https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4985867/gugus-tugas-jatim-rapid-test-200-santri-temboro-yang-jadi-klaster-corona/2
*Gugus Tugas Jatim Rapid Test 200 Santri Temboro yang Jadi Klaster Corona*

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews

Selasa, 21 Apr 2020 23:13 WIB

[image: Direktur Jenderal Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr
Noor Hisham Abdullah menyebutkan klaster baru penularan virus Corona.
Klaster itu melibatkan 43 mahasiswa Malaysia yang baru pulang dari Temboro,
Magetan.]Pemulangan santri Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan beberapa waktu
lalu/Foto file: Sugeng Harianto

*Surabaya* -

Ponpes Al Fatah di Temboro, Magetan dinyatakan sebagai klaster baru
penularan Corona <https://www.detik.com/tag/virus-corona>. Kini 200
santrinya sudah menjalani rapid test.

"Tracing ke Temboro dengan arahan Ibu (Gubernur Khofifah), kami kemarin
berangkat ke Magetan ke pendopo Magetan ditemui Bapak Bupati, dr Bangun dan
dari Bapak Bakorwil," kata Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Penanganan
COVID-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso di Gedung Negara Grahadi Surabaya,
Selasa (21/4/2020).

"Jadi kami sudah periksa santri. Di sana santrinya 25 ribu, kebiasaan
pesantren pas puasa pulang kampung. Saat ini sekitar 5 sampai 6 ribuan
santri (yang masih di ponpes)," imbuhnya.

*Baca juga:**Ruang Isolasi Disiapkan di Ponpes Temboro yang Jadi Klaster
Corona*
<https://news.detik.com/read/2020/04/21/213629/4985820/475/ruang-isolasi-disiapkan-di-ponpes-temboro-yang-jadi-klaster-corona>


Di sana, Kohar menyampaikan pihaknya tak menggunakan APD. Namun menggunakan
sejumlah perlengkapan perlindungan.

"Meskipun ndak pakai baju APD, kami pakai masker n95, pakai face shield.
Karena kepadatan dari virus cukup tinggi, kami kasih pemahaman. Kemudian
alhamdulillah dari pondok diperbolehkan selama didampingi pengasuh pondok.
Sehingga bisa melakukan pemeriksaan bagus. Hari ini baru mencapai 200
(rapid test). Insyaallah akan kami teruskan lagi," imbuh Kohar.



Kohar menambahkan, pihaknya juga men-tracing santri yang sebelumnya
melakukan kontak erat dengan 43 santri positif Corona yang sudah pulang ke
Malaysia. Namun sejauh ini tak ada santri yang sakit.

"Jadi, seperti dengan berita yang ada, santri pulang positif kami tarik ke
belakang, dari Pondok Temboro kontak erat kami cek, yang jauh orang ODR
istilah Jatim. Kontak erat tidak ada gejala ya OTG, kalau gejala sakit OPD
dirawat," ungkap Kohar.

"Kemudian yang sakit alhamdulillah tidak ada. Kalau sakitnya ada nanti di
swab. ODP kita rapid test nanti akan kita lihat reaktif, kalau reaktif kita
lanjutkan dengan swab," lanjutnya.

*Baca juga:**Pasien Positif Corona Pertama di Trenggalek Sembuh*
<https://news.detik.com/read/2020/04/21/223317/4985861/475/pasien-positif-corona-pertama-di-trenggalek-sembuh>


Sedangkan untuk santri yang non reaktif akan dilakukan isolasi. Santri yang
kontak erat juga akan diberi penanganan khusus.

"Kemudian yang non reaktif kita isolasi, OTG juga di tes isolasi. Yang
kontak juga diobservasi selama 14 hari. Hand sanitizer, masker, vitamin
juga sudah dibagikan. Kemudian nanti akan kita observasi isolasi selama 14
hari. Ada lembar observasinya akan dipantau Dinkes. Hari demi hari dipantau
kondisinya. Ini adalah konsep bagaimana masyarakat dibatasi dan memotong
mata rantai, ini karantina di pondok. Itu yang sudah kami laporkan. Secara
keseluruhan belum bisa dilaporkan karena masih berjalan," pungkas Kohar.

Kirim email ke