*Apa boleh buat, taik kambing sudah bulat-bulat. Kalau tidak ada fulus
untuk belanja, tidak ada jalan lain harus pinjam. Kalau tidak mau pinjam
bisa peot, atau untuk tidak peot, rencana bikin ibukota baru dipertiadakan,
ini  adalah solusi terbaik untuk bisa selamatkan rakyat dari keganasan
Cooronavirus dan tentu juga klik neo-Mojopahit bila selamet. hehehehehehehe*



https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200408144714-532-491671/ri-bisa-dapat-utang-rp112-t-dari-bank-dunia-cs-lawan-corona



RI Bisa Dapat Utang Rp112 T dari Bank Dunia Cs Lawan Corona

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 15:05 WIB


Jakarta, CNN Indonesia -- *Bank Indonesia
<https://www.cnnindonesia.com/tag/bank-indonesia>* (BI) menyatakan
pemerintah berpotensi mendapatkan *utang*
<https://www.cnnindonesia.com/tag/utang>dari lembaga internasional sebesar
US$7 miliar atau setara Rp112 triliun (kurs Rp16 ribu per dolar AS). Dana
itu akan menjadi sumber tambahan alokasi belanja dalam Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk penanganan virus corona di dalam
negeri.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjabarkan lembaga internasional yang berpotensi
memberikan utang tersebut adalah Bank Dunia (World Bank), Bank Pembangunan
Asia (Asia Development Bank), dan Asian Infrastructure Investment Bank
(AIIB). Namun, ia tak merinci berapa nilai utang yang diberikan oleh
masing-masing lembaga.

"Pemerintah khususnya Kementerian Keuangan sudah sampaikan akan
memaksimalkan sumber dana yang dimiliki pemerintah. Dalam investor
teleconference, ada juga dari AIIB, ADB, dan Bank Dunia itu direncanakan
bisa US$7 miliar. Itu sumber yang bisa dimaksimalkan," ungkap Perry dalam
video conference, Rabu (8/4).


Selain itu, lanjut Perry, pemerintah juga akan menggunakan dana dari Sisa
Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dan dana abadi untuk menambah alokasi
belanja dalam APBN 2020. Bila masih kurang, maka pemerintah dapat merilis
surat utang yang nantinya dibeli oleh BI di pasar perdana.
Lihat juga:

 Bank Indonesia Tetap Beroperasi Saat PSBB Berlaku
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200408100537-78-491514/bank-indonesia-tetap-beroperasi-saat-psbb-berlaku/>

Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
(Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan
Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease
2019 (Covid-19) dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan
Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

"Tapi itu dengan catatan kalau pasar tidak mampu menyerap. BI dibolehkan
dalam perppu membeli di pasar perdana, kami akan perhitungkan dampaknya ke
inflasi, kami akan hitung agar dampaknya bisa terukur," ujar Perry.

Ia bilang dalam kondisi normal BI memang tak diizinkan untuk memberikan
pembiayaan kepada negara. Dengan demikian, sejauh ini BI hanya bisa membeli
surat utang pemerintah lewat pasar sekunder.

Namun, BI bisa membeli surat utang pemerintah di pasar perdana jika situasi
yang terjadi semakin parah dan negara membutuhkan dana lebih untuk
menangani virus corona.

"Kalau kondisi normal tidak bisa lakukan pembiayaan defisit, tapi karena
kondisi abnormal maka dimungkinkan. Tapi sekali lagi ini dengan catatan
sumber pembiayaan lain tidak bisa dilakukan," tegas Perry.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah alokasi belanja
dan pembiayaan dalam APBN 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk menanggulangi
virus corona. Dana itu akan digunakan untuk insentif di sektor kesehatan
sebesar Rp75 triliun dan memperkuat jaring pengaman sosial (social safety
net) sebesar Rp110 triliun.

Kemudian, pemerintah juga mengalokasikan dana untuk insentif perpajakan dan
stimulus kredit usaha rakyat (KUR) Rp70,1 triliun. Lalu, biaya untuk
pemulihan ekonomi nasional, restrukturisasi perbankan, dan pembiayaan usaha
mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp150 triliun.
Lihat juga:

 Penerima Bansos PKH Dapat Double, Khusus Bulan Ini
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200408134346-532-491629/penerima-bansos-pkh-dapat-double-khusus-bulan-ini/>

*(aud/sfr)*

Kirim email ke