-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://www.antaranews.com/berita/1409678/mendagri-ungkap-kekurangan-alat-kesehatan-di-daerah


Mendagri ungkap kekurangan alat kesehatan di daerah

Rabu, 8 April 2020 00:39 WIB

Mendagri Tito Karnavian. ANTARA/Boyke Ledy Watra
Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap 
sejumlah kekurangan dan jenis kategori kebutuhan alat dan sarana kesehatan 
untuk penanggulangan COVID-19 di seluruh kabupaten/kota Indonesia.

"Provinsi NTT, misalnya kekurangan 17 juta liter disinfektan berisi chlorine, 
sementara Sumsel butuh 250 juta masker biasa dan DIY membutuhkan 3,2 juta alat 
pelindung diri (APD)," kata  Mendagri melalui keterangan tertulis yang diterima 
di Jakarta, Selasa (7/4).

Menurut Tito, sebenarnya banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 
seperti usaha konveksi rumahan, yang bisa dimobilisasi untuk memproduksi dan 
memenuhi kebutuhan APD di Indonesia.

Baca juga: Mendagri keluarkan instruksi penanganan COVID-19 di lingkungan pemda

Untuk itu, tim Kementerian Dalam Negeri telah mendata perusahaan nasional dalam 
negeri dan kapasitas produksi mereka di dalam memenuhi semua kebutuhan tersebut.

Mendagri mengatakan bahwa jajarannya juga telah melakukan pendataan awal secara 
bottom-up (dari bawah) mengenai kebutuhan dan ketersediaan sembilan bahan pokok 
di seluruh daerah.

Semua itu disampaikan Mendagri saat menggelar video telekonferensi bersama 
seluruh bupati, wali kota, dan sekretaris daerah se-Indonesia dengan asosiasi 
dunia usaha, seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamar Dagang dan 
Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, 
Menteri Sosial, Menteri BUMN, Menteri Perdagangan, Menteri Ketenagakerjaan dan 
Transmigrasi, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Telekonferensi itu bertujuan untuk membangun diskusi tripartit antara pusat, 
daerah, dan dunia usaha di dalam menyatukan langkah dan pergerakan dalam 
menghadapi krisis COVID-19.

Baca juga: Kemendagri tegaskan perlindungan tenaga medis lawan COVID-19 di 
daerah

Diskusi difokuskan pada isu strategis menjamin ketersediaan sarana alat 
kesehatan di daerah yang berhubungan dengan COVID-19 serta ketersediaan 
kebutuhan mendasar, termasuk pangan, guna mengantisipasi dampak COVID-19 di 
seluruh daerah.

"Dengan membangun komunikasi dan tukar-menukar data antara asosiasi perusahaan 
dan pemerintah daerah, di atas mekanisme permintaan dan penawaran (supply and 
demand), kami berharap kita dapat mengerahkan semua kekuatan kita untuk 
mengatasi masalah penanggulangan COVID-19 ini," ujar Mendagri.

Lewat diskusi tersebut, Mendagri ingin membangun sinergi agar dunia usaha dan 
pemerintah daerah dapat melakukan kerja sama di dalam pemenuhan kebutuhan 
tersebut.

"Diskusi seperti ini perlu dilakukan secara teratur agar sinergi dan kesatuan 
gerak langkah antara pemerintah, khususnya kabupaten/kota dan dunia usaha untuk 
bersatu menghadapi COVID-19," ujar Tito.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020




Kirim email ke