https://rmco.id/baca-berita/nasional/32787/kenapa-pada-doyan-ngebully-jenderal-luhut


Kenapa Pada Doyan Ngebully Jenderal Luhut?

   -

   *NASIONAL* <https://rmco.id/kategori-berita/nasional>
   -

   *Kamis, 16 April 2020, 06:30 WIB*



   -

   *RM**co.id <http://co.id>*  Rakyat Merdeka - Cuitan satir, sentilan
   pedas, hingga meme meledek bertubi-tubi menyasar Menko Maritim dan
   Investasi, *Luhut Binsar Pandjaitan*
   <https://rmco.id/tags/33511/luhut-binsar-pandjaitan>. Isunya
   macam-macam. Mulai dari disebut menteri segala urusan, menteri hanya
   memikirkan uang, condong ke China, dan lain sebagainya. Kenapa ya sebagian
   orang pada doyan banget nge-bully Luhut.

Padahal, Luhut adalah purnawirawan TNI yang disegani. Pangkat terakhirnya
jenderal bintang empat dari satuan infanteri baret merah: Kopassus. Karier
politiknya juga gemilang. Saat ini ia mengemban jabatan Ketua Dewan
Penasihat Partai Golkar. Di pemerintahan, ia juga dipercaya mengemban
posisi strategis. Di bidang bisnis, usahanya moncer. Khususnya di sektor
batubara. Ia juga bertabur penghargaan dan tanda kehormatan. Baik di dalam,
maupun luar negeri.

Tapi, deretan prestasi dan kewibawaannya itu seakan-akan tidak ada
apa-apanya di belantara perpublikan belakangan ini. Said Didu memberikan
kritik pedas atas sikap Luhut yang memasih memikirkan investasi di tengah
wabah corona. Mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu tanpa ragu menebalkan
judul video di kanal YouTube pribadinya, MSD: Luhut Hanya Pikirkan Uang,
Uang dan Uang. Padahal, tugas Luhut memang memikirkan investasi.

Ekonomi senior Faisal Basri “menyerang” Luhut lebih keras lagi. Di Twitter,
tanpa ragu dia menyebut Luhut lebih berbahaya dari virus korona. "Luhut
Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus Covid-19," kicaunya, Jumat (3/4)
lalu.

*Berita Terkait : **Luhut: Saya Tak Ingin Membungkam Kritik*
<https://rmco.id/baca-berita/government-action/32369/curhat-di-instagram-luhut-saya-tak-ingin-membungkam-kritik>

Bukan hanya tokoh, warganet biasa juga banyak yang ikut-ikutan menyerang
Luhut. Saat Luhut ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan Ad Interim selama
Budi Karya Sumadi dirawat akibat corona, banyak yang meledek. Bahkan, ada
yang mengubah lirik lagu “Kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki” menjadi
“Kepala, punda, Luhut lagi, Luhut lagi”.

Yang teranyar, Luhut di-bully atas pernyataannya soal angka kematian akibat
Covid-19 yang belum mencapai 500 kasus, Selasa kemarin. Dalam
pernyataannya, Luhut membanding angka kematikan di Amerika Serikat yang
sudah menembus 22 ribu. Jumlah kematian ini, sebut Luhut akan jadi bahan
pertimbangan mengevaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, sebagian memandang lain. Ada yang menuding Luhut seolah-olah
menyepelekan nyawa. "Tapi ini kan nyawa manusia, Bang. Manusia Indonesia.
Abang nggak bisa lihat dari sisi statistiknya saja. Ini bukan bisnis
Bang...," sentil mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, lewat akun
@tifsembiring.

Soal ini, Fadli Zon juga angkat bicara. Ia menyebut ucapan Luhut tidak ada
empati kepada korban. Apalagi ada dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya
yang gugur setelah berjuang di garda terdepan menyelamatkan masyarakat dari
pandemi terganas abad ini. "Sebaiknya pernyataan itu dicabut dan LBP minta
maaf," desaknya.

*Berita Terkait : **Kirim Surat Ke Tito, Luhut Minta Kepala Daerah Tak
Tutup Bandara Cs*
<https://rmco.id/baca-berita/government-action/32032/kirim-surat-ke-tito-luhut-minta-kepala-daerah-tak-tutup-bandara-cs>

Di linimasa, Luhut juga kerap disebut dengan sapaan Opung, Lord Luhut dan
The Real Presiden. Banyak akun parodi mengatasnamakan dirinya dan memosting
cuitan satir hingga meme lucu. Warganet seperti tidak ada takut-takutnya
mem-*bully* Luhut. Padahal, pada 4 April lalu, Kapolri baru saja
menerbitkan surat telegram bernomor ST/1098/IV/HUK.7.1/2020. Tujuannya
untuk menggeber patroli siber dan menindak siapa pun yang menghina presiden
dan pejabat pemerintah.

Pakar komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai, beraninya warganet mem-
*bully* Luhut bisa saja dilakukan karena menggunakan akun anonim. Namun,
dari sisi yang lain, memang ada fenomena yang membuat publik geram ketika
Luhut terkesan lebih dominan dibanding Presiden Jokowi. "Sehingga hampir
semua kebijakan itu dianggap sebagai kebijakannya Luhut. Nah, ini
sebetulnya yang harus diperbaiki oleh Luhut," kata pendiri kedaiKOPI ini,
tadi malam.

Ia menyarankan agar Luhut bersikap sebagai menterinya Jokowi. Kemudian,
tidak melulu memaksakan kehendak atas perbedaan kebijakan di kementerian
lain maupun dengan kepala-kepala daerah.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, ada pola komunikasi yang salah di
balik seringnya *bully*-an menyasar Luhut. "Bisa saja Luhut terlalu pasang
badan dalam membela sesuatu yang dianggap salah oleh masyarakat," terangnya..

*Berita Terkait : **Diungkap Luhut, Karatina Wilayah Diketok Pekan Ini*
<https://rmco.id/baca-berita/government-action/31562/diungkap-luhut-karatina-wilayah-diketok-pekan-ini>

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review mencontohkan ketika Luhut
pasang badan saat adanya larangan warga China masuk ke Indonesia di tengah
wabah Covid-19. Termasuk kebijakannya yang sempat membolehkan Ojol menarik
penumpang saat pemberlakuan PSBB Jakarta. “Tak ada asap jika tak ada api.
Netizen tak akan mem-*bully* jika tak ada masalah," pungkasnya. [*SAR*]

Kirim email ke