BETUUUL, ...! Hendaknya pejabat-pejabat RI tidak hanya latah apa hasil
kesimpulan orang lain, tapi bisa membuat kesimpulan dari penelitian
sendiri sesuai KONDISI yang dihadapi nyata! Apalagi menghadapi virus
Corona ini yang ternyata cepat terjadi perubahan dan menimbulkan
beraneka-ragam gejala yang sulit ditangkap dan diambil kesimpulan umum, ...
Jangan pula dengarkan begitu saja apa yang dicuapkan Donald Trump, virus
Corona ini mati dengan sinar ultra-violet, ... yang ternyata BELUM ada
penelitian yang membuktikan! Kesimpulan virus Corona ini tidak tahan
panas, lebih 40C mati dalam hitungan tidak lebih dari sejam saja,
ternyata juga SALAAAH! Di Iran, Pakistan sudah dinyatakan virus Corona
baru mati diatas 107C!
'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/25 上午 01:00 寫道:
Kutipan:
Hal itu berdasarkan pernyataan dari pejabat "Department of Homeland
Security" dari pemerintah Amerika Serikat.
"Semakin tinggi temperatur, semakin tinggi kelembapan, dan adanya
paparan langsung sinar matahari akan semakin memperpendek masa hidup
virus Covid-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpori, berita
ini sangat menggembirakan bagi Indonesia," kata Presiden Jokowi di
Istana Merdeka Jakarta, Jumat (24/4/2020).
Gimana sih, jangan cuma mengikuti hasil penelitian dari LN saja? Boleh
sekali2 bikin penelitian sendiri dari situasi setempat. Jadi hasil
penelitian bisa lebih sesuai dgn keadaan setempat. Menkes dr. Terawan
jangan bisanya berkelakar saja. Jangan jadi bangsa konsumen dari LN
saja tetapi harus berusaha menjadi menjadi produsen juga di segala bidang.
On Friday, April 24, 2020, 08:24:22 AM PDT, Sunny ambon
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
/Hahahahahaha ! Ini bukan khabar gembira, tetapi khabar biasa, yang
gembira ialah kalau tidak ada pasien yang mati jika diciuman Madame
Corona. Ikan pun mati pada suhu air menjadi panas. /
https://www.sinarharapan.co/kesra/read/16566/jokowi__virus_corona_cepat_mati_pada_suhu_panas
*Jokowi: Virus Corona Cepat Mati Pada Suhu Panas*
Jumat , 24 April 2020 | 18:16
JAKARTA - Presiden Jokowi menyampaikan satu kabar gembira yakni
berdasarkan penelitian, semakin tinggi temperatur dan kelembapan udara
serta adanya paparan sinar matahari langsung akan memperpendek masa
hidup virus Corona penyebab penyakit Covid-19.
Hal itu berdasarkan pernyataan dari pejabat "Department of Homeland
Security" dari pemerintah Amerika Serikat.
"Semakin tinggi temperatur, semakin tinggi kelembapan, dan adanya
paparan langsung sinar matahari akan semakin memperpendek masa hidup
virus Covid-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpori, berita
ini sangat menggembirakan bagi Indonesia," kata Presiden Jokowi di
Istana Merdeka Jakarta, Jumat (24/4/2020).
Indonesia menurut Presiden adalah negara yang beriklim tropis dengan
suhu yang panas, udara lembap, dan kaya sinar matahari.
Namun Presiden Jokowi mengingatkan agar masyarakat tidak lupa dengan
protokol pencegahan Covid-19."Namun demikian, jangan lupa protokol
pencegahan penularan Covid-19 harus terus kita jalankan secara
disiplin dengan disiplin yang kuat," ungkap Presiden.
Ada empat protokol pencegahan Covid-19 yang diingatkan Presiden."Satu,
cuci tangan, selalu cuci tangan; yang kedua, selalu menggunakan
masker; yang ketiga, jaga jarak; dan yang keempat tingkatkan imunitas,
tingkatkan daya tahan tubuh," tambah Presiden.(*)