-------- Forwarded Message --------
Subject: Media AS: Gedung Putih Cari Kambing Hitam demi Peralihan
Perhatian Domestik
Date: Sun, 12 Apr 2020 08:00:19 +0800
From: ChanCT <[email protected]>
To: GELORA_In <[email protected]>
Media AS: Gedung Putih Cari Kambing Hitam demi Peralihan Perhatian
Domestik
http://indonesian.cri.cn/20200411/bfe616eb-6895-43a8-7867-92ef5e2978de.html
2020-04-11 15:14:29
Kantor berita Associated Press Amerika pada 9 April lalu memberitakan,
Presiden AS Donald Trump berusaha mencari “kambing hitam” untuk
mengalihkan perhatian publik terhadap kesalahannya dalam menangani wabah
virus corona. Berikut kompilasi berita tersebut.
Pertama-tama media yang dijadikan kambing hitam, kemudian para gubernur
negara bagian yang statusnya anggota Partai Demokrat dikritik. Tiongkok,
mantan Presiden AS Barack Obama dan regulator pengawasan federal juga
tidak luput dari tudingan. Sekarang giliran Organisasi Kesehatan Dunia
yakni WHO yang menjadi biang keladi. Seolah-olah Presiden Donald Trump
tengah menerapkan taktik politik yang kerap kali dilakukannya untuk
mengalihkan perhatian masyarakat, menyangkal kesalahannya dan
melemparkan tanggung jawabnya kepada orang lain. Pada hal saat ini AS
tengah dirundung pandemi COVID-19 yang kian meningkat.
Sambil “menjaga jarak” dengan melonjaknya angka kematian yang melambung,
Donald Trump berusaha mencari sekelompok kambing hitam demi mengalihkan
perhatian masyarakat terhadap bertubi-tubi kesalahannya. Pada saat hanya
jelang 7 bulan sebelum pemilu, upayanya tampaknya semakin mendesak.
Daftar nama yang menjadi biang keladi masih panjang dan terus berubah:
para gubernur dari Partai Demokrat dituduh kewalahan menangani pandemi
di garis depan; media dikritik membesar-besarkan ancaman virus corona,
lalu dikecam gagal memberikan pengakuan terhadap respons pemerintah;
para petinggi berbagai badan pemerintah dipersalahkan sengaja
menjebakkan Gedung Putih berbuat kesalahan; pemerintahan di bawah mantan
Presiden Barack Obama dituding gagal melakukan persiapan yang cukup;
Tiongkok pada awalnya terlepas dari kritiknya, namun kemudian dituduh
telah “menyembunyikan” data medis yang sangat mencemaskan. Sekarang
giliran WHO yang harus bertanggung jawab, apalagi Trump telah mengancam
akan menangguhkan pendanaan kepada organisasi tersebut.
Donald Trump dirinya tidak berbuat kesalahan apa pun.
Pada bulan lalu ketika AS baru saja melakukan pembatasan, Trump
mengumumkan dirinya “sama sekali tidak berkesalahan” dalam masalah
pengetesan yang jumlahnya sangat terbatas. Pekan ini, ketika terpapar
pertanyaan apakah dia akan memberikan respons yang berbeda terhadap
krisis sekarang jikalau Trump telah membaca nota peringatan tentang
bahaya wabah virus corona yang dipublikasikan pada Januari lalu, Trump
langsung geram dan berkata, “Saya telah berbuat semaksimal mungkin.”
Hasil Penelitian Inggris dan Jerman: Orisinal Strain Virus COVID-19
Banyak Terdapat di Khalayak AS
http://indonesian.cri.cn/20200411/8cb3ade1-51e7-a5d8-cd2a-1b6fb82bea40.html
2020-04-11 12:30:23
图片默认标题_fororder_ty1
图片默认标题_fororder_ty2
图片默认标题_fororder_ty3
Para ilmuwan Inggris dan Jerman baru-baru ini memublikasikan hasil
penelitian bersama tentang orisinal virus COVID -19, yang menunjukkan
bahwa virus corona yang mewabah di mancanegara saat ini memang sudah
mengalami berkali-kali mutasi, namun galur atau strain orisinalnya
banyak terdapat di khalayak Amerika Serikat (AS).
“Jalur evolusi” awal virus COVID-19 antar manusia direkonstruksi dengan
metode/gene Network/. Dr. Peter Forster, ahli genetika Universitas
Cambridge Inggris adalah salah seorang sarjana yang ikut serta dalam
penelitian tersebut. Ia mengatakan, data genom sampel virus corona yang
dikajinya dirangkum dari seluruh dunia pada kurun waktu 24 Desember 2019
hingga 4 Maret 2020. Hasil visualisasi yang dilakukan berdasarkan
algoritma matematika menunjukkan, total ada tiga jenis varian virus yang
saling terjalin hubungan erat, yang masing-masing dilabeli dengan huruf
A, B dan C.
Di antaranya jenis A dianggap sebagai strain orisinal yang menjangkiti
manusia dari kelelawar. Yang mengejutkan ialah, walaupun virus corona
tipe A ini pertama kali terdeteksi dari seorang warga AS yang menetap di
kota Wuhan, namun virus ini kebanyakan terdeteksi secara terpusat di AS
dan Australia.
Jenis virus yang tersebar di kawasan Asia Timur, termasuk kota Wuhan,
adalah virus corona tipe B yang bermutasi dari virus tipe A. Para
ilmuwan mencatat bahwa, virus tipe B nyaris hanya terdeteksi di kawasan
Asia Timur. Fenomena ini menimbulkan keraguan apakah kelompok manusia
yang berada di luar kawasan itu sudah memiliki kekebalan atau daya tahun
terhadap virus ini.
Sedangkan virus corona dalam kategori tipe C adalah virus yang bermutasi
dari tipe B. Virus tipe C kini terutama tersebar di kawasan Eropa, tapi
juga terkonfirmasi di Singapura, Hong Kong Tiongkok dan Korea Selatan,
namun tidak terdeteksi di spesimen virus yang ditemukan di Daratan Tiongkok.
Hasil penelitian berpendapat, virus COVID-19 pertama kali tertular
kepada manusia pada pertengahan bulan September dan awal bulan
Desember2019.
Hasil penelitian tersebut diterbitkan di The Proceedings of the National
Academy of Sciences, AS.