-- 
j.gedearka <[email protected]>




https://mediaindonesia.com/read/detail/307347-warga-bandung-barat-buang-bantuan-paket-sembako-karena-busuk

Jumat 24 April 2020, 20:52 WIB

Warga Bandung Barat Buang Bantuan Paket Sembako karena Busuk

Depi Gunawan | Nusantara
 
Warga Bandung Barat Buang Bantuan Paket Sembako karena Busuk

MI/Depi Gunawan
Bantuan pangan yang tidak layak konsumsi
 

WARGA Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 
membuang sebagian paket sembako bantuan pemerintah lantaran tidak layak 
konsumsi.

Bantuan yang diterima terdiri dari 10 kilogram beras, tomat 1 kilogram, telur 
500 gram, mie instan 12 bungkus, minyak goreng 2 liter, ayam 1 kilogram, dan 
buah pir 1 kilogram.

"Saat diterima, beras sudah dalam kondisi bau karena tercecer darah daging 
ayam. Dari total 10 kilogram, yang terpakai paling hanya 30%. Sisa beras 
dibuang atau buat pakan ayam," kata seorang warga, Ahmad, Jumat (24/4).

Baca juga: Warga Buang Bantuan Pangan karena sudah Busuk dan Bau

Selain beras, lanjut dia, daging ayam yang diterima warga juga dalam keadaan 
busuk dan bau. "Buah pir juga begitu, ada beberapa yang busuk, telur ada yang 
sudah pecah. Apalagi tomat, sudah busuk semua," ujarnya.

Baca juga: Istri Bupati Lembata sudah Bosan Pakai Masker

Ketua RW 13 Desa Citapen, Adi Hardianto sangat kecewa karena bantuan sembako 
bagi warga terdampak virus korona atau covid-19 sudah tidak layak konsumsi.

"Kami terima bantuan sembako melalui pihak desa, tapi sayang karena isinya 
tidak bisa dimanfaatkan warga. Seperti beras dan daging ayam yang sudah busuk 
dan berbau," tuturnya.

Pada awalnya, dia mengaku, pengurus RW tidak akan membagikan paket sembako pada 
warga yang berhak menerima. Namun karena sudah terlanjur diterima, pihaknya 
tetap menyalurkan bantuan apa adanya.

Baca juga: Pelindo I Bantu 4 Ribu Sembako ke Warga Medan

Bukan hanya kualitas barang, jumlah paket sembako yang diterima juga tidak 
sesuai dengan yang diajukan pihak desa. Dari 497 kepala keluarga yang berhak 
menerima bantuan, RW setempat hanya menerima lima paket sembako.

"Pokoknya bantuan tidak merata, dilema sebenarnya bagi kami di RT/RW. 
Dikasihkan ke warga bagaimana, tidak dikasihkan bakal jadi masalah," ucapnya.

Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat menyatakan, sembako tidak layak konsumsi 
karena terlalu lama disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Sebetulnya itu daging ayam segar, kemungkinan terlalu lama sampai ke tangan 
KPM sehingga kualitasnya jadi tidak layak konsumsi," ungkap Kepala Dinsos 
Bandung Barat Hari Partomo.

Untuk sembako lainnya, Heri meminta penerima langsung melaporkan ke Dinas 
Sosial agar bantuan yang tidak layak konsumsi itu bisa langsung diganti.

Agar kejadian yang sama tidak terulang, bantuan daging ayam potong rencananya 
akan diganti dengan telur agar kualitasnya bisa bertahan lebih lama meskipun 
terlambat disalurkan kepada KPM. "Mudah-mudahan penyaluran bantuan tahap 
berikutnya bisa lebih baik lagi," jelasnya. (X-15)

 







Kirim email ke