Hampir semua negeri pertumbuhannya akan negatif. Indonesia termasuk kuat
bertahan

Op vr 24 apr. 2020 om 17:39 schreef Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:

>
>
> *Kalau ekonomi tumbuh 0,5%, lantas apa yang bisa diharapkan oleh
> daerah-daerah yang selama tertinggal dan ditinggalkan menjadi miskin?
> Cahaya gembira diujung tunel pada NKRI berumur 75 tahun atau 100 tahun?*
>
>
> https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/16565/faisal_basri_sebut_ekonomi_ri_2020_maksimal_tumbuh_0_5_persen
>
>
> *Faisal Basri Sebut Ekonomi RI 2020 Maksimal Tumbuh 0,5 Persen*
>
> Jumat , 24 April 2020 | 17:36
>
>
> JAKARTA - Ekonom Senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri
> memprediksikan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sebesar 0,5 persen pada
> tahun ini akibat tertekan adanya pandemi virus corona baru atau COVID-19.
>
> “Saya menduga ekonomi Indonesia akan tumbuh hanya 0,5 persen optimisnya
> dan pesimisnya ya, -2 persen sampai minus 2,5 persen,” katanya dalam
> diskusi publik secara daring di Jakarta, Jumat (24/4/2020).
>
>
> Faisal mengatakan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi melambat cukup dalam
> tersebut disebabkan oleh kurang cepatnya kebijakan pemerintah dalam
> mengantisipasi penyebaran COVID-19.
>
> “Mudik sudah jutaan keluar baru dilarang lalu PSBB di Jakarta enggak
> karuan jadi kita tidak pernah bisa tahu kapan puncaknya dan ongkosnya
> semakin besar,” ujarnya.
>
> Ia menuturkan kapasitas untuk tes COVID-19 di Indonesia yang masih kurang
> dan tak sebanding dengan kebutuhan turut membuat penyebaran sulit
> dikendalikan sehingga perekonomian tertekan lebih dalam.
>
>
> “Kita baru 50 ribu melakukan testing cuma 214 per satu juta penduduk itu
> yang membuat kita semakin tidak tahu sampai kapan virus ini berlangsung
> jadi kita sudah kecolongan banyak,” tegasnya.
>
> Tak hanya itu, Faisal menyatakan kemampuan Indonesia dalam mendorong
> ekonomi di tengah pandemi COVID-19 juga tidak sebesar seperti yang
> dilakukan Amerika Serikat.
>
> Ia menyebutkan Amerika Seikat menggelontorkan dana 484 miliar dolar AS
> khusus untuk penanganan COVID-19, total stimulus mencapai 2,3 triliun dolar
> AS, serta The Fed menggelontorkan sekitar 4 triliun dolar AS untuk
> meningkatkan likuiditas.
>
>
> “Jangan dilihat defisit APBN yang naik menjadi 5,07 persen itu sebagai
> stimulus karena itu disebabkan penerimaannya anjlok Rp 472 triliun jadi
> praktis tidak ada stimulus kalau dilihat magnitude tambahan dari APBN,”
> jelasnya.
>
> Sebagai informasi, pemerintah sendiri memprediksikan perekonomian
> Indonesia hanya tumbuh 2,3 persen atau dengan skenario terburuk akan
> terkontraksi hingga 0,4 persen pada 2020 akibat wabah COVID-19. *(E-3)*
>
>
>
> Berita terkait :
>
>
> *KPK Hambat Laju Investasi, Faisal Basri: Jokowi Dibohongi Moeldoko*
> <https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/8574/kpk_hambat_laju_investasi__faisal_basri__jokowi_dibohongi_moeldoko_>
>
>    -
>
>    *Bank Dunia Kembali Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI*
>    
> <https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/8860/bank_dunia_kembali_pangkas_proyeksi_pertumbuhan_ekonomi_ri>
>    -
>
>    *Ini Enam Menteri Ekonomi yang Tidak Layak Dipertahankan Versi Faisal
>    Basr*
>    
> <https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9072/ini_enam_menteri_ekonomi_yang_tidak_layak_dipertahankan_versi_faisal_basri>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke