
Subject:        Ternyata Said Didu Buang Rp200 Juta Sebulan buat Kritik Jokowi
Date:   Tue, 7 Apr 2020 10:38:38 +0800
From:   ChanCT <[email protected]>
To:     GELORA_In <[email protected]>



 Ternyata Said Didu Buang Rp200 Juta Sebulan buat Kritik Jokowi

Nasional <https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/>

https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/04/05/ternyata-said-didu-buang-rp200-juta-sebulan-buat-kritik-jokowi/REDAKSI <https://pojoksatu.id/editor/dired1/>




Said DiduSaid Didu

<line://msg/text/Ternyata%20Said%20Didu%20Buang%20Rp200%20Juta%20Sebulan%20buat%20Kritik%20Jokowi%20https%3A%2F%2Fpojoksatu.id%2Fnews%2Fberita-nasional%2F2020%2F04%2F05%2Fternyata-said-didu-buang-rp200-juta-sebulan-buat-kritik-jokowi%2F>

VIDEO: Kisah Menanti Hasil Tes Positif atau Negatif Virus corona, Ini Rasanya… <https://youtu.be/tSl22JOX9w4>

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu mengaku melepaskan pendapatan Rp200 juta sebulan agar bisa mengkritik kinerja Presiden Jokowi.


Said lantas membeberkan 3 alasan utama, sehingga dia terus-menerus mengkritik Jokowi.

Pertama, untuk mengingatkan janji-janji Jokowi yang dianggapnya sangat tidak konsisten. Kalau diurut itu banyak sekali.

Kedua, mengingatkan kalau Jokowi mengambil kebijakan yang membahayakan bangsa dan negara.

Ketiga, mengkritik Jokowi kalau mengambil kebijakan yang mengabaikan keadilan.

Ketiga alasan itu diungkap Said Didu saat diwawancarai oleh ahli hukum tata negara, Refly Harun.

Refly Harun kemudian mengulik bagaimana Said Didu memenuhi kehidupan sehari-hari setelah diberhentikan dari jabatan Sekretaris BUMN, mundur dari PNS eselon I, dan tidak lagi menjabat komisaris di perusahaan BUMN.

“Bagaimana dapur bisa ngebul kalau tidak ada pekerjaan sekarang ini,” tanya Refly Harun dalam video yang dikutip Pojoksatu.id dari channel Youtube Refly Harun, Minggu (5/4).

Said Didu lantas membeberkan alasannya melepaskan semua jabatannya hingga pendapatannya hilang Rp200 juta lebih per bulan.

“Sebelum saya meninggalkan ini semua, saya salat Magrib sama istri dan anak saya. Saya menyatakan, saya ingin mengambil keputusan yang sangat keras. Saya ingin mundur dari semua jabatan untuk menjadi manusia merdeka. Dan kita kehilangan pendapatan kira-kira di atas Rp200 juta sebulan,” kata Said Didu.

Saat itu, kata Said Didu, istri dan anaknya setuju dan mendukung keputusannya.

“Kebetulan anak saya cuma satu, istri saya bukan perempuan yang hobi belanja. Saya tidak punya hobi yang lain, kecuali main bulutangkis, jogging, tidak suka main golf, jadi pengeluaran saya hampir tidak besar,” tambah pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu.

Said mengaku merintis usaha kecil-kecialan agar bisa bertahan hidup. Ia juga memiliki beberapa usaha kos-kosan di Jakarta dan Jawa Barat.

“Untuk sekadar hidup, insya Alla cukup. Saya, istri saya sudah punya kos-kosan, ada di Bandung, ada di Bogor, ada di Jakarta. Saya beternak sapi, saya memelihata kebun bunga, saya punya sawah di kampung, sawah di sini,” tambah Said.

“Ya, insya Allah cukup untuk hidup. Jadi kita sudah hitung bahwa insya Allah tidak ada gangguan apa pun dan rela melepaskan lebih dari Rp200 juta sebulan demi perbaikan bangsa dan negara,” tegasnya.

Ads by*optAd360* <https://www.optad360.com/en/?utm_medium=AdsInfo&utm_source=pojoksatu.id>

Said mengatakan bahwa yang paling berat baginya adalah menjilat untuk menikmati jabatan. Karena itu, dia rela melepaskan semuanya.

“Saya punya prinsip dari dulu, apabila Anda sudah menikmati jabatan, maka artinya Anda sudah membuka pintu jalan sesat,” katanya.

“Jadi saya tidak pernah menikmati jabatan dan tidak merasa kehilangan apa pun. Dan saya buktikan sekarang, teman-teman saya baik semua, karena yang dikenal adalah Said Didu, bukan karena jabatan,” pungkas Said Didu.

Simak video lengkapnya di bawah ini:


     (one/pojoksatu)

Kirim email ke