https://indopos.co.id/read/2020/04/17/231242/mafia-kesehatan-berkeliaran-ditengah-covid-19/


* Tidak mengherakan kalau ada berbagai mafia di NKRI, Mafia Beras, Mafia,
gula, mafa cabe, mafia garam, mafia kesehatan dan banyak lagi mafioso, jadi
tidak pula keliru kalau negara dikuasai oleh mafia, maka dari itu adalah
sangat biasa pula jika di sebut NKRI adalah singkatan dari Negara Koruptor
Republik Indonesia. Jadi apakah Anda senang alias setuju kehidupan Anda
dikuasai dan diperintah para mafia. Mafia NKRI, mungkin sekali berbeda
dengan di Italia, di Italia mereka terus ditangkap tetapi di NKRI apakah
ada yang ditangkap, dipenjarakan dan kekayaan disita? Berapa banyak yang
ditangkap dan disita hasil panen mereka. Begitulah kekuasaan rezim
neo-Mojopahit bin mafia.*


https://indopos.co.id/read/2020/04/17/231242/mafia-kesehatan-berkeliaran-ditengah-covid-19/


*Mafia Kesehatan Berkeliaran Ditengah Covid-19*

Editor *Achmad Sukarno*
<https://indopos.co.id/read/author/5bc73e59c28ec1539784281-achmad-jpg/> *Jumat,
17 April 2020 – 20:56*


*Mafia Kesehatan Berkeliaran Ditengah Covid-19*

Editor *Achmad Sukarno*
<https://indopos.co.id/read/author/5bc73e59c28ec1539784281-achmad-jpg/> *Jumat,
17 April 2020 – 20:56*


*indopos.co.id <http://indopos.co.id/>* – Kementerian Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) menyampaikan bahwa ada mafia besar baik skala global maupun
lokal yang membuat Indonesia tidak mandiri dalam industri kesehatan.

“Mengenai mafia alat kesehatan dan bahan-bahan kesehatan, ini sebenarnya
jauh-jauh hari ketika Pak Erick Thohir dilantik jadi Menteri BUMN, beliau
sudah punya gambaran besar mengenai keamanan energi, pangan, dan kesehatan.
Ketika beliau (Erick Thohir) mendalami health security ternyata terbukti
Indonesia itu berat di urusan-urusan kesehatan, alat kesehatan dan
obat-obatan saja hampir 90 persen bahan dari impor,” ujar Staf Khusus
Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

*Baca Juga :*

Komite II DPD RI Ajak Masyarakat Bersatu Atasi Covid-19
<https://indopos.co.id/read/2020/04/18/231358/komite-ii-dpd-ri-ajak-masyarakat-bersatu-atasi-covid-19/>

Kondisi itu, lanjut dia, membuat Erick Thohir segera membentuk sub-holding
farmasi agar dapat membendung ancaman terhadap bangsa saat terjadi sesuatu.

“Makanya setelah itu beliau bentuk yang namanya sub-holding farmasi, ide
ini disampaikan juga ke Presiden dan Pak Jokowi melihat itu sebagai sesuatu
yang harus dijaga, dan kita harus menjaga yang namanya health security,
makanya Pak Jokowi memerintahkan Pak Erick mempercepat proses penanganan
masalah kesehatan, farmasi tepatnya,” papar Arya.

*Baca Juga :*

Penggali Makam Covid-19 Dapat Apresiasi JHL Group
<https://indopos.co.id/read/2020/04/18/231317/penggali-makam-covid-19-dapat-apresiasi-jhl-group/>

Arya menyampaikan sub-holding BUMN farmasi tersebut terdiri dari Bio Farma,
Kimia Farma dan Indofarma, dengan Bio Farma sebagai induknya.

“Jelas arahan Pak Jokowi kepada Pak Erick supaya memberantas mafia-mafia
ini dengan membangun industri farmasi sehingga bisa produksi sendiri
kebutuhan kita,” ucapnya.

*Baca Juga :*

Masih Bertambah, AS Laporkan Jumlahnya Tembus 661.712 Kasus Covid-19
<https://indopos.co.id/read/2020/04/18/231310/masih-bertambah-as-laporkan-jumlahnya-tembus-661-712-kasus-covid-19/>

Selama ini ia menjelaskan pengusaha asing membawa bahan baku alat kesehatan
seperti APD dan masker untuk diproduksi di Indonesia. Setelah selesai,
barang itu diambil oleh pengusaha itu.




“Itu proses yang terjadi selama ini dan kita akhirnya impor juga barang
tersebut karena barang itu bukan punya kita, itu milik yang punya bahan.
Pabriknya ada, tapi bahan baku dari luar semua, Indonesia hanya tukang
jahitnya doang,” katanya.

Demikian pula dengan alat bantu pernapasan atau ventilator yang saat ini
barang tersebut masih harus impor.

“Ketika pak Erick mengumpulkan beberapa perusahaan, industri otomotif dan
litbang untuk kita bisa buat ventilator, ternyata dalam tempo sebulan
teman-teman perguruan tinggi bisa buat ventilator, walau ventilatornya
bukan untuk pasien yang masuk ICU. Tapi dari litbang mampu buat ventilator
untuk pasien di ruang ICU yang sudah parah,” kata Arya.

Artinya, lanjut dia, bangsa kita mampu membuat dan Kementerian BUMN di
bawah naungan Erick Thohir telah menugaskan PT Len Industri (Persero), PT
Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia/PTDI (Persero) untuk
memproduksi ventilator.

“Mudah-mudahan kalau lulus uji klinik maka ventilator ini sudah bisa untuk
digunakan dan diproduksi BUMN,” ujar Arya.

Ia menyampaikan bahwa bangsa Indonesia selama ini terlalu sibuk dengan
perdagangan dan tidak berusaha membangun industri, salah satunya kesehatan.

“Corona jadi ujian dan buka mata kita semua. Pun dengan obat-obatan, kita
pun berusaha. Selama ini kita trading saja, tanpa membangun, ini yang
dilihat Pak Erick Thohir,” papar Arya. (ant)

Kirim email ke