-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://www.antaranews.com/berita/1409670/trump-tuding-who-condong-ke-china-gagal-tangani-virus-corona



Trump tuding WHO condong ke China, gagal tangani virus corona

Rabu, 8 April 2020 00:26 WIB

Presiden AS Donald Trump. ANTARA FOTO/REUTERS/Joshua Roberts/aww. 
Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa 
menyampaikan kritik tajam terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan 
menuduhnya terlalu fokus kepada China dan mengeluarkan nasihat buruk selama 
wabah virus corona.

"WHO benar-benar gagal," kata Trump dalam posting Twitter-nya seperti dikutip 
Reuters.

"Untuk beberapa alasan, (meskipun) sebagian besar didanai oleh AS, (WHO) sangat 
China-sentris. Kami akan memperhatikan isu ini. Untungnya saya menolak saran 
mereka membuka perbatasan kami ke China sejak awal. Mengapa mereka memberi kami 
rekomendasi yang salah seperti itu?"

WHO tidak menanggapi permintaan komentar soal ini dari Reuters.

Baca juga: Trump sebut dirinya mungkin gunakan obat untuk virus corona

Pada 31 Januari, WHO menyarankan negara-negara untuk membiarkan perbatasannya 
tetap terbuka meskipun wabah menyebar. Namun, WHO menegaskan negara-negara 
memiliki hak mengambil langkah-langkah guna melindungi warganya.

Pada hari yang sama, pemerintah AS pimpinan Trump mengumumkan pembatasan 
perjalanan dari China.

Kaum konservatif AS kian keras  mengkritik WHO selama pandemi global dengan 
mengatakan badan kesehatan dunia itu mengandalkan data wabah virus corona yang 
salah dari China.

Pekan lalu, Senator Marco Rubio menyerukan pengunduran diri Direktur Jenderal 
WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dengan mengatakan "dia membiarkan Beijing 
memanfaatkan WHO untuk menyesatkan masyarakat global."

Baca juga: Trump peringatkan warga AS tentang masa sulit dua minggu ke depan

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

    TAGS:
    presiden as donald trump
    organisasi kesehatan dunia
    who

Inilah rekomendasi WHO untuk penggunaan masker
% buffered
00:00
00:00
Berita Terkait





Kirim email ke