*Tidak  mengherankan kalau sang menteri bercemimpun  90% berbagai urusan
negara*.

https://www.gelora.co/2020/04/deretan-perusahaan-milik-luhut-binsar.html


*Deretan Perusahaan Milik Luhut Binsar Pandjaitan: Banyak Banget, Setiap
Sektor Ada!*

[image: @geloranews]*@geloranews* <https://www.instagram.com/geloranews>
*7 April 2020*
<https://www.gelora.co/2020/04/deretan-perusahaan-milik-luhut-binsar.html>


*GELORA.CO <http://GELORA.CO> - *Menteri Koordinator Kemaritiman dan
Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, selain menjadi sosok politikus di
pemerintahan, ia juga merupakan pebisnis sukses dengan mendirikan PT Toba
Sejahtra.


PT Toba Sejahtra (Perseroan) merupakan grup perusahaan yang bergerak di
bidang energi, baik kelistrikan, pertambangan, dan migas, serta perkebunan
& hutan tanaman industri, properti, dan industri. Sebelumnya Luhut
mempunyai 99,9% saham Grup PT Toba Sejahtra. Namun, per Oktober 2017, saham
yang dimiliki Luhut hanya tinggal 9,9%.


Anak usaha tersebut terbagi menjadi 16 perusahaan yang bergerak di berbagai
sektor. Berikut ulasannya:


*1. Toba Coal and Mining*


Anak perusahaannya bernama PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) menjalankan
tambang batubara di Kukar. Anak-anak perusahaan Toba Bara bekerja sama
dengan kontraktor-kontraktor tambang terkemuka Indonesia seperti Petrosea
dan SIS.


Kemudian ada PT Adimitra Baramata Nusantara merupakan konsesi pertambangan
seluas 2.990 hektare yang berlokasi di Kukar yang telah memulai operasinya
pada 2008 dan berhasil melakukan pengiriman komersilnya pada tahun yang
sama. Produksi hasil tambang diperkirakan mencapai 3,6 juta metric ton batu
bara pada 2011


Lalu ada PT Fairfield Indonesia yang didirikan pada 2005 dan merupakan
perusahaan bersama dengan Fairfield Nodal, perusahaan seismik Amerika
Serikat.


Perusahaan ini dilengkapi dengan teknologi dan kapasitas yang diperlukan
untuk menangani baik data seismik 2 dimensi dan 3 dimensi dan proyek-proyek
di kedalaman termasuk di darat, zona transisi dan pengolahan data kelautan.


*3. Toba Perkebunan dan Kehutanan*


Di sektor perkebunan, masuk ke Kaltim melalui PT Toba Bara Sejahtera Tbk
(TOBA), dimana pada 19 Juni 2013, telah membeli mayoritas saham dalam PT
Perkebunan Kaltim Utama I. PT Perkebunan Kaltim Utama I memiliki total luas
lahan sebesar 8.633 ha dan lahan yang sudah ditanam seluas 2.896 ha. Izin
Penanaman ini akan habis pada 2036 mendatang.


Lainnya yakni PT Tritunggal Sentra Buana, PT Toba Sejahtra melakukan usaha
patungan dengan Wilmar Plantations dan memiliki saham minoritas sebesar 25%
atas perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Saliki, Kalimantan Timur.


Perkebunan Saliki memiliki total lahan seluas 12.000 ha dengan total lahan
Hak Guna Usaha (Izin Operasi) sebesar 5.759 ha.  Perkebunan Saliki juga
dilengkapi dengan alat giling yang dapat mengolah hasil panen minyak kelapa
sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dari perkebunan sendiri maupun milik para
petani di sekitar.


Selain di Kukar, ada juga usahanya di Nunukan, Kalimantan Utara melalui PT
Adimitra Lestari yang didirikan pada 2005. Pada tahun 2008, perusahaan ini
menerima Izin Usaha Pengelolaan Hasil Kayu (IUPHHK) yang berlaku selama 45
tahun untuk 52.100 ha hutan produktif di Nunukan. Pada April 2009, PT
Adimitra Lestari telah memulai produksi komersilnya.


*4. Toba Industri*


PT Smartias Indo Gemilang didirikan pada 2007 lalu. Operasinya melibatkan
penjualan dan distribusi KWH meter elektrik prabayar dalam bentuk Smart
Card atau STS Meter Token untuk listrik perumahaan yang disediakan oleh
Perusahaan Listrik Negara (PLN).


Perusahaan milik Luhut, PT Toba Bara Sejahtera merupakan pemegang saham
minoritas di PT Rakabu Sejahtera, pabrik mebel yang dimiliki keluarga
Jokowi.


PT Rakabu Sejahtera didirikan pada 2009 di Solo, Jawa Tengah dan
memproduksi berbagai furnitur olahan kayu dalam bentuk rangka pintu,
lantai, dan lainnya. Produk tersebut banyak dijual untuk pasar ekspor. Anak
Jokowi, Kaesang Pangarep kini menjabat sebagai komisaris di PT Rakabu
Sejahtera.


Melalui PT Kabil Citranusa, PT Toba Sejahtra memiliki saham minoritas dalam
147 ha lahan industri yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau. Perusahaan
ini didirikan pada 2002 serta dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri
gas dan minyak.


*5. Toba Property and Infrastructure*


PT Toba Pengembang Sejahtra memiliki lokasi di kawasan bisnis Megakuningan.
Toba Pengembang Sejahtra memiliki luas lahan sebesar 1,7 ha.


Perusahaan ini memiliki rencana proyek pada kuartal III/2013 untuk
melakukan penanaman tiang pancang atau ground breaking gedung. Pada Kuartal
III/2015 direncanakan gedung Tower A telah selesai dibangun dan menyusul
Tower B.


*6. Toba Power*


Anak perusahaan yang satu ini bernama PT Pusaka Jaya Palu Power adalah
perusahaan swasta pertama di Indonesia yang berhasil membangun pembangkit
listrik tenaga uap.


Terletak di Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, perusahaan ini memulai
operasinya sejak 2007 dan saat ini telah mampu memproduksi 2x15 MW dengan
rencana ekspansi hingga 40 MW pada 2013.


Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN ditandatangani pada 2007 untuk
periode 25 tahun. Untuk mendukung masyarakat lokal, pemerintah Kota Palu
memiliki sebagian kecil saham dari pembangkit tenaga listrik ini.


Melalui PT Kartanegara Energi Perkasa telah menandatangani Power Purchase
Agreement (PPA) dengan PLN pada 18 April 2011 untuk pengembangan PLTG
Senipah di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.


Pembangkit listrik ini akan mampu memproduksi 2x41 MW (satu siklus) yang
dimulai pada Desember 2012, dengan meningkatkan angka produksinya menjadi
2x60 MW (siklus gabungan) yang direncanakan pada 2013. Perjanjian
penyediaan gas alam telah ditandatangani pada Juni 2009.


Selain itu, pada awal tahun 2004, Luhut tercatat menjadi Komisaris Utama di
PT Kiani Kertas, pabrik kertas yang dimiliki sepenuhnya oleh Prabowo. Di
tahun tersebut, Kiani Kertas tengah terbelit masalah, salah satunya
pembayaran utang ke PT Bank Mandiri Tbk. [wek
<https://www.wartaekonomi.co.id/read279839/deretan-perusahaan-milik-luhut-binsar-pandjaitan-banyak-banget-setiap-sektor-ada>
]

Kirim email ke