https://www.suara.com/news/2020/04/15/125507/2-pemuda-di-timika-tewas-ditembak-aparat-saat-mancing-di-area-freeport?utm_campaign=popupnews



*2 Pemuda di Timika Tewas Ditembak Aparat saat Mancing di Area Freeport*

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 15 April 2020 | 12:55 WIB

[image: 2 Pemuda di Timika Tewas Ditembak Aparat saat Mancing di Area
Freeport]Peti jenazah korban penembakan oleh oknum aparat digotong oleh
sejumlah pemuda dari rumah duka menuju mobil ambulans di Kwamki Lama,
Timika, Rabu (15/4/2020) (ANTARA/Evarianus Supar)

*Kapolres Mimika AKBP I GG Era Adhinata yang ikut menghadiri pemakaman
mengaku turut berduka kepada keluarga korban.* *Suara.com - *Dua pemuda
bernama Eden dan Ronny tewas mengenaskan setelah ditembak oknum aparat TNI
Satgas YR 712 dan YR 900 saat melakukan operasi penindakan terhadap
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mile 34, area PTFI, Timika, Papua

Penembakan itu terjadi saat keduanya sedang mencari ikan di sungai Mile 34,
area PT Freeport Indonesia pada Senin (13/4/2020) petang.

Keduanya diduga menjadi *korban salah tembak*
<https://www.suara.com/tag/korban-salah-tembak> lantaran dilihat aparat
sedang menyelam dengan membawa tombak atau panah di sebuah kali di
sekitaran lokasi kejadian.

Dilansir *Antara*, Rabu siang ini ratusan warga ikut menghadiri pemakaman
kedua pemuda itu.

Sebelum peti jenazah kedua pemuda *korban penembakan*
<https://www.suara.com/tag/korban-penembakan> itu diangkat dari rumah duka
menuju mobil ambulans, beberapa kerabat korban sempat menyampaikan sikap
protes dengan menggunakan bahasa daerah Damal, salah satu suku di wilayah
Pegunungan Papua.

Namun hal itu tidak berlangsung lama dan kemudian peti jenazah kedua pemuda
tersebut segera dibawa dengan mobil ambulans ke lokasi TPU Jile Yale Kwamki
Lama untuk dikebumikan.

Kapolres Mimika AKBP I GG Era Adhinata yang ikut menghadiri pemakaman
mengaku turut berduka kepada keluarga korban. Menurutnya, pihak keluarga
berharap agar jenazah kedua pemuda korban penembakan itu bisa dimakamkan
secara layak.


Era mewakili Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw dan Pangdam
XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab yang tidak bisa menghadiri
pemakaman kedua korban lantaran sedang memimpin rapat pembentukan tim
investigasi terhadap peristiwa penembakan tersebut.

"Kami semua berdoa dan berharap agar investigasi kasus ini bisa berjalan
dengan cepat sebagaimana permintaan keluarga korban, agar kejadian ini bisa
segera mendapatkan jawaban," kata Era Adhinata.

Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan juga menyampaikan duka
mendalam terhadap apa yang telah dialami kedua korban.

"Kami mendapat amanah dari pimpinan untuk hadir di rumah duka ini guna
mengurus seluruh prosesi pemakaman kedua almarhum ini. Mudah-mudahan
semuanya bisa berjalan lancar, sesuai dengan harapan kita semua," kata
Letkol Nainggolan.

Kirim email ke